Pijakan Perenungan: "Keheningan subuh menjadi saksi saat Ia melangkah keluar mencari tempat tersembunyi demi menyapa Bapa-Nya." (Bdk. Markus 1:35)
Fokus Terbaru
Penyelesaian Masalah Air dan Pupuk Jadi Kunci Capaian Produksi Padi Bojonegoro
Bagaimana Sinergi Pemupukan dan Infrastruktur Air Dorong Bojonegoro Puncaki Produksi Padi Jawa Timur? BOJONEGORO, www.penerbitmajas.com — ...
Jumat, 23 Oktober 2026
Fondasi Kekuatan Jiwa yang Sering Terabaikan
Menagih Akuntabilitas Ekologis di Luar Retorika Diplomatik
Nasi tumpeng simbol gunung, dapat dinilai ia gundul atau lebat
Opini Yonathan Rahardjo
Ketika kabut asap akibat kebakaran hutan kembali menyelimuti wilayah regional, wacana publik sering kali terjebak dalam narasi yang terlalu menyederhanakan masalah: tudingan sepihak atas kelalaian tata kelola lahan lokal di satu sisi, dan kecaman keras atas pencemaran udara di sisi lain. Namun, jika kita bersedia menembus tebalnya kabut isu ini, tampak sebuah paradoks sistemik yang jauh lebih kompleks—sebuah panggung di mana batas-batas kedaulatan hukum berbenturan keras dengan arus modal lintas negara.
Mengubah Cara Pandang Pembinaan IKM: Mengapa Ketangguhan Tim dan Tertib Administrasi Adalah Kunci?
Ormas IKM dapat berarti asosiasi IKM yang memperjuangkan nasib IKM secara sosial atau bersama di masyarakat. Sedangkan urusan IKM sendiri ada tata kelolanya tersendiri difasilitasi Kementerian Perindustrian dan Kementerian Tenaga Kerja yang di Bojonegoro difasilitasi Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja
Opini Yonathan Rahardjo
Selama bertahun-tahun, pola pembinaan Industri Kecil Menengah (IKM) maupun UMKM di daerah sering kali terjebak dalam pola lama yang klise: bantuan modal dan pelatihan produksi. Padahal, masalah mendasar yang paling sering menenggelamkan usaha kecil bukan kurangnya keahlian membuat barang, melainkan kerapuhan internal tim dan kecerobohan dalam pengelolaan administrasi.
Antuasiasme Ormas dan Rakyat Menyambut Pawai Budaya 1 November 2026
Suasana rapat teknis untuk pawai budaya 1 November 2026 usai sarasehan ormas Sinergitas Ormas Bojonegoro 16 Oktober 2026.
BOJONEGORO, www penerbitmajas.com - Ini adalah liputan kilas balik. Dalam rapat Sinergitas Ormas Bojonegoro 16 Oktober 2026 untuk pawai budaya 1 November 2026 dalam rangka Hari Jadi Bojonegoro ke-349, yang hadir dari Ormas antara lain perguruan silat PSH (Persaudaraan Setia Hati) Terate yang memberi tema kelompok pawai Ormas "Malawapati Bahagia Makmur Membanggakan". Pendekar PSHT Jamari mengusulkan tema itu dan forum menerima.
Penghargaan Berkelas Untuk Budayawan Suyanto Yang Pendekar Silat Persaudaraan Setia Hati Winongo
www.penerbitmajas.com berkesempatan wawancara langsung dengan budayawan Suyanto yang juga pendekar silat internasional di halaman pendopo Malowopati pada 19 Oktober 2026 saat malam Hari Jadi Bojonegoro.
BOJONEGORO, www.penerbitmajas.com — Momentum Hari Jadi ke-349 Kabupaten Bojonegoro (HJB 349) yang diperingati pada Selasa, 20 Oktober 2026, menjadi hari bersejarah bagi Suyanto MYK. Tokoh budayawan sekaligus praktisi pencak silat asal Bojonegoro ini resmi menerima penghargaan bergengsi di bidang kebudayaan dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.
Menggeser Paradigma Pembangunan Bojonegoro: Dari Mitologi Migas ke Sektor Padat Karya
Cerita pendek berbahasa Jawa karya Djajus Pete (yang dibahas dalam Roadshow di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata 2 Oktober 2026) dominan menyorot kehidupan pedesaan dengan karakter kuat para pelaku cerita, menghadapi tantangan perubahan zaman dengan dinamika industrinya seperti kehadiran pabrik sepatu di Sumberrejo Bojonegoro
Opini Yonathan Rahardjo
Selama bertahun-tahun, wacana pembangunan ekonomi di Kabupaten Bojonegoro hampir selalu berputar di sekitar narasi industri ekstraktif. Daerah ini kerap diidentikkan dengan kekayaan perut bumi, dana bagi hasil (DBH) migas, serta proyek-proyek bernilai triliunan rupiah yang berkarakter padat modal (capital intensive). Namun, jika kita mencermati anatomi kesejahteraan masyarakat di akar rumput, ada pertanyaan mendasar yang selalu mengusik: seberapa jauh dampak langsung industri ekstraktif tersebut dalam menyentuh dapur rumah tangga warga secara merata?





