Ini sebuah statement ambigu oleh karena kasih yang benar hanya lahir dari pengajaran yang benar. Iman berasal dari pendengaran Firman Tuhan (Roma 10:17). Iman yang benar pun dari pendengaran yang Firman Tuhan yang benar. Pengajaran yang benar. Bila kuat dalam nalar dan logika, maka kasih akan mengikutinya karena pengajarannya benar. Ada missing link antara nalar dan rasa dan tindakan kalau begini. Tapi dapat pula dibilang ada konsep yang bermasalah dalam hal kasih berbasis emosi ataukah pengajaran yang benar.