...
Berdasarkan data resmi dan laporan instansi pemerintah terkait (seperti Badan Gizi Nasional), kasus yang tercatat secara makro umumnya didominasi oleh kasus keracunan makanan (non-fatal) dengan persentase insiden yang sangat kecil terhadap total keseluruhan porsi yang dibagikan (di bawah 0,01%, atau berkisar di angka 0,0007%–0,0008%).
Sementara itu, untuk persentase korban meninggal dunia (fatalitas), datanya berada di angka 0 persen atau sangat mendekati nol secara statistik makro, karena sebagian besar kasus keracunan massal yang terjadi ditangani lewat perawatan medis darurat tanpa catatan korban jiwa massal.
Oleh karena itu, di dalam laporan resmi atau kajian akademik, variabel yang dihitung dan dievaluasi secara statistik bukanlah persentase kematian, melainkan tingkat kejadian keracunan (morbidity rate) dan kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) penyiapan makanan.
