Sabtu, 24 Oktober 2026

Hukum Alam, Pitik Walik, dan Ketulusan yang Bernyawa




Ini tarian seni saat HUT sebuah kabupaten. Dalam tulis-menulis dan komunikasi sesama dokter hewan yang sudah dewasa juga ada seni.

Opini Yonathan Rahardjo

Di alam raya, hukum paling primitif sekaligus paling abadi bukanlah siapa yang paling keras berteriak, melainkan siapa yang paling otentik beradaptasi dan bertahan. Selama dekade demi dekade—merentang dari tahun 1994, melewati tahun 2018, hingga hari-hari belakangan ini—perjalanan menatap lembar demi lembar dunia tulis-menulis menghadirkan sebuah kontemplasi sunyi: kapan sebuah tulisan menjadi hidup, dan kapan ia sekadar menjadi deretan huruf yang kering?

Disiplin Organisasi dan Titik Garis Bagi Ad Hoc



Dalam tradisi Jawa pembentukan dan pembubaran kepanitiaan acap disimbolkan dengan potong dan makan tumpeng bersama seluruh panitia

Opini Yonathan Rahardjo

Dalam tata kelola kelembagaan—baik publik maupun komunitas masyarakat—kejelasan struktur dan batas kewenangan adalah benteng utama profesionalisme. Kita sering kali mengenal istilah Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dalam tata kelola keuangan negara atau daerah. KPA memegang mandat resmi, batasan program, serta tanggung jawab formal yang terikat ketat oleh tenggat dan pertanggungjawaban material. Logika hukum dan tata kelola yang melingkupi KPA sejatinya bertumpu pada satu prinsip mendasar: setiap kewenangan yang dibuka oleh sebuah keputusan, wajib ditutup dengan pertanggungjawaban yang tuntas.

Jumat, 23 Oktober 2026

Fondasi Kekuatan Jiwa yang Sering Terabaikan



Suasana ibadah di sebuah gereja sebagai ilustrasi saat teduh

Renungan Yonathan Rahardjo

Pijakan Perenungan: "Keheningan subuh menjadi saksi saat Ia melangkah keluar mencari tempat tersembunyi demi menyapa Bapa-Nya." (Bdk. Markus 1:35)

Menagih Akuntabilitas Ekologis di Luar Retorika Diplomatik


Nasi tumpeng simbol gunung, dapat dinilai ia gundul atau lebat

Opini Yonathan Rahardjo 

Ketika kabut asap akibat kebakaran hutan kembali menyelimuti wilayah regional, wacana publik sering kali terjebak dalam narasi yang terlalu menyederhanakan masalah: tudingan sepihak atas kelalaian tata kelola lahan lokal di satu sisi, dan kecaman keras atas pencemaran udara di sisi lain. Namun, jika kita bersedia menembus tebalnya kabut isu ini, tampak sebuah paradoks sistemik yang jauh lebih kompleks—sebuah panggung di mana batas-batas kedaulatan hukum berbenturan keras dengan arus modal lintas negara.

Mengubah Cara Pandang Pembinaan IKM: Mengapa Ketangguhan Tim dan Tertib Administrasi Adalah Kunci?



Ormas IKM dapat berarti asosiasi IKM yang memperjuangkan nasib IKM secara sosial atau bersama di masyarakat. Sedangkan urusan IKM sendiri ada tata kelolanya tersendiri difasilitasi Kementerian Perindustrian dan Kementerian Tenaga Kerja yang di Bojonegoro difasilitasi Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja

Opini Yonathan Rahardjo

Selama bertahun-tahun, pola pembinaan Industri Kecil Menengah (IKM) maupun UMKM di daerah sering kali terjebak dalam pola lama yang klise: bantuan modal dan pelatihan produksi. Padahal, masalah mendasar yang paling sering menenggelamkan usaha kecil bukan kurangnya keahlian membuat barang, melainkan kerapuhan internal tim dan kecerobohan dalam pengelolaan administrasi.

Antuasiasme Ormas dan Rakyat Menyambut Pawai Budaya 1 November 2026




 Suasana rapat teknis untuk pawai budaya 1 November 2026 usai sarasehan ormas Sinergitas Ormas Bojonegoro 16 Oktober 2026. 

BOJONEGORO, www penerbitmajas.com - Ini adalah liputan kilas balik. Dalam rapat Sinergitas Ormas Bojonegoro 16 Oktober 2026 untuk pawai budaya 1 November 2026 dalam rangka Hari Jadi Bojonegoro ke-349, yang hadir dari Ormas antara lain perguruan silat PSH (Persaudaraan Setia Hati) Terate yang memberi tema kelompok pawai Ormas "Malawapati Bahagia Makmur Membanggakan". Pendekar PSHT Jamari mengusulkan tema itu dan forum menerima.

Penghargaan Berkelas Untuk Budayawan Suyanto Yang Pendekar Silat Persaudaraan Setia Hati Winongo


 www.penerbitmajas.com berkesempatan wawancara langsung dengan budayawan Suyanto yang juga pendekar silat internasional di halaman pendopo Malowopati pada 19 Oktober 2026 saat malam Hari Jadi Bojonegoro.

BOJONEGORO, www.penerbitmajas.com — Momentum Hari Jadi ke-349 Kabupaten Bojonegoro (HJB 349) yang diperingati pada Selasa, 20 Oktober 2026, menjadi hari bersejarah bagi Suyanto MYK. Tokoh budayawan sekaligus praktisi pencak silat asal Bojonegoro ini resmi menerima penghargaan bergengsi di bidang kebudayaan dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

Menggeser Paradigma Pembangunan Bojonegoro: Dari Mitologi Migas ke Sektor Padat Karya



Cerita pendek berbahasa Jawa karya Djajus Pete (yang dibahas dalam Roadshow di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata 2 Oktober 2026) dominan menyorot kehidupan pedesaan dengan karakter kuat para pelaku cerita, menghadapi tantangan perubahan zaman dengan dinamika industrinya seperti kehadiran pabrik sepatu di Sumberrejo Bojonegoro

Opini Yonathan Rahardjo

Selama bertahun-tahun, wacana pembangunan ekonomi di Kabupaten Bojonegoro hampir selalu berputar di sekitar narasi industri ekstraktif. Daerah ini kerap diidentikkan dengan kekayaan perut bumi, dana bagi hasil (DBH) migas, serta proyek-proyek bernilai triliunan rupiah yang berkarakter padat modal (capital intensive). Namun, jika kita mencermati anatomi kesejahteraan masyarakat di akar rumput, ada pertanyaan mendasar yang selalu mengusik: seberapa jauh dampak langsung industri ekstraktif tersebut dalam menyentuh dapur rumah tangga warga secara merata?

Kamis, 22 Oktober 2026

Hari Lahir Bojonegoro: Membaca Rekam Jejak Sejarah Lewat Empat Peristiwa Kunci




Doa bersama di pendopo Malowopati bersamaan dengan semua balai kelurahan/balai desa se Kabupaten Bojonegoro 19 malam 20 Oktober 2026

Opini Yonathan Rahardjo

Penetapan Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro (HJB) setiap tanggal 20 Oktober bukan sekadar ritual tahunan atau selebrasi kebudayaan semata. Di balik angka dan penanggalan tersebut, terpaut narasi sejarah yang amat panjang—sebuah perpaduan antara penemuan arkeologis, dinamika kekuasaan masa kerajaan, hingga pergeseran administratif di era kolonial.

Festival Sandur dan Pawai Budaya Bojonegoro: Mengapa Rangkaian Acara Tradisi Tetap Tak Menggantikan Dampak Ekonomi Karnaval Massal?



 Festival Sandur dan Pawai Budaya Bojonegoro: Mengapa Rangkaian Acara Tradisi Tetap Tak Menggantikan Dampak Ekonomi Karnaval Massal?

Opini Yonathan Rahardjo

Penyelenggaraan Festival Sandur di Alun-alun Bojonegoro kerap menghadirkan rangkaian acara yang dikemas meriah—mulai dari pertunjukan seni Sandur, lomba mewarnai bagi anak-anak, panggung musik band, beragam pertunjukan kesenian, hingga pembagian makanan gratis untuk pengunjung. Upaya ini tentu patut diapresiasi sebagai hiburan rakyat sekaligus ruang pelestarian budaya lokal. Namun, jika dilihat dari kacamata cakupan dampak ekonomi dan partisipasi masyarakat secara menyeluruh, fungsi Festival Sandur tetap tidak dapat menggantikan keberadaan Pawai Budaya atau Bojonegoro Night Carnival (BNC).

Intinya Tidak Perlu Membenturkan Pawai Budaya Bojonegoro dengan Festival Sandur, Tidak Ada Kaitannya




Rapat teknis 16 Oktober 2026 persiapan pawai budaya Bojonegoro 1 November 2026

Opini Yonathan Rahardjo

 Intinya tidak perlu membenturkan pawai dan festival sandur. Tidak ada kaitannya. Perlu peka bahwa BNC dan Pawai Budaya Bojonegoro dampak ekonominya besar karena melibatkan masyarakat luas. Spektrumnya semua roda perekonomian semua masyarakat yang dilewati pawai dan semua lapisan masyarakat yang ikut pawai dan semua sektor ekonomi pendukung peserta sarana dan prasarana pawai.

Nasionalisme Indonesia Semboyan Bojonegoro


 Semboyan atas dan bawah serupa tapi tak sama 

Opini Yonathan Rahardjo

Cita-cita "mencapai masyarakat yang adil dan makmur" merupakan fondasi dasar dan tujuan utama bangsa Indonesia, sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. Adil berarti setiap warga negara mendapatkan haknya, perlindungan hukum, serta kesempatan yang sama tanpa diskriminasi, sedangkan makmur mencakup kesejahteraan material dan spiritual yang memadai bagi seluruh rakyat.

Rabu, 21 Oktober 2026

Doa Lintas Agama HJB 349



Dari kiri ke kanan: Perwakilan agama Islam, Katolik, Hindu, Kristen Protestan, Konghucu

BOJONEGORO, www.penerbitmajas.com - Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-349 yang diperingati pada Oktober 2026 diwarnai dengan prosesi sakral penyemayaman Api Abadi dan doa bersama lintas agama pada 19 Oktober 2026 malam di Pendopo Malowopati.

Karitatif Saat HJB Bojonegoro






Ini bukan kegiatan karitatif tetapi pembagian konsumsi saat acara melibatkan banyak ormas tepat HJB malam

Opini Yonathan Rahardjo

Kegiatan karitatif atau bakti sosial yang dilakukan oleh Ormas (Organisasi Kemasyarakatan) tidak sepenuhnya habis atau hilang, tetapi peran dan penekanannya telah mengalami perubahan zaman serta penyesuaian regulasi di Indonesia.

Dinamika Kirab, Bojonegoro Night Carnival, Pawai Budaya




 Dinamika Kirab, Bojonegoro Night Carnival,  Pawai Budaya

BOJONEGORO, www.penerbitmajas.com - Berdasar rapat demi rapat panitia sejak 2 September 2026, semula panitia Sinergitas Ormas Bojonegoro (SOB) beragenda mengadakan kirab ormas usai upacara Hari Jadi Bojonegoro (HJB) 20 Oktober 2026 siang. 

Selasa, 20 Oktober 2026

Posko Pawargo Membantu Menyerap Aspirasi Masyarakat Bojonegoro


Posko Pawargo Membantu Menyerap Aspirasi Masyarakat Bojonegoro

BOJONEGORO, www.penerbitmajas.com - Di pojok perempatan Jalan Gajah Mada-Jalan Monginsidi, Selasa malam 20 Oktober 2026 bertepatan dengan Hari Jadi Bojonegoro ke-349 diberlangsungkan acara peresmian pembukaan sebuah tempat penting. Yaitu posko sekretariat bersama berbagai ormas (organisasi kemasyarakatan) di Bojonegoro.

Dalam pengantarnya Sucipto Achmad Najib Koordinator Posko Aspirasi Masyarakat Pawargo Bojonegoro menyatakan Posko lahir karena banyak masalah  di masyarakat yang tidak terserap. Maka posko hadir untuk membantu menyerap aspirasi.

Puncak HJB ke-349 Sajikan Tari Kolosal Meliwis Putih Hingga Balon Berhadiah 9 Kambing


Puncak HJB ke-349 Sajikan Tari Kolosal Meliwis Putih Hingga Balon Berhadiah 9 Kambing 

 BOJONEGORO, www.penerbitmajas.com – Kemeriahan memperingati Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro (HJB) ke-349 mencapai puncaknya di Alun-Alun Bojonegoro, Selasa (20/10/2026). Ribuan pasang mata tumpah ruah dan dibuat takjub oleh suguhan Tari Kolosal "Jambul Meliwis Putih Malowopati" yang dibawakan secara megah dan penuh penghayatan di hadapan masyarakat Bumi Angling Dharma.

Senin, 19 Oktober 2026

Nyala Abadi Malowopati: Kirab Obor Sakral dan Doa Lintas Agama Tandai Hari Jadi Bojonegoro ke-349


Nyala Abadi Malowopati: Kirab Obor Sakral dan Doa Lintas Agama Tandai Hari Jadi Bojonegoro ke-349

BOJONEGORO, www.penerbitmajas.com — Suasana malam penuh khidmat dan magis menyelimuti jantung Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Di usia yang menjejak 349 tahun, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menggelar prosesi sakral penyemayaman obor api abadi serta doa bersama lintas agama di Pendopo Malowopati, Senin (19/10/2026).

Minggu, 18 Oktober 2026

Menegakkan Altar Keluarga di Hadapan Allah


 Menegakkan Altar Keluarga di Hadapan Allah

BOJONEGORO, www.penerbitmajas.com - Pdt. Iwan Sukmono memimpin kebaktian GKI (Gereja Kristen Indonesia) Bojonegoro pada Minggu 18 Oktober 2026. Tentang hubungan antara anak dan orangtua serta gaya hidup Kristiani.

Silaturahmi Kapolres di Gereja Katolik Bojonegoro

Silaturahmi Kapolres di Gereja Katolik Bojonegoro 

 BOJONEGORO, www.penerbitmajas.com - Kapolres Bojonegoro AKBP Yenni Diarty, S.I.K., M.H.bersilaturahmi di Gereja Katolik Paroki Santo Paulus Bojonegoro usai misa Minggu 18 Oktober 2026. Kapolres menyatakan membuka tangan membuka tangan menerima laporan keamanan. Saat ke gereja hendaknya memastikan keamanan seperti mematikan listrik, api dan lain-lain yang dapat menyebabkan musibah.