Fokus Terbaru

Penyelesaian Masalah Air dan Pupuk Jadi Kunci Capaian Produksi Padi Bojonegoro

Bagaimana Sinergi Pemupukan dan Infrastruktur Air Dorong Bojonegoro Puncaki Produksi Padi Jawa Timur? BOJONEGORO, www.penerbitmajas.com — ...

Selasa, 03 November 2026

Ekologi Bahasa dan Nurani Publik: Menghidupkan Kembali Kejujuran Kata di Ruang Publik








Ekologi Bahasa dan Nurani Publik: Menghidupkan Kembali Kejujuran Kata di Ruang Publik

Opini Yonathan Rahardjo 

Di tengah arus informasi yang bergerak begitu cepat—bahkan sering kali mendahului proses berpikir kita—bahasa di ruang publik tampak semakin kehilangan ruhnya. Kalimat-kalimat yang berseliweran di linimasa, ruang wacana politik, hingga percakapan sehari-hari kian terjebak dalam jebakan pragmatisme verbal. Kata-kata tidak lagi difungsikan sebagai jembatan yang menghubungkan nurani, melainkan sekadar instrumen transaksional untuk memenangkan kepentingan sesaat.

Membedah Teologi Kelimpahan Versus Teologi Kemakmuran: Sebuah Catatan Kritis


Membedah Teologi Kelimpahan Versus Teologi Kemakmuran: Sebuah Catatan Kritis

Opini Yonathan Rahardjo

Diskusi mengenai makna kesejahteraan dan berkat dalam kekristenan sering kali terjebak dalam dikotomi yang keliru, atau sebaliknya, direduksi secara sempit demi mengejar materi. Pernyataan yang menegaskan bahwa Yohanes 10:10 bukanlah teologi kemakmuran, melainkan teologi kelimpahan, membuka ruang permenungan yang jauh lebih dalam mengenai esensi hidup yang ditawarkan oleh Kristus.

Ketika Nobel Sastra Kehilangan Disiplin Estetika dan Keotentikan Sastra


Ketika Nobel Sastra Kehilangan Disiplin Estetika dan Keotentikan Sastra 

Opini Yonathan Rahardjo

Pengumuman Hadiah Nobel Sastra 2026 kepada penyair dan esais Kanada, Anne Carson, kembali memantik perdebatan lama yang kian krusial: ke mana arah tolok ukur literer dunia ini sedang melangkah? Akademi Swedia menganugerahkan penghargaan tertinggi tersebut dengan alasan eksperimentasi bentuk dan dialognya dengan mitologi klasik. Namun, dari sudut pandang kedisiplinan ilmu sastra dan etika ke pengarangan, keputusan ini justru memperlihatkan kekaburan demarkasi yang semakin memprihatinkan. Nobel Sastra 2026 telah bertindak "tidak disiplin sastra."