Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2025

SOTO LAMONGAN, Rahasia Orang Lamongan Gairah Sastra

Gambar
  Penerbitmajas.com  - Begitu aku pulang kampung Bojonegoro 2009, bulan 11 menikah dengan orang Lamongan -Babat kan masuk Lamongan- aku merasakan gairah hidup semarak orang Lamongan.

Alasan Setia Pada Gereja Yang Ada Yesusnya

Gambar
Penerbitmajas.com  - Kini saat menulis lagi. Seorang teman yang nama suaminya sama dengan namaku bertanya aku kok masih setia ke gereja yang beda teologi denganku. Setiaku kuutarakan alasannya. Karena bagiku semua gereja tidak ada yang sempurna.

PUISI MI GODOG PAK ATENG

Gambar
Mi godok Pak Ateng. Tulisannya godog. Kupilih godok tanpa melihat KBBI. Kubaca puisi Hampa dimulai dengan kata Sri. Ada listrik lemah arus mengalir di dadaku. Kuteruskan baca.

Dikuduskan Dalam Penantian Menurut Alkitab Saja (1 Korintus 1)

Gambar
Penerbitmajas.com  - Hore aku rajin lagi menulis tentang Alkitab. Untung ada masalah yang berhikmah melentingkan adrenalinku. Tapi aku malu bila ini hanya karena masalah, terkesan aku curhat. Curhat tanda orang cemen. Apalagi menjadi rajin bikin konten Alkitab lagi. Setelah sebulanan bikin tulisan seni kritik sastra hingga jadi buku. Tidak. Tidak curhat, aku. Aku cuma menjadi rajin saja. Ada hukum kekekalan energi di sini. 

Mistisisme dan Kecerdasan

Penerbitmajas.com  - Suatu hal ajaib terjadi. Aku bilang sesuatu tentang Ih li be dih kepada seorang teman. Tak tahunya besoknya putri teman itu akan menyanyi lagu itu karya Beethoven. Biasanya seorang seniman punya intuisi tentang sesuatu. 

MI GODOG LESEHAN SURABAYA

Gambar
 

KONTEKS TUBUH ADALAH BAIT ALLAH ADALAH TENTANG PERCABULAN BUKAN MASALAH MAKANAN (1 KORINTUS 6)

Gambar
  Penerbitmajas.com  - Begitu tahu alasan di jadual guru sekolah sabat yang sudah dibuat majelis namaku dicoret oleh pendeta muda baptisan 2011, aku langsung melakukan lakukan langkah-langkah strategis. Kubuat tulisan kesaksian kubagi ke semua grup Kristen yang aku aktif di dalamnya, dengan tujuan untuk menjadi pembelajaran bagi sesama Kristen untuk mempertimbangkan masalah menikah beda aliran khususnya antara Advent dan Katolik.

Pasar Wisata Kota Bojonegoro

Gambar
 

Drumband Lintang Sembilan SMA Ahmad Yani Baureno Sarat Prestasi

Gambar
Dunia marching band kini di Indonesia semakin di minati, terbukti dengan maraknya kompetisi–kompetisi yang diadakan secara regional maupun nasional, bahkan event international pun semakin merebak. 

Ketoprak Religi oleh Siswa MTs Mampu Menyedot Penonton Terbanyak di Bojonegoro Bagian Barat

Gambar
Pertunjukan ketoprak dilakukan secara menawan oleh siswa-siswi MTs Al-Yakin Unggulan YASPIA Pungpungan, Kalitidu, Bojonegoro.

Upacara Basuh Kaki Tradisi Unik di Gereja Advent Jalan Basuki Rahmat Bojonegoro

Gambar
Gereja Advent di Bojonegoro berdiri sejak 1967 di Jalan Basuki Rahmat, seberang timur kantor PLN (Perusahaan Listrik Negara). Nama lengkap gereja ini adalah Gereja Masehi Advent Ketujuh (GMAHK). 

Ramadhan Fest 2025 Kecamatan Babat Tampilkan Seni Patrol, Beragam Lomba, Seni Budaya, dan Berdayakan Ekonomi UMKM

Gambar
Di Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan di Balai Desa Babat yang sangat bersejarah. Berbagai kegiatan masyarakat yang bersifat umum maupun pribadi keluarga pernah diselenggarakan di sini.

Semua Bencana dan Kecelakaan Adalah Akibat Perbuatan Manusia Sendiri

Gambar
Bencana alam banjir, kebakaran, kecelakaan bahkan yang menewaskan warga dari Bojonegoro baru-baru ini membawa tim Waskat.id meliput khotbah atau homili terkait hal ini oleh Romo Paroki Antonius Sapta Widada CM di Gereja Katolik Santo Paulus Bojonegoro, Minggu 23 Maret 2025. 
Gambar
Tradisi baik mencerminkan budi pekerti luhur. Para leluhur pendahulu kita sudah punya ini sedari dulu, cermin kepribadian bangsa yang patut diteladani, dipelihara, dan dilestarikan. 

Situs Perahu Besi Lambung Kapal di Desa Ngraho Kecamatan Gayam

Gambar
Desa Ngraho Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro merupakan fenomena spektakuler perpaduan kemajuan teknologi dan tradisi budaya luhur. Penulis menjadi saksi ketika berada di area makam Eyang Suro Projo (Mbah Pung) dilengkapi dengan situs perahu besi peninggalan zaman dahulu.

Setiap Tanggal 1 Gaji Harus Masuk Klunting di Rekening Pegawai Meski Sedang Tanggal Merah

Gambar
Wakil Bupati Nurul Azizah memimpin Apel Kegiatan Rutin Pemkab. Bojonegoro di halaman depan Pendopo Malowopati, Senin 24 Maret 2025. Beberapa hal penting disampaikannya di depan peserta apel ASN dari berbagai dinas dan institusi Pemkab. 

SMPN 1 Sumberrejo Telah Workshop Literasi dan Menerbitkan Buku

Gambar
Pada tanggal 22 sampai 24 Oktober 2024 telah dilaksanakan Workshop Pengembangan Literasi dan Numerasi di SMPN 1 Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro. 

Memori Salat Idul Fitri di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro

Gambar
Mewakili Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah melaksanakan Salat Idul Fitri di Masjid Agung Darrusalam Bojonegoro. Turut bersamanya adalah keluarga dan jajaran Kepala OPD.

Pentingnya Silaturahmi Bupati dan Wakil Bupati dengan ASN dan Masyarakat Umum Se-Bojonegoro

Gambar
Setelah melaksanakan salat Idul Fitri di Dolokgede dan Masjid Agung Darussalam Bojonegoro, Senin 31 Maret 2025, pukul 12.00-14.00, Bupati Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah menerima segenap Aparatur Sipil Negara (ASN) di gedung bundar putih di kompleks Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

Permasalahan UMKM di Bojonegoro

Gambar
Di Bojonegoro ada 19 asosiasi UMKM, di mana asosiasi induk akan membreakdown program kerja 19 asosiasi, dengan harapan UMKM yang ada di bawah 19 asosiasi tersebut naik kelas.

CAHAYA HARAPAN

Gambar

CINTA MONYET

Gambar

SENI KRITIK SASTRA

Gambar
SENI KRITIK SASTRA  Penulis: Yonathan Rahardjo  Klik ini untuk pesan lewat WA Harga Buku Cetak: Rp 45.000 + ongkir Harga eBook PDF: Rp  22.500

MELAYANI PEMBELI ES CAO

Gambar

JARINGAN DOKUMENTASI DAN INFORMASI HUKUM DPRD BOJONEGORO

Gambar

MENCICIL CABUTI RUMPUT

Gambar

Rakor Evaluasi dan Hasil Evaluasi Input Data Rencana Umum Pengadaan (RUP) Pemkab Bojonegoro Tahun 2025

Gambar
Dua hari berturut-turut diselenggarakan Rakor Evaluasi dan Hasil Evaluasi Input Data Rencana Umum Pengadaan (RUP) Tahun 2025 berupa Pencatatan Non Transaksional Pembelian Langsung dan Swakelola Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. 

TEORITISI SASTRA MIKHAIL BAKHTIN

Gambar
 Teoritisi Mikhail Bakhtin dari Rusia terkenal dengan teori sastra yang terkait dengan sejarah dan politik. Dia anak zaman pada masa kekuasaan komunisme Stalin begitu kuat di Uni Soviet. (penerbitmajas.com)

Pelatihan Menulis Puisi dan Cerpen SMPN 2 Sugihwaras Bojonegoro

Gambar
Pelatihan Menulis Puisi dan Cerpen diselenggarakan di SMPN 2 Sugihwaras Kabupaten Bojonegoro pada Sabtu 19 April 2025. Menghaddirkan narasumber Yonathan Rahardjo sastrawan nasional yang seorang dokter hewan. (penerbitmajas.com)

AYAM PETELUR GAYATRI ENTAS KEMISKINAN RAKYAT BOJONEGORO

Gambar
  Gerakan Ayam Petelur Mandiri (GAYATRI) menjadi andalan Kabupaten Bojonegoro untuk mengenaskan kemiskinan dan mengatasi stunting rakyat Bojonegoro. Dengan bantuan ayam petelur maka ekonomi masyarakat terbantu. Dengan makanan bergizi dari telur maka masalah stunting dapat dicegah. (penerbitmajas.com)

Novel LANANG

Gambar
LANANG (Novel) Pengarang: Yonathan Rahardjo  Klik ini untuk pesan lewat WA Harga Buku Cetak: Rp  Harga eBook PDF: Rp   

APEL KESIAPSIAGAAN NASIONAL KABUPATEN BOJONEGORO

Gambar
  Satu apel, empat peringatan bersamaan. Senin 21 April 2025 itu di pendopo Malowopati Kabupaten Bojonegoro diselenggarakan apel kesiapsiagaan nasional. Dilaksanakan sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun tiga organisasi pemerintah dan Hari Kartini.

Bagus Tetapi Tidak Hebat

Kemarin ada yang bilang tulisan Stephen King hebat, ada juga yang bilang tulisannya tidak hebat. Alasannya tidak hebat, karena sepertinya pernah baca tetapi lupa. Karya sastra yang baik menurut tendensinya tidak gampang dilupakan orang setelah membacanya. Jadi tidak hebat bukan berarti tidak bagus ya. 

Komite dan Pungutan Sekolah Dihapus

Gambar
  Kepada beberapa sekolah binaan Dinas Pendidikan sudah disampaikan tidak boleh ada komite sekolah lagi. Utamanya setelah pengangkatan GTT (Guru Tidak Tetap) dan PTT (Pegawai Tidak Tetap) dipastikan sudah tidak ada komite. Dinas Pendidikan juga siap menerima aduan sekolah mana yang masih ada iuran rutin. 

Ibadat Puncak Hari Raya Paskah

Gambar
Ibadat pada Minggu 20 April 2025 pagi Paskah dipimpin Romo Adrianus Aman CM, mengenang dan merayakan kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, tanda menang atas iblis, maut dan dosa. (penerbitmajas.com)

Ibadat Sabtu Suci Malam Vigili Paskah

Gambar
Ibadat Sabtu Suci 19 April 2025 dipimpin Romo Sapta Widada CM mengenang tahap-tahap Sabtu sepi sunyi suci di kuburan Yesus hingga menjelang kebangkitan dengan misa cahaya simbol Yesus Cahaya Dunia.  (penerbitmajas.com)

Ibadat Jumat Agung, Jalan Salib, Penyaliban, dan Wafat Kristus

Gambar
Ibadat Jumat Agung 18 April 2025 dipimpin Romo Adrianus Aman CM mengenang upacara perjalanan Yesus Kristus memanggul salib menuju tempat penyaliban hingga wafat di bukit Tengkorak atau Golgota hingga dikubur.  (penerbitmajas.com)

Ibadat Kamis Putih Perjamuan Terakhir, Basuh Kaki dan Tuguran

Gambar
Ibadat Kamis Putih 17 April 2025 dipimpin Romo Antonius Sapta Widada CM. Mengenang upacara perjamuan terakhir Yesus Kristus dan keduabelas murid, dan pelayanan Yesus Kristus membasuh kaki mereka tanda melayani umat. Dilanjutkan dengan Tuguran doa dan berjaga.  (penerbitmajas.com)

Ibadat Rabu Abu Masa Derita Yesus

Ibadat Rabu Abu dilaksanakan Rabu 5 Maret 2025. Di paroki Santo Paulus Bojonegoro ibadat dipimpin Romo Adrianus Aman CM, mengenang masa derita Yesus ditandai dengan tanda salib di dahi dengan abu hasil pembakaran daun palem yang diberkati dan dibagikan ke umat setahun lalu. Minggu Palma dilaksanakan Minggu lalu 13 April 2025.  (penerbitmajas.com)

Tujuh Jumat Jalan Salib Sampai Jumat Agung

Umat Gereja Katolik Paroki Santo Paulus Bojonegoro yang terdiri atas gereja paroki dan banyak stasi melaksanakan tujuh Jumat jalan salib mulai bulan lalu sampai Jumat Agung 18 April 2025. Setiap hari ini warga melaksanakan puasa sesuai aturan gereja.  (penerbitmajas.com)

Kebangkitan Kritik Sastra Itu Lahirnya Seni Kritik Sastra

Seni kritik sastra sangat penting untuk menjawab kelangkaan kritik sastra di Indonesia. Apa pun proses kelahiran gerakan seni kritik sastra ini, saya dan Hudan Hidayat, Hudan Hidayat dan saya, semula akan menulisnya dalam sebuah buku berdua. Kami pun membuat grup WA Seni Kritik Sastra dan mengundang siapa pun boleh keluar masuk sesukanya. 

Cara Membuat Puisi yang Baik dan Benar

Nama-nama sastrawan Indonesia kusebut hari ini saat melatih siswa-siswi SMPN 2 Sugihwaras Kabupaten Bojonegoro menulis puisi dan cerpen. Marah Rusli, Asrul Sani, Taufiq Ismail, Chairil Anwar, Sutardji Calzoum Bachri, Afrizal Malna. Dalam konteks apa nama mereka kutulis di sini sehingga layak dalam bahasan seni kritik sastra? 

Taraf Hidup Itu Macam-macam

Prof. Hudan Hidayat akhirnya keluar dari grup. Kini aku sendiri tentang buku Seni Kritik Sastra. Sebelumnya tadi siang kami sudah ber-WA jalur pribadi. Kuungkap pendapatku dan sudah diizinkannya.

Guncang dengan Makna-makna Baru

Terima kasih Bunda Yeyen. Ya, lebih baik tentang seni kritik sastra terus ditanyakan ke mana dia akan dibawa. Karena novel sebagai seni terkadang ber-ending terbuka. Bahkan jangankan seni, dalam penelitian ilmiah pun acap kita jumpa pertanyaan-pertanyaan lanjutan dari sebuah ilmu. 

Ke Mana Sebetulnya Mau Dibawa Seni Kritik Sastra Itu.

Aku baru saja cari tulisan lamaku untuk masuk buku pertama Seni Kritik Sastraku. Mauku tulisanku di Jawa Pos berjudul Dikotomi Literasi dan Sastra. Kucari di google, eh malah ketemunya wacana di penerbitmajas.com yang berjudul Sastra Bukan Segalanya. 

Sastra Bukan Segalanya

Kebebasan berpikir merupakan senjata utama dalam hidup ini. Banyak hal yang tak mampu kita lakukan namun dapat kita pikirkan. Bahkan kita dapat ke surga atau neraka pada saat bersamaan, di dalam pikiran. Namun banyak orang takut terhadap kebebasan berpikir. Tahukan kau sebabnya? 

Sayapku Dua Sudah Tumbuh Malah Lebih Dari Dua.

Kemarin Kamis Putih. Aku menemani Vitta ibadah di gerejanya sampai malam karena usai misa dilanjutkan tuguran. Berjaga seperti Yesus berdoa di taman getsemani semalaman. Tadi pagi menemani Vitta Jalan Salib mulai pukul 7 pagi. Tadi sore menemani Vitta Jumat Agung. Mulai pukul 3 sore. Tetapi semua berangkat kami sekitar sejam lebih awal. 

Bantuan Aksi Sosial Paskah GKJW Bojonegoro

Gambar
Dengan antusias warga menyerahkan kartu warna kuning kepada panitia. Ada nomor di kartu itu. Itulah nomor pengambilan bantuan beras pada aksi sosial Paskah yang diselenggarakan oleh GKJW Bojonegoro pada Kamis 17 April 2025. Setelah diterima petugas, warga itu dipersilakan mengambil beras dari atas meja yang disediakan.  (penerbitmajas.com)

PENERIMAAN BANTUAN AKSI SOSIAL PASKAH GKJW BOJONEGORO

Gambar
Dalam rangka merayakan hari raya Paskah 2025, Gereja Kristen Jawi Wetan Bojonegoro menyelenggarakan aksi sosial berupa pemberian bantuan beras kepada warga sekitar pada Kamis 17 April 2027. Sejumlah warga RT 5, 6, 7 Kelurahan Kadipaten Bojonegoro menerima bantuan setiap keluarga 5 kilogram beras.  (penerbitmajas.com)

Seni Kritik Sastra Secara Teka-teki Intel

Kata sip dari penyair cantik terhadap tulisanku perikop sebelum ini mestinya membuatku tergila-gila. Bukan kepada siapa-siapa. Apalagi kepadanya yang sudah kuanggap kakakku sendiri karena merekomendasikanku masuk sastra kota Dewan Kesenian Jakarta 2003. Lalu telah memberi endorsement berupa ulasan cukup panjang untuk novelku yang terkait erat dengan Dewan Kesenian Jakarta juga. 

Makna Teks Karya Seni Sastra

Bila tidak menyebut Roland Barthes dengan teori pengarang sudah mati maka tidak lengkaplah buku seni kritik sastra ini.  Maksud orang Prancis ini dalam bukunya tahun 1967 itu adalah makna teks karya seni sastra tidak ditentukan oleh penulisnya tetapi pembacanya.

Kesempatan Diskusi Sesuai Referensi dan Preferensi

Bagaimana soal edukasi kepada orang yang tidak sanggup memaknai karyaku? Tidak ada orang yang tidak sanggup, semua sanggup memaknai. Tetapi secara berbeda, tergantung referensi dan preferensi yang dimilikinya. Baik. Jadi begitu jugakah cara menjawab kritik seseorang terhadap karya kita?

Bebas Tafsir

Seorang yang kukritik karya seninya, membela diri. Bebas tafsir pembaca, katanya. Tetapi lanjutnya, yang lebih tahu makna dari karya simbolik hanya penulisnya. Lantas kujawab, itu tidak konsisten. Bebas tafsir itu berarti tidak ada tafsir salah dan benar. 

Senja yang Sihir Sastra

Senja yang Sihir Sastra(1)  Yonathan Rahardjo(2)   (1) Dimaksudkan sebagai Review Pementasan Sastra Senja ‘Lima Sihir Sastra’ Dewan Kesenian Jakarta, di Ruang Kreativitas Terbuka Taman Ismail Marzuki Jumat 8 September 2006

Nama-nama Mereka yang Mengabdikan Diri Dalam Dunia Kritik Sastra

Maka ingatan tentang Asep Sambodja mau tak mau muncul. Dalam buku seni kritik sastra ini nama-nama mereka yang mengabdikan diri dalam dunia kritik sastra harus mendapat tempat. Mereka yang menghidupi dan menghidupkan dunia sastra dalam satu sudut pandang ini: kritik. Tanpa kritik tak ada ulasan tentang karya sastra siapa pun. 

Tokoh Awal Mula Sastra Indonesia Modern

Terjaga dari tidur. Sayang, sebetulnya harus tidur lagi karena masih pukul dua tepat. Masih ada waktu untuk bermimpi titiyani sampai pukul tiga pagi. Tetapi Vitta berdoa, aku harus tidak tidur saat seperti ini. Maka kutulis ini.

Menghargai Kekayaan Intelektual Semua Pengarang

Gas. Ini perikop kelima dari pasal kelima. Di sebelahku saat Ubud Writers and Readers Festival 2009, novelis papan atas Indonesia Ahmad Tohari bilang Ronggeng Dukuh Paruk merupakan novel karya puncaknya satu-satunya. Karya yang lain hanya pendar-pendarnya.

Tak Usah Terus-Terusan Kau Sodorkan Langkah-langkah Penelitian Ilmiah Moralis Terhadap Suatu Seni Kritik Sastra

Tancap. Ini perikop keempat dari pasal kelima. Aku menulis sambil pusing akibat kebanyakan makan udang. Sebetulnya tidak banyak. Tetapi sudah lama aku tidak makan udang. Ini juga metafora.

Sejarah Sastra Indonesia

Baik, aku berlanjut perikop ketiga dari pasal kelima. Kalian yang terbuai oleh sejarah HB Jassin mungkin tidak pernah dengar nama Bakri Siregar. Beruntung aku pernah aktif berkegiatan di PDS HB Jassin sehingga kenal dengan para sastrawan nasional.

Bertarung dengan Pendapat Profesor Sastra Tertentu yang Menilai Suatu Karya Sastra Tidak Sekaliber Namanya

Ini perikop kedua dari pasal kelima bukuku. Kutulis di depan dua orang temanku yang sedang bertamu dan berbincang. Seperti perikop kesatu juga kutulis di depan mereka. Kalau aku mengandalkan ilmu kritik sastra aku tak bakal dapat menulis kritik sastra ini. 

Keseriusan Menulis Seni Kritik Sastra

Luar biasa, Prof. Hudan Hidayat. Aku sampai tak bisa berkata apa-apa atas keseriusannya menulis seni kritik sastra. Betul ini gerakan yang kami pelopori. Dan ia sangat serius tentang hal ini sedari dulu kukenal menulis kritik atas novel Lanang pada 2008. Kini pun, 17 tahun kemudian. 2025. Maka aku putuskan, buku seni kritik sastra yang rencananya akan berisi tulisan kami berdua, harus dipisah. 

SMA Ahmad Yani Baureno juara grup H FKMB Futsal Competition 2025

SMA Ahmad Yani Baureno juara grup H FKMB Futsal Competition 2025

Temu Kangen Lahai Roi di Surabaya

Surabaya, penerbitmajas.com - Temu kangen lazim dilakukan oleh komunitas guna mempersatukan anggota komunitas yang semula bersatu kemudian dipisahkan satu sama lain dalam waktu dan tempat berbeda-beda.

Mengendalikan Inflasi dengan Manfaatkan Tanah Pekarangan

Bojonegoro, penerbitmajas.com - Menyiasati inflasi dapat dilakukan dengan berbagai cara menurunkan angka kemiskinan, salah satunya dengan memanfaatkan tanah pekarangan.

Melestarikan Ajaran Luhur Warisan Nenek Moyang dengan Kesenian Tradisional Wayang

Gambar
Dengan menyelenggarakan pagelaran wayang berarti kita melestarikan kesenian tradisional warisan nenek moyang, yang penuh pesan moral dan budipekerti, dan nilai-nilai adiluhung.

Bus Gratis Si Ganteng Tuban-Bojonegoro PP

Tuban, penerbitmajas.com - Bus gratis rute Tuban-Bojonegoro PP diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Tuban. Nama bus adalah Si Ganteng. 

Salah Satu Kepemimpinan Bupati Setyo Wahono di Awal 100 Hari Pertama Saat Bulan Puasa Yang Telah Lewat

Gambar
Demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Bojonegoro yang makmur dan membanggakan, sekitar separuh dari 100 hari pertama kepemimpinan Bupati Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah sudah banyak hal baik yang dilakukan sesuai kondisi.

Nonton Bareng Sepakbola di Pendopo Malowopati Bojonegoro

Bojonegoro, penerbitmajas.com - Nonton bareng pertandingan sepak bola sangat mengasyikkan. Dilakukan oleh berbagai lapisan masyarakat di mana pun. Tak terkecuali di pendopo Malowopati Kabupaten Bojonegoro.

Misa Minggu Palma di Gereja Katolik Babat

Gambar
Acara Minggu Palma dimulai di halaman gereja Katolik Santa Maria Babat Kabupaten Lamongan pada hari Minggu, 13 April 2025.  Dipimpin Romo Antonius Aman dari Paroki Santo Paulus Bojonegoro, misa pembukaan dengan doa dan pemberkatan daun palem atau palma yang ditumpuk di atas meja.

Pelatihan Menulis Siswa SMP Negeri 2 Sugihwaras Kabupaten Bojonegoro

Gambar
Pelatihan menulis bagi siswa SMP Negeri 2 Sugihwaras Kabupaten Bojonegoro akan diselenggarakan pada Sabtu 19 April 2025 di SMPN 2 Sugihwaras.

Tarif Resiprokal Amerika dengan Negara Pemberani

Saling berbalasan tarif pajak perdagangan dilakukan oleh Amerika dengan China dengan nilai fantastis. 125 persen membalas 145 persen. Tarif sebesar 125 persen dikenakan oleh China terhadap Amerika yang telah memberlakukan tarif pajak perdagangan sebesar 145 persen. 

Bulog Beli Gabah Kering Panen Petani

Gambar
Pemerintah melalui Badan Urusan Logistik (Bulog) berkomitmen selalu membeli gabah kering panen (GKP) dari petani Rp 6.500 perkilogram.

Nasi Bakar Jalan Sudirman

Terdiri atas beberapa pilihan, isi ayam, tuna, tengiri. Masing-masing seharga Rp 10.000, Rp 12.000, Rp 12.000. Dibungkus daun pisang, dibakar, dilengkapi sambal pada alas daun pisangnya. 

Lansia di Bojonegoro

Sampai awal 2025 sejumlah 603 lansia di Bojonegoro hidup sendiri tanpa pendamping.

MENCICIL CABUT RUMPUT

Bayangkan pagi hari belum mandi tetapi sudah cuci piring dan cuci baju. Lalu mencabuti rumput. Asyik sekali cabut rumput lalu lempar ke luar pagar. Rumput melayang melampaui tembok. Meluncur ke kebun belakang yang telah padat dengan tumbuhan liar. Musim penghujan sudah menyantap tanah menjadi makanan mereka. Sebentar lagi mereka menjadi hutan.  Yang kucabuti kini tidak semua rumput dan semak seperti dulu. Sekarang kubatasi sampai dua menit. Karena kegiatan ini kurekam dengan video. Cabut sana cabut sini. Genggam erat dan lempar kuat. Sambil berhitung waktu kira-kira sudah dua menit. Berhenti dan menuju HP, mematikannya. Stop. Ternyata sudah empat menit. Cepat sekali waktu berjalan ya. Ya sudah, ini bagus untuk konten hari ini. Lumayan sudah menambah satu konten lagi.

MENCICIL CABUT RUMPUT

Gambar
 

ES COKLAT KENTAL SEGAR

Gambar
 

SAMUDRA SWALAYAN

Gambar
 

AYAM KRISPI MODERN HITS CHICKEN

Gambar
 

JALAN SALIB DI GEREJA KATOLIK BOJONEGORO

Gambar
 

EKARISTI ATAU PERJAMUAN KUDUS DI GEREJA KATOLIK BOJONEGORO

Gambar
 

Jalan Seni yang Lebih Agung Daripada Ilmu

Baru saja ia baca tulisan Profesor Hudan di Facebook-nya. Cocok dengan batinnya saat di kamar mandi, kakek 56 tahun itu berkata, "Ini kejutan di akhir tulisanku pada buku pertama bersama Profesor Hudan Hidayat tentang Seni Kritik Sastra." Tulisannya bersama Maestro ini tidak diakhiri pada perikop 8 dari pasal 4, tetapi ditambah tiga. Jadi, perikop kesebelas, yaitu ini. Alasannya, ia malu bila hanya mengandalkan ingatan dan intuisinya dalam menulis buku bersama Prof. Hudan. Padahal buku ini harus berkelas. Untuk kewibawaan buku bersama orang berkharisma ini, dia telah memulai dengan dua perikop sebelum perikop ini. Bahwa ia pun membaca tuntas karya-karya pemuncak sastra Indonesia, sebagian yang lain belum ditulisnya sekarang, seperti Tetralogi Pulau Buru Pramoedya Ananta Toer, Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Ahmad Tohari yang memilih novel Lanangnya menjadi juara, Saman Ayu Utami dan lain sebagainya. Belum dituliskannya karya pemuncak sastra dunia yang dilahapnya sampai kerak. Ia...

Ilmu Kritik Sastra Tumbang Lagi Oleh Seni Kritik Sastra

Sebetulnya kakek 56 tahun itu belum baca karya sastra yang lain sampai ia menulis perikop ini. Tetapi karena Profesor Hudan Hidayat menulis respon terhadap perikop kesatunya untuk buku kedua mereka, ia menulis juga. Faktor pembaca karya sastra juga punya tempat dalam kritik sastra kontemporer yang menempatkan resepsi sebagai bagian penting dalam seni kritik sastra. Siapa pun pembaca dapat memaknai bacaannya terhadap karya sastra itu secara kaya. Ia tidak membentur-benturkan lagi antara seni dan ilmu, itu sudah lewat dengan buku mereka yang pertama. Malah tadi waktu di kamar mandi yang sumber air penghidupan ia mendapat ide menulis tentang Siti Nurbaya yang seharusnya menjadi tonggak kesusastraan Indonesia malah dikalahkan oleh Salah Asuhan. Ia juga sudah membaca buku ini yang berkisah tentang perjodohan paksa melibatkan tokoh antagonis Datuk Meringgih melawan tokoh protagonis Samsul Bahri dalam cintanya terhadap Siti Nurbaya. Ceritanya tidak bisa vis a vis budaya Indonesia melawan buda...

Kritik Tidak Harus Menyerang

Seorang anak SMP libur sekolah. Tetapi perpustakaan kota tidak tutup. Seorang tua rambut putih cepak menunggu di dekat pintu masuk. Ruang  persegi panjang dengan meja luas dijajar. Di situ buku-buku tertumpuk belum ditata ulang di rak. Koleksi buku ada dirak didominasi buku terbitan Balai Pustaka. Di situlah anak SMP itu mengambil buku novel Salah Asuhan karya Abdoel Moeis yang di kemudian hari hari penting siklus hidupnya dijadikan sebagai Hari Sastra Nasional. Anak SMP itu membaca buku itu di perpustakaan itu sampai tuntas. Kalau hari itu belum rampung, dia melanjutkannya lain hari. Mumpung liburan sekolah. Hatinya menjelma menjadi salah asuhan seperti cerita di dalam novel itu. Tidak ada yang dikritiknya tentang novel itu. Malah dia betul masuk dalam cerita anak inlander yang bergaul dan bertata hidup seperti Sinyo Belanda. Main tenis dengan pakaian olah raga putih-putih pula. Kritiknya terhadap pola pendidikan salah asuh itu tidak dikritiknya? Rasanya tidak. Justru sepertinya i...

433 Embung di Kabupaten Bojonegoro

Sejumlah 433 embung tersebar di wilayah Kabupaten Bojonegoro. Dari jumlah itu, sebanyak 23 embung rusak. Sejumlah 149 tersedimentasi.

Embung Sumber Air

Embung menjadi sumber air untuk kebutuhan warga. Banyak embung mati di Bojonegoro, banyak masyarakat kekurangan air. Bagaimana data selengkapnya tentang embung ini?  

Memurnikan Kritik Sastra dengan Seni

Memurnikan kritik sastra dengan seni. Membuat hidup sastra sesuai hakikatnya. Sastra seperti pisau, tergantung siapa pemakainya. Untuk kebaikan atau kejahatan. Kritik terhadapnya adalah pendapat penggunaan pisau itu. Keterbatasan ilmu akan membuatnya menghakimi penggunaan pisau sastra itu. Teori-teori terlalu banyak dan semua dapat dipakai sebagai analisis terhadapnya. Oleh karena disiplin ilmu harus dipegang, maka mau tak mau akan muncul perspektif berdasar teori analisis yang dipakai. Itulah mengapa dalam penerapan ilmu selalu terjadi perbedaan antara satu ilmuwan sastra dengan ilmuwan sastra yang lain. Di sini, kritikus sastra adalah ilmuwan sastra itu. Kalaupun ada resepsi sastra, selalu yang dipakai sebagai acuan adalah resepsi oleh orang yang punya legitimasi ilmu sastra. Maka dalam penjurian lomba karya sastra, ilmuwan sastra pun dihadirkan. Kalau mau konsisten bahwa kritik sastra adalah ilmu, seharusnya tidak memberi peluang kepada sastrawan yang bukan ilmuwan sastra untuk menj...

Motivasi Kita Suci Menjawab Kelangkaan Kritik Sastra

Sejak ada teknologi AI, Hu, kujumpai seorang yang sangat rajin membuat lukisan AI dan tulisan AI. Tulisan AI? Ya, aku ragu itu tulisannya sendiri. Lukisan AI saja diakuinya sebagai lukisannya meski ada titel dengan menggunakan AI. Lagi pula aku lihat ia rajin sekali membuat tulisan yang sangat panjang tentang berbagai hal dengan data yang detail. Aku yakin itu tidak terbebas dari dominasi sentuhan AI. Kalaupun kita menulis di grup WA Seni Kritik Sastra ini, memang dibantu AI hanya sebagai pengganti mesin ketik zaman kita membuat artikel tahun 1980-an yang kita kirim ke media massa untuk mendapat honor. Beda dengan tulisan kita yang menggunakannya sebagai mesin ketik, terhadap tulisan dibantu AI macam bukan kita itu, memang komplet dan runtut, tetapi aku merasa ada kurangnya. Seperti makan sajian restoran hotel berbintang lima. Lebih enak masakan istri sendiri, Hu. Aku jadi malas baca tulisan orang yang rajin menulis karena bantuan AI itu. Lebih baik aku membaca sambil mencari artikel t...

Imajinasi Seni Tanpa Batas Membuka Berbagai Penafsiran

Kami terjaga dari tidur, Vitta berdoa, aku menulis Hudan. Bukan Hujan menulis Ayam-nya Sutardji Calzoum Bachri. Kutulis bidikan Hudan pada Goenawan Mohamad yang bersama Taufiq Ismail selain banyak lagi, pemrakarsa Manifes Kebudayaan yang disebut Presiden Soekarno sebagai Manifesto Kebudayaan karena bermuatan politik. Ya, jelas, ditulis di Manifes tentang garis politik kebudayaan mereka yang membawa jati diri kebudayaan manusia Indonesia untuk kebaikan manusia Indonesia sendiri, dan jati dirinya adalah Pancasila. Ternyata operasi dari politik kebudayaan yang disebut sebagai seni universal ini telah menggerus nilai-nilai idealisme Plato adanya suatu bentuk sejati pada ide. Secara umum mereka terlalu Aristotelian dalam mewujudkan suatu maksud. Kalau tidak begitu  bakal tidak mungkin mewujudkan ide-ide mereka dalam praksis sampai begitu kebablasan. Dua tokoh Manifes Kebudayaan lho yang membayang-bayangi Hudan. Goenawan dalam lawan imajinernya,  dan Taufiq dalam lawan polemik nyata...

Yang Mau Membuat Kritik Sastra Sebagai Seni

Biasanya orang menulis dengan segepok tumpukan referensi, lalu kutip sana kutip sini. Menjahit istilahnya. Maka dia menulis seperti menggoreng bakwan dengan irisan wortel, daun kol, tauge, tepung, diaduk, dimasukkan wajan berminyak panas. Repot sekali, tangan pegang ini pegang itu. Itu tidak efektif untuk menulis. Aku tak mau begitu lagi. Tak kuceritakan masa laluku lagi karena aku tak mau menua. Aku tulis masa kini dan mendatang saja. Dengan menulis santai sembari terlentang di atas ranjang aku merasa terbantu grup WA. Di sini ada energi. Aku baru saja menelusuri jejak Goenawan Mohamad yang menjadi lawan imajinasi Hudan Hidayat untuk pemicu tulisan kritik sastranya. Kini diarahkan energinya ke seni. Aku tahu betul Goenawan penandatangan Manifes Kebudayaan. Aku pernah jadi moderatornya di Galeri Nasional saat bedah karya pelukis-pelukis Bumi Tarung yang pejuang Lembaga Kebudayaan Rakyat. Aku sadar betul bidikan Hudan tidak bakal meleset. Goenawan sudah terlalu jauh menyeret dunia seni ...

Kuasa Seni Atas Ilmu Sastra

Sekarang kubongkar tentang bedah novel Lanang yang membantainya dari berbagai pisau analisis ilmu sastra dan jurnalistik pada 2008. Mana mungkin pisau bedah jurnalistik dan bahasa dilakukan untuk memahami seni novel itu. Lha pendekatannya bahasa sebagai ilmu pasti. Kunilai dia lupa tentang unsur sastra dari karya sastra. Dia lebih suka bergincu unsur bahasa untuk menciumi karya sastra. Belepotan. Maka hadirlah tiga pendekar pemilih novelku itu. Yang profesor seni bilang, dalam bahasaku, kita sisihkan dulu problematika bahasa pada karya novel ini. Rasakan denyut nadi kesusastraan mutakhir Indonesia. Apalagi yang dibicarakan kalau bukan wilayah seni. Dan profesor itu Sani, menghormati, melayani, memuja, memenangkannya dalam kancah sastra rezim bahasa yang telah membuat kita seperti robot-robot AI tak berjiwa, seperti katamu sendiri. Seberjiwa-jiwamya robot AI, tetap terasa ketidakberjiwaannya. Sedangkan soal seni yang coba dirumuskan dengan lahirnya fakultas jurusan seni murni, bagiku it...

Berhasil Mengalami Seni

Kau bilang jangan percayai ilmu, itu artinya kamu skeptis terhadap kebenaran rasional sekaligus pengalaman yang jadi dasar kritisisme ilmumu. Kamu skeptis terhadap ilmu. Tapi kamu punya peluang setelah itu, percaya terhadap yang di atas ilmu yang tidak kamu percayai. Katakanlah Tuhan. Sebaliknya kamu juga dapat menjadi tidak percaya kepadanya, yang di atas ilmu itu. Jadi kamu tidak percaya Tuhan. Toh kamu yang percaya atau tidak percaya terhadap yang di atas ilmu itu, kamu dapat merasakan keindahannya. Jangan bilang keindahan bunga dan pemandangan Basoeki Abdullah semata ya. Tapi bisa keindahan tai orang Affandi. Yang pasti tanpa percaya ilmu, kamu bergairah pada adanya sesuatu. Itulah seni. Selamat, kamu berhasil mengalami seni. (YR) Artikel terkait:  Seni Kritik Sastra

Kredo Ilmu di Bawah Kekuasaan Kita, Seni di Atas Kekuasaan Kita

Kuingin bilang tentang asal kata seni yang lain, dari kata Sani dalam bahasa Sansekerta. Artinya pemujaan, pelayanan, donasi, permintaan, pencarian dengan hormat dan jujur. Kalau sudah begini akan terasa bedanya dengan ilmu. Mana pernah ada pencarian ilmu yang dilandasi dengan diksi-diksi itu. Tolong sebutkan bila sudah kau temukan. Kita sering dengar bahwa dengan seni dunia menjadi indah, dengan ilmu semua menjadi mudah. Kukawinkan dah, dengan seni semua menjadi indah karena ada pemujaan dan penghormatan terhadap apa pun, termasuk terhadap sesuatu yang tak kita ketahui batasnya. Tetapi kita merumuskan dengan abstraksi dan klasifikasi kritis dengan metode ilmiah untuk sebuah kepastian ilmu. Kalau belum ketemu, sementara kita pakai teori ilmiah yang lama. Setelah ketemu, barulah kita pakai yang baru, sembari mencari pembaruan lagi, begitu seterusnya sampai ketahuan semakin berilmu semakin tampak kebodohan kita. Ada yang tak dapat kutaklukkan dengan ilmu dan mau tak mau aku memujanya, me...

Memenangkan Seni Atas Ilmu pada Kritik Sastra

Aku baru mandi. Juga baru mandi teori-teorimu yang bikin handukku melorot. Kubilang tiruan kenyataan tapi tidak berhenti di situ. Kita sudah tambahkan semua hingga teori terkini yang memenangkan seni atas ilmu pada kritik sastra. Hudan Hidayat pun sudah berikan teorinya tentang di atas ilmu yang paling tinggi adalah seni. Lalu kalian permasalahkan seni rendah dan seni tinggi yang kubilang. Seni adalah seni. Kebenaran dan keindahan adalah satu, maka di sinilah letak ilmu dan seni adalah satu. Tetapi oleh karena kita terlalu pintar sebagai manusia, maka menganggap semua hal sudah kita rumuskan sebagai ilmu. Padahal... Jangankan jagat luas tak terhingga semesta. Jagat celana dalamku yang robek saja aku tak mampu menyelami yang paling terkecil dari benangnya yang lepas dan digondol tikus untuk kehangatan sarangnya di dasar tiang kayu lapuk rumahku yang sudah kutimbun semen. (YR) Artikel terkait:  Seni Kritik Sastra

Tentukan Seni Kritik Sastramu

Temanku baru pulang. Ini seni. Seni pulang. Lalu kau katakan kalau begitu semua juga seni. Seni datang. Seni pergi. Seni hidup. Seni mati. Sudah kau jawab sendiri. Tapi katamu, itu juga ilmu. Ilmu makan. Ilmu lompat. Ilmu anu. Jadi katamu. Semua bisa seni. Semua bisa ilmu. Aku pun katakan ini seni ilmu kritik sastra. Karena bagimu kritik sastra itu ilmu. Bukan seni. Aku hanya mau katakan, ketika unsur ilmu lebih dominan daripada unsur seni, jadilah ia ilmu. Lalu ketika unsur seni lebih dominan daripada unsur ilmu, jadilah itu seni. Kau sudah utarakan semua filsafat kontemporer yang memenangkan unsur seni daripada unsur ilmu pada kritik sastra. Ya, katamu, tapi kan bukan seni murni. Aku sedang bicara seni, bukan seni murni atau seni terapan pada kritik sastra. Sangat sederhana, penyebab pertarungan antar juri karena mereka punya jiwa seni kubatasi pada dunia  kritik sastra. Bukan dunia hukum, RT atau perkelahian antar anak TK. Dan filsafat kontemporer yang dijelaskan Deddy Riyadi je...

Membuktikan Kritik Sastra Adalah Seni

Aku mau kasih hal sederhana yang membuktikan bahwa kritik sastra adalah seni. Syukurlah dengan pertempuran kecil hari ini aku makin mantap dengan langkahku bersama Hudan Hidayat. Mau kan kukasih tahu keyakinanku itu? Ya, kalian kan sering ikut lomba sastra, menulis puisi, cerpen, novel. Lalu kalian kalah dan marah-marah. Jurinya tidak adil, jurinya KKN, ini bukan lomba tapi arisan! Begitu kata kalian. Ayo benar atau tidak? Nah, kok bisa jurinya berkelahi menentukan siapa juaranya, lalu setelah kalian kalah, kalian pun menawur mereka. Padahal sudah jelas dikatakan, keputusan juri tidak dapat diganggu gugat. Dah, gitu aja. Mana ada ilmu yang dapat dipertengkarkan begitu. Lomba cerdas cermat itu ilmu. Karena pertanyaannya punya jawaban pasti. Lalu kalian bilang kritik sastra itu parameternya ilmu sosial, ilmu budaya, jadi tetap berkaidah ilmu. Bukan seni. Oh, itu mah berarti ilmu budaya kalian berhenti pada eksplorasi yang sampai itu saja. Lalu sesudah berhenti ya berhenti, mati. Aduh, ja...

Debat Tertulis Bukan Lisan

Saya sendiri senang dengan pendapat berbeda. Termasuk dari H.A. Dan saya malah terpacu bahwa kritik sastra adalah seni. Jadi pelan-pelan saya akan keluarkan jurus-jurus saya dalam tulisan-tulisan pendek tanpa spasi ala Arie M.P. Tamba dalam novelnya Lorong Pusar Rumah yang kubeli di Mejabudaya PDS HB Jassin sebelum wafatnya Bang Arie pra-2009. Bagi saya itu juga debat tertulis, bukan debat lisan. Tidak saya sebut debat karena biasanya berkonotasi lisan. Kalaupun tulisan saya masuk kategori debat, saya menulisnya bercitarasa seni, biar sekalian menabung tulisan. (YR) Artikel terkait:  Seni Kritik Sastra

Perjalanan Panjang Pemikiran Demi Pemikiran

Suer aku senang dengan kalian yang punya pendapat berseberangan. Dan aku tak kan debat kalian karena aku sedang berkarya. Kuyakin Hudan juga begitu. Kalian juga begitu kan, maka tulislah di sini pikiran dan perasaan kalian. Anggaplah itu catatan harian. Kumpulkan suatu saat menjadi karya utuh. Punyakmu itu. Mainkan. Ini musik bukan gambang kromong. Tapi boleh kau bilang itu pula. Dulu pun kedokteran dibilang seni. FK Unair zaman Belanda adalah Medical Art. Seni kedokteran, seni pengobatan. Sun Zu juga punya seni perang.Kau bilang itu makna konotatif? Denotatif atau bukan, kami sedang menghidupinya. Hudan Hidayat sudah berperang dengan seni sastranya sedari dulu. Maka ketika aku dan dua Rumpun Jerami lain yang sama berambut panjang buka lapak jualan Padang Bunga Telanjang di Graha Cipta 3 TIM 2003, aku pun beli Keluarga Gila-nya Hudan dengan CWI-nya. Creative Writing Institute. Ini dunia kreatif, hehe, kita sudah sama paham dan menjiwa. Dari Martin pun aku belajar, ini catatan perjalana...

Dikotomi Sastra Versus Literasi

Ratusan judul buku lahir di penerbitanku. Aku tak bilang penerbit, tetapi jasa penerbitan. Karena bagi Vitta penerbit itu harus keluar duit untuk menerbitkan buku penulis. Sedangkan pada kami, penulislah yang membiayai penerbitannya. Penerbit Indie, nama bekennya. Paling banyak adalah buku puisi, lalu cerpen. Umumnya karya sastra literasi. Di sinilah muncul pergolakan batinku tentang sastra versus literasi sehingga kutulis esai di Jawa Pos. Lalu jadi perbincangan kami, aku dan Mashuri Alhamdulillah di mimbar Bojonegoro Literary Festival 2019. Lalu belum lama ini di grup WA penulis puisi kuakhiri sendiri Dikotomi sastra versus literasi. Kuanggap kau mengertilah, lebih baik kuselami setiap tulisan mereka dan kalian agar aku semakin kaya. Apalagi modalku untuk kaya selain kaya batin maka kutulis ini. Ini budaya Boeng. Bukan sekedar seni. Kebetulan kita bertajuk Seni Kritik Sastra. Memangnya sastra punyak elo sorangan dhewe. Ini kritikku sedari dulu. Maka saat kami terbitkan sekumpulan pui...

Fitrah Sastra dan Filsafat

Vitta sedang berkicau di sebelahku sementara burung walet menunggangi gemuruh kipas angin. Kubilang gemuruh karena dulu pernah begitu, meski kini tak. Masa lalu Hudan Hidayat katakan ditinggalkan oleh yang berenang sendiri. Aku pelajari filsafat ilmu, tidak ada yang sama antar para filsufnya. Bahkan semua filsafat juga begitu. Bahkan tugas filsafat memang itu, untuk memberi ruang pemikiran-pemikiran baru. Yang kreatif. Yang alternatif. Maka ketika gerakan seni kritik sastra ini kami munculkan bersama, sesungguhnyalah ia sedang mewujudkan fitrah sastra dan filsafat, filsafat dan sastranya sendiri. Vitta masih mengoceh sementara perutku berkokok memanggil terang bulan atau martabak manis yang kami beli tadi malam. Ini seni kritik sastra bukan hendak menjadi pengganti HB Jassin yang tidak pernah ada penggantinya meskipun seribu kritikus muncul. Seperti Galileo bilang, seribu Plato dan seribu Aristoteles tidak mungkin dapat memecahkan misteri alam semesta, maka eksplorasilah ia. Kami juga ...

Dikotomi yang Sudah Runtuh

Aku sering mencari jalan pintas untuk sebuah pengertian, dengan jawaban ya atau tidak, benar atau salah. Pendidikanku memang begitu, sedari ada kertas THB, Tes Hasil Belajar, waktu aku SD. Juga pilihan tunggal, atau pilihan berganda. Maka pola pikirku masih saja begitu sampai aku 56 tahun ini. Bahkan untuk sebuah ilmu budaya pun aku masih suka berhitung matematika. Satu ditambah satu sama dengan dua. Padahal filsafat barat klasik dengan dikotominya sudah runtuh, dengan adanya perantara di antaranya yang juga ada. Masih saja pikiranku sesuatu ada tidak bisa bersamaan dengan tidak ada. Aku ini binatang jalang, dari kumpulannya yang tidak bisa berenang. Maka gaya batulah aku, ketika Putin dan PM Jepang konon sudah naik sepeda motor terbang. Semoga berita mereka begitu itu hoaks. Sehingga aku bisa berkata, aku secerdas petugas dinas pendidikan yang dulu bernama dinas P dan K. (YR) Artikel terkait:  Seni Kritik Sastra

Seni untuk Mengkritik Karya Seni

Dulu saya sering menjadi juri lomba baca puisi. Di situ ada kriteria penilaian. Penjiwaan, pengucapan, penampilan. Seperti kata Galileo Galilei semua hal dapat diangkakan. Maka penilaian diberikan dengan angka demi angka berdasar kriteria. Pada akhir penilaian untuk menentukan juara, juri memaparkan penilaian umum berdasar kriteria. Disampaikanlah kritik dan masukan. Maka jadilah, kritik pun berlaku. Saat ini saya menulis proses kritik itu dalam tulisan gaya saya. Ini kusebut seni. Kritik yang kulakukan sudah menjadi seni. Ada banyak cara untuk berkesenian. Sesungguhnya saat mengkritik pun ada cara yang berseni. Seni itu ibarat ada 1000 dokter berarti ada 1000 diagnosis untuk suatu penyakit. Penyakitnya sama, tetapi diagnosisnya dapat bermacam-macam. Pemeriksaan kesehatan oleh dokter juga sebuah seni. Apalagi kritik terhadap karya seni. Bukankah yang kita maksud dengan sastra adalah sebuah seni? Mengapa tidak mau memakai seni untuk mengkritik sebuah karya seni? (YR) Artikel terkait:...

Kritik dengan Cara Sastra

Seorang penulis puisi mengamuk akibat puisinya disebut jelek. Wajar, kritik sehalus apa pun tetaplah kritik dan sesungguhnya menyakitkan. Kritik terhadap karya sastranya pun terasa sebagai perlakuan yang tidak sastrawi meski dilakukan di ruang sastra. Dengan menghidupkan seni kritik sastra sesungguhnya kita sedang menghidupkan seni bagi yang dikritik sekaligus seni yang mengkritik. Sekaligus kita menghidupkan budaya tulis yang sekarang tenggelam oleh budaya lisan meski secara fisik tertulis di layar grup WA. Ini sekaligus tabungan kita menghasilkan karya, alih-alih menguar budaya lisan yang terlalu hiruk pikuk di era post truth saat ini. Yang terlalu sering berbicara seolah-olah pemilik kebenaran. Kita dapat memilih langkah kita sendiri dengan memberikan kritik secara tertulis untuk membangun seni sastra kita sendiri. Mari tuliskan kritik-kritik kita terhadap karya-karya sastra siapapun itu, dan fenomena kesusastraan umum, dengan cara sastra kita. Mari bangun kepribadian kita yang lebi...

Kritik Sebagai Seni Tersendiri

Filsafat kritisisme Imanuel Kant menjembatani rasionalisme Rene Decartes dan empirisme David Hume, pada abad pencerahan abad 18 dan 19. Bahwa bukan hanya rasio dan bukan hanya pengalaman yang dapat dipakai sebagai alat mendapatkan kebenaran. Kritik sastra tentu juga kritis terhadap sastra yang masuk ranah seni. Tetapi selama ini kritik sastra sering kering sebagai ilmu, berbeda dengan seni. Memang ada lomba kritik sastra, tetapi kemunculannya lebih sebagai pendukung munculnya karya seni bermutu daripada kritik sebagai seni tersendiri. Bagaimana menjembatani kutub-kutub ini? Amanlah kita yang pelaku seni sastra yang dapat berekspresi menuangkan kritik sebagai suatu seni tersendiri. Pernah saya coba lakukan saat mengkritik karya-karya sastra yang dibacakan pada acara Lampion Sastra Dewan Kesenian Jakarta sekitar 2004. Ternyata asyik, narasi kritik itu selayaknya cerita tersendiri, prosa ataupun puisi. Maka kritik sastra menemukan jalan seninya. (YR) Artikel terkait:  Seni Kritik Sast...

Tulisan Lisan yang Panjang

Vitta mengaku terheran-heran membaca tulisan di grup ini yang panjang-panjang saling bersahutan. Ini media hebat, katanya. "Mas Yo bersamaku beli teh jumbo," kata Vitta seraya mengucap, "Seperti di grup ini. Banyak ilmu kudapat." "Mas Yo memang begitu, suka belajar filsafat sendiri. Saya baca tulisannya dengan teman-temannya di grup seni kritik sastra ini," kata Vitta seraya menambahkan, "sehingga saya tahu tentang Hudan Hidayat dan teman-temannya yang lain." Vitta sedang makan bakso granat sebesar granat tidak jauh dari tempat Fathur Rohman yang pernah menulis di sini. Baru pertama kali dijumpainya grup semacam ini. Grup pembela budaya menulis bukan budaya lisan. "Meski tulisan Mas Yo dapat pula disebut sebagai tulisan lisan yang panjang," kilahnya sambil mengunyah granat. (YR) Artikel terkait:  Seni Kritik Sastra

Sastra Tidak Sempit

Mengalir kok Senior Hu, aku menulisnya, jadi seakan tanpa teori. Teoriku sebetulnya banyak sekali, mulai dari teori ayam mencari makan sampai babi kuda disuntik mati. Tapi aku lupa semua caranya, hanya kuambil saripatinya untukku menulis ketika harus menulis dengan isi hati. Terlalu oon aku bila harus persis nama-nama sel-sel dan jaringan sehat serta sel-sel dan jaringan sakit. Teorinya ada di ilmu jaringan sehat dan sakit. Histologi dan histopatologi. Kalau hafal ya aku akan jadi dosen. Aku yakin temanku yang pintar juga sudah lupa semua. Namun aku yakin ada strukturalisme untuk semua hal itu. Maka kupakai hal itu untuk menulis. Dunia berbeda kutub secara ekstrim kulakoni, maka kalau aku menulis sastra termasuk seni kritik sastra, ya semua keluar begitu saja. Sangat asyik Hu, cara ini. Ini bukan kebenaran aksioma Hu. Tapi ini yang kumiliki. Lalu terceliklah mata batinku ternyata yang ilmunya linier sastra  atau bidang yang digeluti tak berjauhan dan kurang variatif, maka mereka ak...

Seni Kritik Sastra Produk Budaya

Hudan Hidayat, polemikmu dengan Taufiq Ismail 20 tahunan lalu (2007) dikomentari seseorang di blogspot sebagai pertarungan orang tua melawan orang muda. Kamu yang disebut muda itu, Hu. Yang tua takut norma dilibas, yang muda semangat dengan pembaruan.  Lalu kedua-duanya dibilang emosional sehingga tidak saling apresiasi. Taufiq tidak mengapresiasi tulisanmu, Hu. Aku baru makan nasi pecel bungkus daun jati, maka segar pikiranku menulis hal itu kini. Masa kamu sekarang masih muda Hu. Masa kamu masih emosional seperti Taufiq yang saat itu dibilang tua. Tidak Hu, tulisan-tulisanmu kini tenang air menyelami air. Kau air yang menjadi air. Hanya lelaki ikan yang mampu berbuat demikian. Absurd sekali rasanya polemik itu saat ini. Sudah lewat ya kasusnya. Semua sudah kembali ke air. Seperti semua berasal air. Seperti, kataku. Karena hanya Thales yang bilang asal muasal semua adalah air. Maka ketika tulisanmu disorot membandingkan kitab suci yang memuat Adam dan Hawa yang telanjang dengan tu...

Ahli Klinis Sastra

 Vitta curhat terus kepadaku dan aku mendengarkan sambil menulis ini. Nanti akhirnya Vitta puas dan aku akan punya tulisan satu ayat paragraf panjang. Nanti tulisanku jadi buku bersama Hudan. Akan aku tulis terus seperti ini. Temanya tentang seni kritik sastra dari sudut apa pun. Jadi ini seni yang dinamis. Hudan baru menulis tentang karyanya di Facebook, maka aku akan membahasnya sambil menanggung efek minum decolsin. Kegilaan dalam menulis ala Hudan mirip dengan caraku ini. Dilabraknya pagar-pagar, baik yang virtual maupun nyata. Eksperimentalis seperti ini akan mampu menggali kedalaman jiwa manusia yang kecerdasannya tercatat setidaknya 9 kecerdasan bukan cuma IQ yang diagung-agungkan. Emosi diulas sedemikian mendalam bukan hanya gaya impresionis dan ekspresionis, apa pun dapat muncul. Kalau kau bilang ini analisis psikologi menyatu dalam sastra kau akan sadar bahwa sastra Hudan bukan cuma alat komunikasi seperti dilakukan oleh pejabat lembaga seni sastra yang baru muncul setela...

Bukan Penadah Teori

Selalu mengingat masa lalu menjadikanku tua. Selalu menatap masa depan menjadikanku selalu muda. Tak lagi saatnya mengingat masa laluku dalam bersastra karena itu. Kini masa depanku yang kupikirkan. Salah satunya bergerak dalam seni kritik sastra bersama Hudan Hidayat. Ini langkah utopis, bisa disebut demikian. Fatamorgana, bisa disebut demikian. Karena kami pelaku sastra saja, tak punya kedudukan apa-apa dalam dunia akademik Sementara kurikulum pendidikan dan teori sudah mengokoh bahwa kritik sastra termasuk ilmu. Semua yang bersifat kritik akan berdasar ilmu. Ya tetapi bagiku ia hanya bagian dari seni. Seorang pelukis akan menggambar sesuai tuntunan keterampilan menggores kuas pada kanvas, membuat bentuk, menggambar bayang-bayang, mewarnainya, itu ada tekniknya. Maka dapat disebut ilmu melukis atau menggambar. Ketika unsur lain dilakukan, mewakili ekspresi, impresi, abstraksi, jiwanyalah yang bermain. Di situlah seni berkuasa. Tak mungkin seorang pelukis disamai oleh pelukis lain, sa...

Logika Sebab Akibat

 "If you want to change the world, pick up your pen and write" (Martin Luther) Tulisan Bapak kita ini dikutip seorang waka kurikulum sebuah sekolah. Dia yang saudara sepupu kita mungkin tak berpikir siapa penulisnya. Hanya isi tulisan Bapak kita ini bagus. Puji Tuhan. Demikian tulisku di grup WA alumni persekutuan doaku waktu di kampus. Tetapi ini dibantah oleh seorang alumni yang pendeta. Menurutnya itu bukan tulisan bapak reformasi Kristen, tetapi tulisan Martin Luther King Jr, seorang pendeta Baptist Amerika yg menjadi salah satu tokoh gerakan kesetaraan orang kulit hitam.. Aku pun kirim link-link keberadaan quotes itu yang menghubungkannya dengan sang bapak reformator. Eh ada link yang isinya menyebut sumber dari bapak reformasi tidak jelas. Lalu kukatakan bahwa tak perlu memperpanjang masalah quotes Bapak Martin Luther, yang kita sama-sama tidak tahu. Kita baca puisinya saja: wow beliau penyair. Judul puisinya yang kukirim: In Peace and Joy I Now Depart. Dengan 96 da...

Membicarakan Karya Sastra

Aku menulis ini di depan warung makan sambil menunggu temanku datang. Caraku membuat bahasan seni kritik sastra memang berbeda dengan cara Hudan Hidayat. Aku mengalir seperti sungai dari bukit Sion ke lembah Hermon. Dedy Riyadi paham itu. Bagiku itu seni. Bahkan cara menulis novel-novelku juga demikian, di antaranya. Aku tak mau memotong tulisan-tulisanku menjadi rapi berekonomi kata seperti kata Ezra Pound dalam membuat puisi, seperti yang Hudan tulis. Maka kalau buku kami berdua jadi, demikian juga. Semoga jadi. Lagipula aku tak peduli ini puisi atau prosa atau dibilang non sastra sekalipun. Bagiku ini seni, yang boleh jadi belum dirumuskan oleh para hakim sastra guna memudahkan klasifikasi. Martin Aleida pernah bilang di Mejabudaya tentang emosi yang terpelihara dalam tulisan yang ditulis secara langsung. Apakah tulisanku ini seni kritik sastra. kujawab ya. Sebagai kritik sastra ia membicarakan tentang karya sastra yang pasti kan kau temui di halaman-halaman berikutnya. Bukuku Sejar...

Menjadi Karya Sastra

Sekarang aku di dalam warung pasang kuping ada tiga wartawan sedang berbincang. Banyak wartawan sekaligus sastrawan di negeri ini. Di WAG Ruang Sastra, Kongkow Sastra, Partey Penulis Puisi, itu tempat mereka berkumpul. Wartawan sekaligus penyair, atau sastrawan jenis lain. Bahkan ketua komite sastra  kota megapolitan yang pernah di WAG Seni Kritik Sastra ini juga kukenal sebagai wartawan di kota pantai berbatas dengan Singapura. Yalah kau tahu, Hasan Aspahani adalah redaktur Batam Pos waktu itu. Puisi-puisiku pernah dimuatnya di koran ini. Kritik puisiku bertema makanan itu pernah dibahas di Newseum Cafe Jakarta dengan pembahas Binhad Nurrohmat dan Pakcik Ahmad, 2009. Pada banyak acara bedah buku sangat sering kudengar ungkapan pisau bedah analisis buku bila tidak tepat akan dapat merusak segalanya. Bahkan dibilang dapat membikin kasihan penulis atau penyairnya. Misal, seharusnya pakai pisau bedah kok pakai kampak. Yalah, kalau itu bedah hewan sungguhan. Kan aku berpengalaman soal ...

Nafsu Berbalut Sastra

Tadi kulihat Dedy Riyadi menulis di Grup WA Seni Sastra. Tapi ternyata tulisannya tidak muncul. Lalu muncul puisi yang memuat kata alibi dan ranum oleh Umar Tajjudin. Hudan Hidayat pun menulis tantangan kepenulisan yang mengasyikkan. Sementara aku mau tidur karena kurang tidur. Makananku kritik sastra karena tiga bukuku diteliti menjadi puluhan skripsi, tesis dan jurnal ilmiah. Terus kau bilang logika kuantitas dibanding kualitas untuk sebuah kebenaran. Kepalaku berdenyut terlalu banyak minum es teh. Dalam tulisan ilmiah tiga buku itu ada kritik sastra yang bikin penulisnya menjadi sarjana dan magister, dan doktor makin motor. Makanlah itu kalau kau bilang itu kritik sastra yang matang. Mari kita bermain-main seni yang menggoreng nasi kritik sastra tidak kering kerontang nasi karak. Kita mulai dari mana? Terlalu banyak buku kesepian sekarang. Kesepian karena nafsu disebut sastra. Hitung buku puisi yang saban tahun dikirim untuk hari puisi. Pret. Aku juga menerbitkan buku puisi salah se...

Amplitudo Makrifat

Titiyani Sirep Tidhem. Tepat pukul dua belas malam aku terjaga dari tidur soreku. Langsung kugosok gigi, minum air putih, dan mau kembali tidur. Seharusnya begitu. Karena begitu masuk waktu selanjutnya kita masuk waktu Gandayoni. Saat mimpi sesungguhnya alam bawah sadar yang mewujudkan. Hudan Hidayat dengan penuh kearifan menangkap pesanku oleh karena kematangannya dalam bersastra. Tataran tulisannya sudah melampaui bentuk bermakna, tahap yang dianggap terakhir dalam langkah-langkah seni. Tiruan kenyataan, universalisasi nilai-nilai individu, nilai-nilai ketuhanan-kebenaran dan kebaikan, serta bentuk bermakna itu. Kalau Umar Tadjuddin masih mempersoalkan bentuk, aku menganggap itu bukan mengkritik tulisanku tetapi lebih bagus memang anggota grup WA Seni Kritik Sastra berpendapat apapun dan menulis apapun secara bebas di sini. Agar grup hidup. Sekaligus menunjukkan kepada dunia. Kita sedang merenangi seni kritik sastra yang tidak anti kritik. Yang antikritik kuanggap dapat ditandai deng...

Bukan Lagi Non Sastra

Hudan Hidayat, jangankan tulisan kita, Hu. Lirik lagu Bob Dylan yang menerima anugerah sastra Nobel 2016 juga membuat pelaku sastra Indonesia meriang. Juga terhadap puisi naratif atau prosa liris Denny Januar Ali tidak kusebut nama pilihannya karena aku tidak bersetuju oleh sebab sudah ada tulisan model begini. Meski dengan berbagai pembelaan yang disebut Umar Tadjuddin sebagai alibi. Jadi aku termasuk juga meriang ya, Hu, terhadap kelahiran gerakan mereka. Hahaha. Karma ya Hu. Maka ketika gerakan seni kritik esai kita lahir, kita pun bikin mereka juga meriang. Tapi aneh mereka tidak meriang dengan novel model autobiografi atau autobiografi sebagai novel Annie Ernaux penerima nobel sastra 2022. Ah Hu, memangnya aku pembawa termometer tubuh orang. Di Mejabudaya 2000-an pernah dibahas Diary Anne Frank juga kok Hu menjadi sastra berkelas dunia. Jadi mengapa kita membahas meriang-meriang model begitu. Dunia kreatif memang tak terbatas. Dan Dedy Riyadi sudah membahas novel Eddy D Iskandar, ...

Kritik Sastra Yang Cantik

Leon Agusta yang kau tulis, Hu, yang kuingat kumis putihnya saat ia datang di warung tenda Taman Ismail Marzuki. Kalau ia doktrinal seperti kepada tulisanmu itu aku memahami karena zamannya dibuat begitu. Oh maaf Hu, ternyata yang doktrinal kaku kepada tulisanmu yang merdeka adalah Danarto ya Hu. Yang sama-sama suka berpakaian putih saat di TIM. Baiklah, kalau Leon menerjemahkan Pablo Neruda, pasti tak seperti kemeja lengan putihnya. Puisinya yang terjemahan Pablo mungkin kuyakin tak bakal setitis maksud Pablo. Ada ruang antara mereka. Ada perantara pula di situ. Ada lain-lain yang dapat menghubungkannya. Celana dan baju memberi bentuk pada tubuh kita, atau sebaliknya kah, Hu. Sebelum pakaian itu dibentuk, modelnya dari tubuh kita yang dikur oleh penjahit. Penjahit yang baik akan memberi cita rasa padanya. Beda antara Mbak Sri dan Pak Muji. Mbak Sri meski guru ketrampilan menjahit di SMK, ia kurang berseni ketika menjahit pakaian Vitta. Wujud pakaiannya kaku, beda dengan Pak Muji. Mesk...