Fokus Terbaru

Penyelesaian Masalah Air dan Pupuk Jadi Kunci Capaian Produksi Padi Bojonegoro

Bagaimana Sinergi Pemupukan dan Infrastruktur Air Dorong Bojonegoro Puncaki Produksi Padi Jawa Timur? BOJONEGORO, www.penerbitmajas.com — ...

Minggu, 25 Oktober 2026

Kritik Terhadap Bagi-bagi Makanan Gratis di Alun-Alun Bojonegoro Berbasis Data




Bermartabat, makan bersama Ormas Blakraan di Sendang Templek Jono Temayang Bojonegoro 

Opini Yonathan Rahardjo

Penyelenggaraan bagi-bagi makanan gratis di alun-alun Bojonegoro dalam rangka Hari Jadi Bojonegoro ke-349 menyisakan banyak kritik. Termasuk di antaranya terhadap peran Ormas di situ. Bilamana ada Ormas yang terlibat dalam acara yang diwarnai kekisruhan di situ, maka data pengingat ini dianggap dibutuhkan.

Berpetualang di Sendang Templek Bersama Ormas Blakraan


 Ormas Blakraan di Sendang Templek Jono Temayang Bojonegoro 

Sajak Yonathan Rahardjo

Sudah kehabisan kata, aku memilih menyepi bersama teman Blakraan.

Segala masukanku sebagai mitra ormas telanjur terjadi.

Semua kukembalikan kepada alam.

Dengan segala konsekuensi.


Sendang Templek, 25 Oktober 2026

Menguji Batas "Jarak" dan "Rasa Pulang": Refleksi dari Kelompok Intensif Akhir Pekan


Katakanlah ini gereja Anda. Seharusnya ada kerinduan Anda untuk pulang ke kota kampung halaman Anda sendiri setiap minggu. Karena soal ke persekutuan doa Anda dapat juga di gereja di kota asal Anda ini. Tidak perlu harus persekutuan doa di tempat Anda kuliah.

Opini Yonathan Rahardjo

Dalam studi sosiologi ruang dan mobilitas, jarak geografis sering kali dianggap sebagai variabel utama yang menentukan frekuensi seseorang kembali ke kampung halaman. Secara teoretis, semakin dekat jarak antara tempat tinggal saat ini dengan tempat asal, semakin tinggi probabilitas seseorang untuk pulang. Namun, pengalaman empiris di lapangan—bahkan dalam konteks kehidupan sehari-hari—sering kali meruntuhkan asumsi linier tersebut.