Tampilkan postingan dengan label Wacana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wacana. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 Juli 2026

Esai Analisis Puisi "Sudut Baca"

Oleh: Opa Jappy* 





Puisi dari Ajun Pujang Anom, Bojonegoro pada 11 Juli 2026 

 Membawa pesan sangat relevan tentang kekuatan literasi dan transformasi ruang. Melalui untaian kata sederhana namun penuh makna, menggambarkan proses perubahan sudut, awalnya mati dan terlupakan menjadi oase ilmu pengetahuan yang hidup dan penuh harapan.

Sudut Baca


Oleh: Ajun Pujang Anom
 

 

Di sudut sunyi yang lama terlupa, 

rak-rak kayu menunggu cerita. 

Debu pernah singgah, sepi pernah berdiam, 

namun harapan tak pernah tenggelam. 

 

Kini satu demi satu buku datang, 

mengisi ruang yang dulu lapang. 

Dari pengetahuan yang membuka cakrawala, 

hingga sastra yang menghidupkan jiwa. 

 

Setiap halaman adalah jendela, 

mengantar mimpi menjelajah semesta. 

Setiap bacaan menyalakan cahaya, 

membimbing langkah menuju cita. 

 

Sudut baca bukan sekadar tempat, 

melainkan rumah bagi semangat. 

Sebab rak yang dahulu terbengkalai, 

kini menjadi taman ilmu yang tak pernah usai. 

 

Bojonegoro, 11 Juli 2026

Jumat, 10 Juli 2026

Tawuran Sastra: Ketika Sindiran dan Pembelaan Lahir dari Rahim yang Sama




Oleh: Ajun Pujang Anom
 

 Bojonegoro — Ketika mendengar kata tawuran, otomatis pikiran bawah sadar mengerucut pada tindakan yang berbau kriminal, penuh amarah, bahkan identik dengan perusakan fasilitas publik. Kata itu seolah selalu berkonotasi negatif. Namun, jika dibawa ke ranah sastra, "tawuran" justru dapat menjelma menjadi peristiwa yang sarat keindahan, pertarungan gagasan yang berlangsung tanpa kekerasan, melainkan dengan kekuatan diksi, metafora, dan pemikiran. 

Senin, 26 Januari 2026

MATIUS 3


 Matius 3 merupakan pasal yang sangat krusial dalam Perjanjian Baru karena menandai transisi dari masa persiapan (nubuatan Perjanjian Lama) ke realitas Kerajaan Allah yang hadir melalui Yesus Kristus.

Sabtu, 24 Januari 2026

MATIUS 1



Analisis teologis terhadap Matius 1 bukan sekadar membaca silsilah yang panjang atau kisah kelahiran, melainkan memahami bagaimana penginjil Matius meletakkan fondasi bagi seluruh Perjanjian Baru. Matius ingin membuktikan bahwa Yesus adalah jawaban atas janji-janji Allah di masa lampau.

Kamis, 22 Januari 2026

JALAN, KEBENARAN, HIDUP

 Ungkapan "Jalan, Kebenaran, dan Hidup" merupakan salah satu pernyataan paling ikonik dan mendalam dalam sejarah spiritualitas, khususnya dalam tradisi Kristiani. Kalimat ini berasal dari Injil Yohanes 14:6.

JANGANLAH KUATIR AKAN HIDUPMU




Ayat mengenai "Janganlah Kuatir" merupakan salah satu bagian yang paling menenangkan dan terkenal dalam Alkitab, tepatnya terdapat dalam Matius 6:25-34.
Bagian ini adalah bagian dari Khotbah di Bukit, di mana Yesus memberikan perspektif baru tentang bagaimana kita seharusnya memandang kebutuhan hidup sehari-hari.

Rabu, 21 Januari 2026

YESUS DAN BEELZEBUL

Yesus dan Beelzebul merujuk pada tuduhan ahli-ahli Taurat bahwa Yesus mengusir setan dengan kuasa Beelzebul (penghulu setan), yang dicatat dalam Injil Matius 12:22–37, Lukas 11:14–23, dan Markus 3:20–30. 

YESUS MENGUSIR SETAN


Yesus mengusir roh-roh jahat dari seorang pria yang dirasuk ke dalam kawanan babi, yang kemudian berlari ke danau dan mati tenggelam. Peristiwa ini dicatat dalam Injil Matius 8, Markus 5, dan Lukas 8. 

YESUS DAN ORANG BUTA











Berdasarkan catatan rinci di dalam keempat Injil, terdapat setidaknya 8 orang buta yang disembuhkan secara spesifik dalam peristiwa-peristiwa yang dicatat. Namun, Alkitab juga menyatakan bahwa Yesus menyembuhkan "banyak" orang buta lainnya dalam berbagai kesempatan tanpa menyebutkan jumlah pastinya.

YESUS DAN PEREMPUAN

Hubungan antara Yesus dan perempuan merupakan salah satu aspek yang paling revolusioner dalam narasi Injil. Pada masa itu, budaya Yahudi dan Romawi cenderung menempatkan perempuan di posisi sekunder, namun Yesus secara konsisten mendobrak batasan sosial tersebut.

Minggu, 28 Desember 2025

Sudut Edukasi: Mengembalikan Marwah Bahasa




Oleh: Ajun Pujang Anom 

Mukadimah 

Dalam diskursus pendidikan bahasa, sering kali terjadi perdebatan klasik: apakah kita harus mengejar ketepatan tata bahasa (akurasitas) sejak awal, ataukah kita harus membiarkan gagasan mengalir bebas meskipun struktur bahasanya berantakan (kelancaran)? Sering kali, kurikulum pendidikan terjebak pada pendekatan preskriptif, di mana standar kebakuan dipaksakan sejak hari pertama. Padahal, jika kita menilik hakikat bahasa, urutan ini seharusnya dibalik. Bahasa pertama-tama harus diposisikan sebagai alat komunikasi, lalu secara bertahap diarahkan menuju standar kebakuan. Keduanya penting, namun keduanya menempati ruang dan waktu yang berbeda dalam kurva pembelajaran manusia. 

Kamis, 25 Desember 2025

BUKAN SANDIWARA




Bukan Sandiwara


Dulu saat sekolah sabat anak-anak guru sekolah sabat bilang gereja kita natalannya setiap hari

Di SMP-SMA-kampus kukenal natalan di sekolah-UK3-Lahai Roi

Senin, 22 Desember 2025

Luka Sang Ibu


Oleh: Ajun Pujang Anom


Ibu adalah punggung yang tak pernah bertanya kapan beban akan reda

Ia mencuci baju-baju nasib di sungai yang keruh airnya

Mengucek duka, membilas perih, menjemurnya di bawah terik ketidakpastian.

Minggu, 21 Desember 2025

Muara Segala Teduh


Oleh: Ajun Pujang Anom

Ibu, 
Mengingatmu adalah cara paling sunyi untuk pulang 
Ke sebuah rumah yang pintunya tak pernah terkunci 
Di mana harum doa dan aroma dapur tua
Menjadi satu-satunya obat bagi luka yang dibawa dunia. 

Kamis, 20 November 2025

Kwarcab Bojonegoro Siap Menjadi Pilar Utama Generasi Emas 2045


BOJONEGORO, Penerbitmajas.com - Pengukuhan pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) Bojonegoro, Majelis Pembimbing Cabang (Mabincab), dan anggota Pramuka Garuda untuk masa bakti 2025–2030 yang dilaksanakan pada 20 November 2025 di GOR Utama Bojonegoro, mengirimkan sinyal politik dan komitmen yang sangat kuat dari Pemerintah Daerah Bojonegoro terhadap Gerakan Pramuka.

Jumat, 14 November 2025

KENDALIKANLAH POLITIK DENGAN BUDAYA




Politik adalah bagian dari budaya. Maka ketika kita berpolitik, politik kita harus berbudaya. Bukan politik yang mengendalikan budaya. Hakikat budaya adalah segala upaya manusia untuk meningkatkan taraf hidupnya. Caranya dapat bermacam-macam, termasuk dengan berpolitik.

Rabu, 12 November 2025

TAHBISAN BUDAYA



Dalam perjalanan ke desa Padang lewat Trucuk, setelah melintas Sosrodilogo... terasa mulusnya jalan dibanding usai pentas tari thengul massal pertama di atas jembatan, 2020.


Selasa, 21 Oktober 2025

LUKISAN TAK BERBINGKAI





LUKISAN TAK BERBINGKAI 

Pengarang: Yonathan Rahardjo 

Klik ini untuk pesan lewat WA

Harga Buku Cetak: Rp 50.000 + ongkir
Harga eBook PDF: Rp 25.000

Jumat, 17 Oktober 2025

INTERDENOMINASI


INTERDENOMINASI

Pengarang: Yonathan Rahardjo 

Klik ini untuk pesan lewat WA

Harga Buku Cetak: Rp 50.000 + ongkir
Harga eBook PDF: Rp 25.000