Fokus Terbaru

Penyelesaian Masalah Air dan Pupuk Jadi Kunci Capaian Produksi Padi Bojonegoro

Bagaimana Sinergi Pemupukan dan Infrastruktur Air Dorong Bojonegoro Puncaki Produksi Padi Jawa Timur? BOJONEGORO, www.penerbitmajas.com — ...

Sabtu, 24 Oktober 2026

Fenomena Festival Publik di Bojonegoro: Antara Politik Simbolik, Kontestasi Legitimasi, dan Ruang Publik



Perwakilan Ormas dalam Sinergitas Ormas Bojonegoro saat sedang rapat pawai budaya 1 November 2026 (bukan BNC 31 Oktober 2026)

 Opini Yonathan Rahardjo

Dinamika penyelenggaraan perayaan Hari Jadi Bojonegoro (HJB)—yang diwarnai oleh isu keamanan di ruang publik saat Festival Sandur, kontroversi pembatalan Bojonegoro Night Carnival (BNC), hingga diskursus seputar Pawai Budaya—menarik untuk dicermati secara analitis. Fenomena ini bukan sekadar persoalan teknis manajerial kegiatan, melainkan cerminan dari kompleksitas hubungan antara politik simbolik, transformasi kebijakan antar-rezim, dan netralitas organisasi kemasyarakatan.

Menakar Ulang Krisis Solar: Anomali Tata Kelola, Celah Distribusi, dan Kegagalan Logika Kebijakan


Bensin sering disimbolkan sebagai makanan nasi dan lauknya yang sama-sama berfungsi sebagai bahan bakar. Satu bahan bakar motor satu bahan bakar tubuh. Maka simbol dari solar pun dapat diterakan dalam wujud makanan beda lauk.

Opini Yonathan Rahardjo

Fenomena antrean panjang kendaraan niaga di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) demi mendapatkan bahan bakar solar—seperti yang terpantau di Kendari, Mandailing Natal, hingga simpul-simpul logistik daerah—tidak lagi bisa dibaca sebagai dinamika pasar yang wajar. Ketika waktu tunggu pengisian memaksa para pengemudi truk logistik merelakan malam beratap langit di atas aspal SPBU, kita sedang menyaksikan sebuah anomali sosial-ekonomi: disonansi telak antara klaim instansional di ruang ber-AC dengan realitas pahit di tingkat tapak.

Kasih Harus Kepada Yang Spesifik, Konkret dan Paling Butuh


Paduan suara Gema Nafiri, misa Sabtu 24 Oktober 2026 yang disamakan dengan Minggu 25 Oktober 2026 di Gereja Katolik Bojonegoro.

BOJONEGORO, www.penerbitmajas.com - Kasih kepada Allah harus mewujud dalam tindakan kepada sesama. Kasih kepada sesama harus mewujud kepada yang spesifik, konkret dan paling membutuhkan.

Hukum Alam, Pitik Walik, dan Ketulusan yang Bernyawa




Ini tarian seni saat HUT sebuah kabupaten. Dalam tulis-menulis dan komunikasi sesama dokter hewan yang sudah dewasa juga ada seni.

Opini Yonathan Rahardjo

Di alam raya, hukum paling primitif sekaligus paling abadi bukanlah siapa yang paling keras berteriak, melainkan siapa yang paling otentik beradaptasi dan bertahan. Selama dekade demi dekade—merentang dari tahun 1994, melewati tahun 2018, hingga hari-hari belakangan ini—perjalanan menatap lembar demi lembar dunia tulis-menulis menghadirkan sebuah kontemplasi sunyi: kapan sebuah tulisan menjadi hidup, dan kapan ia sekadar menjadi deretan huruf yang kering?

Disiplin Organisasi dan Titik Garis Bagi Ad Hoc



Dalam tradisi Jawa pembentukan dan pembubaran kepanitiaan acap disimbolkan dengan potong dan makan tumpeng bersama seluruh panitia

Opini Yonathan Rahardjo

Dalam tata kelola kelembagaan—baik publik maupun komunitas masyarakat—kejelasan struktur dan batas kewenangan adalah benteng utama profesionalisme. Kita sering kali mengenal istilah Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dalam tata kelola keuangan negara atau daerah. KPA memegang mandat resmi, batasan program, serta tanggung jawab formal yang terikat ketat oleh tenggat dan pertanggungjawaban material. Logika hukum dan tata kelola yang melingkupi KPA sejatinya bertumpu pada satu prinsip mendasar: setiap kewenangan yang dibuka oleh sebuah keputusan, wajib ditutup dengan pertanggungjawaban yang tuntas.