Fokus Terbaru

Penyelesaian Masalah Air dan Pupuk Jadi Kunci Capaian Produksi Padi Bojonegoro

Bagaimana Sinergi Pemupukan dan Infrastruktur Air Dorong Bojonegoro Puncaki Produksi Padi Jawa Timur? BOJONEGORO, www.penerbitmajas.com — ...

Senin, 26 Oktober 2026

Menjaga Marwah Ruang Publik: Batas Tipis antara Kritik Konstruktif dan Jerat UU ITE


Mahligai pernikahan lambang memuliakan manusia

Opini Yonathan Rahardjo

Ruang publik digital hari ini sering kali menyerupai sebuah gelanggang terbuka yang bising. Di satu sisi, kebebasan berpendapat dijunjung tinggi sebagai pilar utama demokrasi. Di sisi lain, batas antara menyampaikan masukan yang objektif dan tergelincir ke dalam pelanggaran hukum terasa begitu tipis. Kegelisahan ini kian nyata ketika diskursus publik diwarnai oleh emosi ketimbang nalar yang jernih.

Minggu, 25 Oktober 2026

Kritik Terhadap Bagi-bagi Makanan Gratis di Alun-Alun Bojonegoro Berbasis Data




Bermartabat, makan bersama Ormas Blakraan di Sendang Templek Jono Temayang Bojonegoro 

Opini Yonathan Rahardjo

Penyelenggaraan bagi-bagi makanan gratis di alun-alun Bojonegoro dalam rangka Hari Jadi Bojonegoro ke-349 menyisakan banyak kritik. Termasuk di antaranya terhadap peran Ormas di situ. Bilamana ada Ormas yang terlibat dalam acara yang diwarnai kekisruhan di situ, maka data pengingat ini dianggap dibutuhkan.

Berpetualang di Sendang Templek Bersama Ormas Blakraan


 Ormas Blakraan di Sendang Templek Jono Temayang Bojonegoro 

Sajak Yonathan Rahardjo

Sudah kehabisan kata, aku memilih menyepi bersama teman Blakraan.

Segala masukanku sebagai mitra ormas telanjur terjadi.

Semua kukembalikan kepada alam.

Dengan segala konsekuensi.


Sendang Templek, 25 Oktober 2026

Menguji Batas "Jarak" dan "Rasa Pulang": Refleksi dari Kelompok Intensif Akhir Pekan


Katakanlah ini gereja Anda. Seharusnya ada kerinduan Anda untuk pulang ke kota kampung halaman Anda sendiri setiap minggu. Karena soal ke persekutuan doa Anda dapat juga di gereja di kota asal Anda ini. Tidak perlu harus persekutuan doa di tempat Anda kuliah.

Opini Yonathan Rahardjo

Dalam studi sosiologi ruang dan mobilitas, jarak geografis sering kali dianggap sebagai variabel utama yang menentukan frekuensi seseorang kembali ke kampung halaman. Secara teoretis, semakin dekat jarak antara tempat tinggal saat ini dengan tempat asal, semakin tinggi probabilitas seseorang untuk pulang. Namun, pengalaman empiris di lapangan—bahkan dalam konteks kehidupan sehari-hari—sering kali meruntuhkan asumsi linier tersebut.

Sabtu, 24 Oktober 2026

Fenomena Festival Publik di Bojonegoro: Antara Politik Simbolik, Kontestasi Legitimasi, dan Ruang Publik



Perwakilan Ormas dalam Sinergitas Ormas Bojonegoro saat sedang rapat pawai budaya 1 November 2026 (bukan BNC 31 Oktober 2026)

 Opini Yonathan Rahardjo

Dinamika penyelenggaraan perayaan Hari Jadi Bojonegoro (HJB)—yang diwarnai oleh isu keamanan di ruang publik saat Festival Sandur, kontroversi pembatalan Bojonegoro Night Carnival (BNC), hingga diskursus seputar Pawai Budaya—menarik untuk dicermati secara analitis. Fenomena ini bukan sekadar persoalan teknis manajerial kegiatan, melainkan cerminan dari kompleksitas hubungan antara politik simbolik, transformasi kebijakan antar-rezim, dan netralitas organisasi kemasyarakatan.

Menakar Ulang Krisis Solar: Anomali Tata Kelola, Celah Distribusi, dan Kegagalan Logika Kebijakan


Bensin sering disimbolkan sebagai makanan nasi dan lauknya yang sama-sama berfungsi sebagai bahan bakar. Satu bahan bakar motor satu bahan bakar tubuh. Maka simbol dari solar pun dapat diterakan dalam wujud makanan beda lauk.

Opini Yonathan Rahardjo

Fenomena antrean panjang kendaraan niaga di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) demi mendapatkan bahan bakar solar—seperti yang terpantau di Kendari, Mandailing Natal, hingga simpul-simpul logistik daerah—tidak lagi bisa dibaca sebagai dinamika pasar yang wajar. Ketika waktu tunggu pengisian memaksa para pengemudi truk logistik merelakan malam beratap langit di atas aspal SPBU, kita sedang menyaksikan sebuah anomali sosial-ekonomi: disonansi telak antara klaim instansional di ruang ber-AC dengan realitas pahit di tingkat tapak.