Musa dan Yosua pasti sering ngopi bersama, kalau zaman sekarang. Kalau pada zaman mereka, anggur, susu segar, yogurt, air mata air, air sumur, bir kuno, yang lazim ada.
Ngopi atau segala minuman yang ada pada zaman Musa dan Yosua jelas bukan hanya dikepung tanpa percakapan.
Di Bojonegoro undangan ngopi bukan sekedar kumpul minum kopi. Tetapi undangan bisik-bisik, lobi-lobi, bikin rencana bersama. Dapat di mana saja, kafe, warung kopi, lesehan di atas trotoar. Undangannya ngopi, tapi yang diminum bisa teh, jahe, susu, es sirup atau lain-lain.
Kebersamaan Musa dan Yosua dilambari kedekatan mereka. Maka muluslah pemuridan Allah lewat dua hamba-Nya ini.
Terkadang dalam percakapan "ngopi" itu materi yang dikomunikasikan tidak sampai dengan baik antara komunikator dan komunikan.
Faktornya dapat eksternal dan internal komunikan. Maka transfer pemuridan Musa hanya dapat diterima dan dikembangkan lebih baik, pada Yosua dan Kaleb.
Padahal murid Musa yang ikut ngopi sangat banyak.
12 pengintai Kanaan sama-sama melihat bangsa Enak yang raksasa. 10 orang takut dan balik kucing. Yosua dan Kaleb maju terus dan menang.
Yosua dan Kaleb tunduk patuh kepada Allah yang diperkenalkan Musa. Yang lain tidak.
Yosua dan Kaleb menangkap dan mengembangkan visi Musa. Yang lain tidak.
Apakah Yosua dan Kaleb terbebas dari trauma mental budak akibat sangat lama jadi budak bangsa Mesir di negeri Mesir?
Ya. Karena mereka lahir di tanah perbudakan tetapi mental mereka tidak trauma jadi budak seperti umumnya orang Israel yang lain termasuk 10 pengintai yang lain.
Mereka tidak trauma. Kebersamaan dengan Allah mengusir trauma mereka. Bebas jiwa merdeka.
Kebersamaan umat Kristen dengan Yesus pun membebaskan umat Kristen (pengikut dan milik Kristus) dari trauma budak dosa.
Ngopi bersama Yesus sangatlah penting dan mendesak. Selalu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar