Minggu, 01 November 2026

Tentang Orang Kudus


Hari raya semua orang Kudus punya maksud gereja menghormati orang Kudus

BOJONEGORO, www.penerbitmajas.com - Hari raya orang Kudus adalah tema misa Minggu 1 November 2026 di Gereja Katolik Santo Paulus Bojonegoro. Romo Sapta Widada, C.M. mengungkapkan tentang gereja mengimani Persekutuan para Kudus dan kebangkitan dan hidup kekal. 


Bacaan pertama oleh lektor dari Kitab Wahyu 7:2-4, 9-14 tentang penglihatan Yohanes mengenai meterai Allah pada hamba-hamba-Nya dan kumpulan orang besar yang diselamatkan.



Bacaan Yohanes 3:1-3 mencatat awal percakapan yang sangat penting antara Yesus dan Nicodemus, seorang pemimpin agama Yahudi dari golongan Farisi. Secara garis besar, bagian ini berbicara tentang pentingnya "dilahirkan kembali" (dilahirkan dari atas) untuk dapat melihat Kerajaan Allah.



Romo Sapta membacakan Injil Matius 5:1-12A, sering kali dalam bacaan liturgis atau leksionaris dibatasi hingga ayat 12 bagian awal atau 5:1–12a) berisi bagian awal dari Khotbah di Bukit (Sermon on the Mount), yang terkenal dengan sebutan "Ucapan Bahagia" (Beatitudes).


Romo Sapta mengungkap Hari raya semua orang Kudus punya maksud gereja menghormati orang Kudus sebagai teladan hidup orang beriman. Lalu mengingatkan bahwa ada kehidupan abadi. 



Kelompok-kelompok orang Kudus pun diutarakan oleh Romo Sapta. Gereja Katolik mengakui orang kudus yang terdiri dari para santo/santa terkanonisasi maupun jiwa-jiwa tak terhitung di surga yang dikelompokkan ke dalam kategori liturgis seperti martir, rasul, pujangga gereja, biarawan/biarawati, hingga kaum awam dan keluarga, dan semuanya dihormati melalui devosi (dulia) untuk meneladani kesucian serta iman mereka kepada Allah.





Dalam tradisi dan teologi Katolik, istilah "orang kudus" (dalam arti sempit/resmi sebagai Santo/Santa) hanya disematkan kepada mereka yang sudah meninggal dunia dan dipastikan berada di surga; namun, secara teologis, seluruh umat Katolik yang masih hidup di dunia ini juga dipanggil menjadi orang kudus dan sering disebut sebagai "orang-orang kudus yang masih berziarah" (church militant). (Ellisabeth)


Tidak ada komentar: