Ini bukan kegiatan karitatif tetapi pembagian konsumsi saat acara melibatkan banyak ormas tepat HJB malam
Opini: Yonathan Rahardjo
Kegiatan karitatif atau bakti sosial yang dilakukan oleh Ormas (Organisasi Kemasyarakatan) tidak sepenuhnya habis atau hilang, tetapi peran dan penekanannya telah mengalami perubahan zaman serta penyesuaian regulasi di Indonesia.
Maka ketika muncul ide ormas beli dan bagi-bagi roti kepada masyarakat saat Festival Sandur dalam Rangka Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-349 hal ini mengingatkan era ketika paradigma karitatif menjadi pendekatan utama/dominan bagi ormas/LSM di Indonesia, pergeseran tersebut umumnya dicatat terjadi pada akhir tahun 1970-an hingga era 1980-an.
Selanjutnya ada pergeseran peran dan kegiatan ormas di Indonesia:
1. Perubahan Paradigma Ormas/LSM di Indonesia
- Era Karitatif (Sebelum / Awal 1970-an): Ormas, yayasan, dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) awal mulanya didirikan dengan tujuan karitatif (charity), yaitu memberikan bantuan karitas berupa sembako, santunan, pelayanan medis gratis, panti asuhan, dan bantuan darurat bencana.
- Era Pemberdayaan & Advokasi (Sejak 1980-an - 1990-an): Pendekatan karitatif mulai dianggap kurang menyelesaikan akar masalah kemiskinan dan ketidakadilan (hanya memberi "ikan", bukan "kail"). Sejak era 1980-an, banyak ormas dan LSM beralih ke paradigma pemberdayaan masyarakat (empowerment) dan advokasi kebijakan/HAK.
2. Transformasi ke Fungsi Pemberdayaan dan Pengawasan
Berdasarkan UU No. 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan (serta perubahannya pada UU No. 16 Tahun 2017), fungsi Ormas modern tidak lagi terbatas pada aspek karitatif, melainkan mencakup:
- Pemberdayaan Masyarakat: Penguatan ekonomi, pelatihan keterampilan, dan UMKM.
- Pelayanan Publik & Sosial: Pendidikan, kesehatan, dan kebudayaan.
- Pengawasan Sosial (Control/Advocacy): Menjadi mitra sekaligus pengawas kebijakan pemerintah.
- Pengembangan Kewirausahaan Sosial: Ormas mengelola unit usaha mandiri agar berkelanjutan (sustainable).
3. Apakah Kegiatan Karitatif Masih Ada?
Meskipun bukan lagi satu-satunya fokus, kegiatan karitatif masih sangat populer dan efektif dilakukan ormas pada momentum tertentu, seperti:
- Masa Tanggap Darurat Bencana Alam: Penyaluran logistik dan bantuan kemanusiaan.
- Momentum Keagamaan: Penggalangan zakat/sedekah, pembagian hewan kurban, atau bakti sosial Ramadhan.
- Bantuan Sosial Tepat Sasaran: Program santunan untuk anak yatim dan lansia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar