Kamis, 22 Oktober 2026

Intinya Tidak Perlu Membenturkan Pawai Budaya Bojonegoro dengan Festival Sandur, Tidak Ada Kaitannya




Rapat teknis 20 Oktober 2026 persiapan pawai budaya Bojonegoro 1 November 2026

Opini: Yonathan Rahardjo

 Intinya tidak perlu membenturkan pawai dan festival sandur. Tidak ada kaitannya. Perlu peka bahwa BNC dan Pawai Budaya Bojonegoro dampak ekonominya besar karena melibatkan masyarakat luas. Spektrumnya semua roda perekonomian semua masyarakat yang dilewati pawai dan semua lapisan masyarakat yang ikut pawai dan semua sektor ekonomi pendukung peserta sarana dan prasarana pawai.


Demikian intisari dari artikel opini yang dapat diberi judul: Menimbang Ruang Publik: Mengapa Membenturkan Festival Sandur dengan Bojonegoro Night Carnival Adalah Kekeliruan

Isu mengenai ditiadakannya kegiatan populer seperti Bojonegoro Night Carnival (BNC) atau Pawai Budaya/Bojonegoro Barat Carnival (BBC) dan digantikan manfaatnya oleh agenda tradisi seperti Festival Sandur sering kali memicu perdebatan publik. Muncul anggapan atau narasi bahwa satu acara "lebih bermanfaat" dibandingkan acara lainnya. 

Namun, jika dicermati lebih mendalam, tidak ada relevansinya membandingkan kebermanfaatan Festival Sandur dengan BNC atau pawai budaya secara langsung, karena keduanya berdiri di atas pijakan, fungsi, dan dampak sosial yang jauh berbeda.


1. Perbedaan Karakter dan Peran Budaya

Festival Sandur merupakan bentuk upaya pelestarian seni tradisi lokal khas Bojonegoro yang kaya akan nilai filosofis, sejarah, dan nilai-nilai luhur. Fungsi utamanya adalah edukasi budaya, pelestarian warisan leluhur (heritabilitas), serta penguatan identitas kedaerahan di tengah arus modernisasi.

Di sisi lain, Bojonegoro Night Carnival (BNC) atau Pawai Budaya dirancang sebagai ajang hiburan populer massal, wadah kreativitas umum, serta sarana pesta rakyat. Mengukur keduannya dengan meteran yang sama—seolah-olah seni tradisi harus bertanding tingkat kemanfaatannya dengan karnaval modern—adalah hal yang kurang tepat.


2. Ranah Dampak Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat

Masing-masing kegiatan menggerakkan roda ekonomi lokal dengan skala dan ceruk yang berlainan:

 * Pawai Budaya & BNC: Berdampak langsung pada perputaran ekonomi secara luas dalam waktu singkat, seperti pelibatan UMKM kuliner, penyewa kostum, perias, jasa fotografi, hingga juru parkir.

 * Festival Sandur: Menggerakkan ekosistem pelaku seni lokal, sanggar budaya, pegiat sastra, serta masyarakat pecinta tradisi, yang membutuhkan wadah berkarya secara konsisten agar seni daerah tidak punah.

Keduanya sama-sama memberikan manfaat ekonomi dan sosial, namun menyasar kelompok masyarakat dan sektor ekonomi yang berbeda.


3. Kebijakan Publik yang Seharusnya Inklusif

Mengarahkan opini publik seolah-olah Festival Sandur "lebih berhak" atau "lebih bermanfaat" daripada karnaval rakyat justru berpotensi memicu dikotomi yang tidak perlu di tengah masyarakat. 

Ruang publik dan anggaran daerah idealnya mampu menampung kedua spektrum tersebut: pelestarian nilai tradisi (Sandur) sekaligus penyediaan hiburan serta wadah kreativitas massal bagi warga (BNC/Pawai Budaya).


Kesimpulan

Tidak ada relevansinya menilai bahwa Festival Sandur lebih bermanfaat dibandingkan BNC atau Pawai Budaya, begitu pula sebaliknya. Masyarakat Bojonegoro membutuhkan keduanya: identitas budaya yang terjaga melalui pelestarian seni tradisi seperti Sandur, serta ruang kebahagiaan dan pergerakan ekonomi rakyat melalui event karnaval. Daripada membenturkan atau menggantikan satu sama lain, pendekatan yang berkelanjutan adalah mengelola keduanya secara seimbang dan beriringan.



Tidak ada komentar: