Nyala Abadi Malowopati: Kirab Obor Sakral dan Doa Lintas Agama Tandai Hari Jadi Bojonegoro ke-349
BOJONEGORO, www.penerbitmajas.com — Suasana malam penuh khidmat dan magis menyelimuti jantung Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Di usia yang menjejak 349 tahun, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menggelar prosesi sakral penyemayaman obor api abadi serta doa bersama lintas agama di Pendopo Malowopati, Senin (19/10/2026).
Malam perayaan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda)—termasuk Dandim 0813, Kapolres, Kajari, Ketua PN—serta pimpinan DPRD, Sekda, para kepala OPD, hingga camat se-Kabupaten Bojonegoro.
Alur Perjalanan Sang "Api Abadi": Dari Kayangan Api Menuju Pendopo
Sebelum disemayamkan, api abadi tersebut telah menempuh perjalanan budaya yang panjang, melibatkan estafet kepemimpinan lintas wilayah yang membakar semangat persatuan warga Bumi Angling Dharma:
- Titik Nol (Minggu, 18/10/2026): Prosesi bermula di kawasan wisata Geopark Kayangan Api, Desa Sendangharjo. Obor sakral dinyalakan dan diambil oleh Kepala Desa Sendangharjo bersama juru kunci setempat sebagai simbol pelestarian warisan leluhur.
- Estafet Lintas Kecamatan: Obor kemudian diserahkan kepada Camat Ngasem (Kasmari) untuk memulai kirab. Dari Ngasem, api secara estafet dialirkan melintasi wilayah Kecamatan Kalitidu (di bawah Camat Djuwono Poerwiyanto), menyusuri Kecamatan Malo (Camat Beny Subiakto), hingga merambah Kecamatan Trucuk di tengah antusiasme warga yang memadati pinggir jalan.
- Puncak Estafet di Pendopo Malowopati (Senin, 19/10/2026):
- Dari Trucuk, obor diserahkan kepada Camat Bojonegoro (David Yudha Prasetya).
- Obor kemudian dioper kepada Ketua DPRD Bojonegoro (Abdulloh Umar).
- Dari Ketua DPRD, api diserahkan kepada Wakil Bupati Bojonegoro (Nurul Azizah).
- Estafet terakhir diberikan kepada Bupati Bojonegoro (Setyo Wahono) untuk resmi disemayamkan di Pendopo Malowopati.
Simbol Kebersamaan dan Harapan yang Tak Pernah Padam
Kirab obor estafet ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan manifestasi nyata dari daya juang, persatuan, dan keteguhan masyarakat Bojonegoro.
Sebagaimana api di Kayangan Api yang tak pernah padam ditelan zaman, nyala obor ini diharapkan mampu mengobar-kobarkan semangat pembangunan yang berkelanjutan—memberi terang, kehangatan, dan kemajuan bagi seluruh masyarakat Bojonegoro di usianya yang ke-349 tahun.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar