Gereja Kristen Indonesia (GKI) Bojonegoro menggelar kebaktian minggu pada 23 Agustus 2026 dengan mengusung tema "Gereja yang Terus Membarui Diri". Pelayanan firman disampaikan oleh Pdt. Hadian dari GKI Ngupasan Yogyakarta, yang sebelumnya telah melayani selama 23 tahun di GKI Godean.
Kebaktian mendasarkan permenungan firman pada tiga bagian Alkitab, yakni Keluaran 1:8–2:10, Roma 12:1–8, dan Matius 16:13–20. Melalui firman Tuhan tersebut, umat diajak untuk terus membaharui akal budi dan memberikan persembahan hidup yang hidup di tengah perubahan zaman.
Dalam kotbahnya, Pdt. Hadian mengingatkan perjalanan panjang sejarah persatuan GKI. Dari akar sejarah Tiong Hoa Kie Tok Kauw Hwee yang berawal pada 1952, gereja terus berkembang hingga proses penyatuan tiga Sinode Wilayah (Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur) yang berlangsung sejak 1962 dan memuncak pada sidang penyatuan satu Sinode GKI pada 1988.
"Tahun ini menandai 38 tahun perjalanan persatuan GKI sebagai satu sinode. Di tengah dinamika dunia yang mencatat lebih dari 45.000 denominasi gereja pada tahun 2021, keberadaan GKI dipanggil untuk tidak berhenti bertransformasi, tetapi terus membarui diri agar tetap relevan dan menjadi saksi Kristus yang berdampak," tegas Pdt. Hadian.
Rangkaian ibadah berlangsung penuh khidmat dan ditutup dengan doa agar jemaat GKI Bojonegoro senantiasa mempergunakan karunia yang berbeda-beda untuk saling melayani sebagai satu tubuh dalam Kristus.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar