Selasa, 22 September 2026

Pembelajaran Menulis Cerita Model BU EMI (Baca, Ungkap, Edit, Menyenangkan, dan Imajinatif) Berbantu AI (Artificial Intelligence) Dengan Pendekatan Deep Learning Di Kawasan Geopark


 ...

Pembelajaran Menulis Cerita Model BU EMI (Baca, Ungkap, Edit, Menyenangkan, dan Imajinatif) Berbantu AI (Artificial Intelligence) Dengan Pendekatan Deep Learning Di Kawasan Geopark

Penulis: Emi Sudarwati, M.Pd.

QRCBN : 62-1311-5438-104

Cetakan Pertama, September 2026

Ukuran: 14,8x21 cm

Tebal: 188 hlm


Buku ini menawarkan Model BU EMI, yaitu:

BU = Baca dan Ungkap

E = Edit

M = Menyenangkan

I = Imajinatif

Model tersebut tentunya dikembangkan dalam rangka untuk membantu peserta didik agar dapat melalui tahapan membaca karya orang lain sebagai sumber inspirasi. Lalu dapat  mengungkapkan gagasan dan pengalamannya sendiri seperti yang dilakukan oleh penulis sebelumnya. Setelah itu mengedit atau memperbaiki tulisan, serta membangun pengalaman menulis yang menyenangkan dan imajinatif.

Model BU EMI ini dapat dipadukan dengan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) sebagai teknologi pendukung proses pembelajaran. Ternyata AI yang saat ini sedang trend dapat digunakan sebagai mitra belajar. Yaitu untuk membantu peserta didik dalam mengeksplorasi ide, lalu mengembangkan gagasan, memperoleh umpan balik, dan juga melakukan refleksi. Jadi, AI ini bukan sebagai pengganti peserta didik sebagai penulis.

Kawasan Geopark sendiri digunakan sebagai ruang belajar yang bersifat kontekstual. Karena Geopark di Bojonegoro ini ternyata menyimpan kekayaan geologi, keanekaragaman hayati, budaya, sejarah, dan kehidupan masyarakat yang nantinya dapat menjadi sumber inspirasi sebuah cerita. Dengan belajar secara langsung dari lingkungan sekitar, maka peserta didik diharapkan mampu menemukan sesuatu yang bernilai. Bahwa ternyata suatu cerita itu dapat hadir dari tempat yang mereka lihat, orang yang mereka temui, budaya yang mereka kenal, serta dari pengalaman yang mereka alami setiap harinya.

Pendekatan Deep Learning ini nantinya akan memberikan penguatan lebih baik, agar pembelajaran tersebut tidak hanya berhenti pada kemampuan menghasilkan teks saja. Namun pada akhirnya peserta didik akan diarahkan untuk belajar secara mendalam. Yaitu melalui pengalaman yang lebih bermakna, kesadaran terhadap proses belajar mengajar, kegiatan yang sifatnya menggembirakan, berpikir lebih kritis, kreativitas tiada batas, kolaborasi yang intens, dan ada refleksi.


Tidak ada komentar: