Lukas 14 melanjutkan perjalanan Yesus menuju Yerusalem dengan tema yang semakin tajam: Etika Kerajaan Allah. Di sini, Yesus menjungkirbalikkan standar sosial dunia tentang siapa yang terhormat, siapa yang diundang, dan apa harga dari sebuah kesetiaan.
Berikut adalah poin-poin utama dari Lukas 14:
1. Penyembuhan pada Hari Sabat & Kerendahan Hati (Ayat 1-11)
Yesus diundang makan di rumah salah seorang pemimpin orang Farisi. Di sana, ada seorang yang sakit busung air.
* Kritik Sabat: Yesus bertanya, "Bolehkah menyembuhkan orang pada hari Sabat atau tidak?" Karena mereka diam, Yesus menyembuhkannya dan menegur kemunafikan mereka yang lebih peduli pada ternak mereka daripada manusia.
* Tempat yang Paling Rendah: Yesus memperhatikan tamu-tamu yang berebut tempat terhormat. Ia memberi nasihat: "Siapa yang meninggikan diri akan direndahkan, dan siapa yang merendahkan diri akan ditinggikan."
2. Siapa yang Seharusnya Diundang? (Ayat 12-14)
Yesus memberikan tips "protokol pesta" yang radikal kepada tuan rumah.
* Jangan Mengundang: Teman, saudara, atau tetangga kaya (karena mereka bisa membalas budi).
* Undanglah: Orang miskin, cacat, lumpuh, dan buta.
* Upahnya: Kamu akan mendapat balasannya pada hari kebangkitan orang-orang benar, karena mereka tidak punya apa-apa untuk membalasmu di dunia.
3. Perumpamaan tentang Perjamuan Besar (Ayat 15-24)
Seorang tamu berkata betapa beruntungnya orang yang makan dalam Kerajaan Allah. Yesus menanggapi dengan perumpamaan:
* Alasan Penolakan: Orang-orang yang diundang pertama kali mulai membuat alasan: satu baru beli ladang, satu baru beli lembu, satu baru menikah.
* Keputusan Tuan Rumah: Marah karena ditolak, ia menyuruh hambanya menjemput orang-orang dari jalan-jalan dan lorong-lorong kota.
* Pesan: Mereka yang merasa "layak" tetapi menyepelekan undangan Tuhan akan kehilangan tempatnya, dan orang-orang yang "terpinggirkan" justru yang akan memenuhi perjamuan itu.
4. Syarat-Syarat Mengikut Yesus (Ayat 25-33)
Bagian ini adalah salah satu yang paling menantang secara emosional. Yesus berbicara kepada orang banyak yang mengikuti-Nya:
* Kasih yang Radikal: Mengikut Yesus harus di atas cinta kepada keluarga bahkan nyawa sendiri (istilah "membenci" di sini adalah gaya bahasa Semitik yang berarti "menomorduakan").
* Memikul Salib: Tidak ada pemuridan tanpa pengorbanan.
* Menghitung Biaya: Yesus memberi dua ilustrasi:
* Membangun Menara: Jangan mulai membangun jika tidak punya biaya sampai selesai.
* Raja yang Berperang: Jangan maju berperang jika tidak yakin bisa menang atau berdamai.
* Kesimpulan: "Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku."
5. Garam yang Tawar (Ayat 34-35)
Yesus menutup dengan peringatan tentang kegunaan murid. Garam itu baik, tetapi jika sudah tawar (kehilangan jati diri dan komitmennya), ia tidak berguna lagi bahkan untuk pupuk sekalipun.
Intisari Lukas 14
Pasal ini menuntut prioritas total. Kerajaan Allah bukan sekadar hobi sampingan, melainkan komitmen yang mengharuskan kita meletakkan harga diri, harta, dan hubungan manusia di bawah otoritas Kristus.
> Pertanyaan Refleksi: Di antara "ladang", "lembu", atau "urusan keluarga", manakah yang paling sering menjadi alasan kita untuk menunda undangan Tuhan hari ini?
>
Apakah Anda ingin kita lanjut membahas Lukas 15, yang berisi perumpamaan terkenal tentang Domba yang Hilang dan Anak yang Hilang?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar