Senin, 23 Februari 2026

Lukas 13

 Jika Lukas 12 berbicara tentang kesiapan hati secara pribadi, Lukas 13 memperluas temanya menjadi panggilan untuk bertobat bagi seluruh bangsa dan gambaran tentang siapa saja yang layak masuk ke dalam Kerajaan Allah.

Pasal ini penuh dengan peringatan keras, namun juga menunjukkan kesabaran Tuhan yang luar biasa. Berikut adalah poin-poin utamanya:

1. Bertobat atau Binasa (Ayat 1-5)

Yesus menanggapi berita tentang orang-orang Galilea yang dibunuh oleh Pilatus dan orang-orang yang mati tertimpa menara Siloam.

 * Koreksi Miskonsepsi: Yesus menegaskan bahwa mereka yang tertimpa musibah bukanlah orang yang lebih berdosa daripada yang lain.

 * Pesan Utama: Musibah adalah pengingat bagi semua orang. Yesus berkata dua kali: "Jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa dengan cara demikian."

2. Perumpamaan tentang Pohon Ara yang Tidak Berbuah (Ayat 6-9)

Yesus menceritakan tentang pohon ara yang sudah tiga tahun tidak berbuah. Pemiliknya ingin menebangnya, tetapi pengurus kebun meminta waktu satu tahun lagi untuk memupuknya.

 * Makna: Pohon ara melambangkan bangsa Israel (atau kita secara pribadi). Tuhan itu sabar dan memberikan kesempatan untuk berubah, tetapi kesabaran itu ada batasnya. Jika tetap tidak berbuah, kapak akan bertindak.

3. Penyembuhan Perempuan Sakit pada Hari Sabat (Ayat 10-17)

Yesus menyembuhkan seorang perempuan yang bungkuk selama 18 tahun karena dirasuki roh.

 * Konflik: Kepala rumah ibadat marah karena Yesus menyembuhkan pada hari Sabat.

 * Jawaban Yesus: Beliau menyebut mereka munafik. Jika seekor lembu saja dilepaskan untuk minum pada hari Sabat, apalagi seorang "putri Abraham" yang telah diikat Iblis selama belasan tahun.

4. Perumpamaan Biji Sesawi dan Ragi (Ayat 18-21)

Yesus menggambarkan pertumbuhan Kerajaan Allah:

 * Biji Sesawi: Mulai dari yang terkecil, lalu tumbuh menjadi pohon besar tempat burung bersarang.

 * Ragi: Sedikit ragi yang khamir ke seluruh adonan.

 * Pesan: Kerajaan Allah mungkin terlihat kecil dan tidak berarti pada awalnya, tetapi kekuatannya akan memenuhi seluruh dunia.

5. Pintu yang Sesak (Ayat 22-30)

Seseorang bertanya, "Sedikit sajakah orang yang diselamatkan?"

 * Jawaban Yesus: Fokuslah pada dirimu sendiri untuk "berjuang masuk melalui pintu yang sesak itu."

 * Kejutan di Akhir: Banyak orang yang merasa "kenal" dengan Tuhan akan ditolak karena mereka adalah pembuat kejahatan. Yesus memperingatkan bahwa akan ada orang dari Timur, Barat, Utara, dan Selatan (orang non-Yahudi) yang duduk di perjamuan, sementara "anak-anak kerajaan" justru diusir.

6. Keluhan terhadap Yerusalem (Ayat 31-35)

Beberapa orang Farisi memperingatkan Yesus bahwa Herodes ingin membunuh-Nya.

 * Keberanian Yesus: Beliau menyebut Herodes sebagai "si serigala itu" dan menyatakan bahwa misi-Nya tidak akan berhenti sampai tiba waktunya di Yerusalem.

 * Ratapan: Yesus menangisi Yerusalem yang membunuh para nabi. Beliau mengibaratkan kasih-Nya seperti induk ayam yang ingin mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi mereka tidak mau.

Pelajaran Penting dari Lukas 13

Pasal ini menekankan bahwa pintu anugerah masih terbuka, tetapi tidak selamanya. Keselamatan bukan tentang keturunan atau kedekatan formal dengan agama, melainkan tentang pertobatan yang nyata dan menghasilkan buah.

> Ayat Refleksi (Lukas 13:24): "Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat."

Apakah Anda ingin kita membahas lebih dalam tentang perbedaan antara "pintu yang sesak" dan "jalan yang lebar", atau mungkin ingin lanjut ke Lukas 14?


Tidak ada komentar: