Amos dipilih bukan karena keahliannya, melainkan karena Allah ingin mempermalukan orang yang dianggap bijak dan kuat di dunia, serta menunjukkan bahwa Allah peduli pada keadilan universal.
Alasan Allah Memilih Amos:
Kedaulatan Ilahi: Allah memilih orang yang tidak terduga (petani) untuk menunjukkan bahwa Dia dapat menggunakan siapa saja, tidak terbatas pada "nabi" profesional, untuk menyampaikan pesan-Nya.
Menekankan Keadilan: Amos dikenal sebagai nabi keadilan sosial. Pesannya menyoroti penindasan orang miskin, eksploitasi, dan ketidakadilan dalam masyarakat Israel yang kaya secara ekonomi namun miskin secara moral.
Menghadapi Kemunafikan Ibadah: Israel melakukan ritual keagamaan tetapi mengabaikan perintah Allah untuk memperlakukan sesama dengan adil. Amos menegur bahwa ibadah tanpa keadilan adalah palsu.
Pesan Mendesak: Amos diberi tugas menyampaikan penghakiman Allah yang akan datang sebagai peringatan terakhir agar Israel kembali kepada-Nya sebelum terlambat.
Bukan Kualifikasi Manusia: Pemilihan Amos menegaskan prinsip teologis bahwa Allah memilih yang lemah dan bodoh di mata dunia untuk mempermalukan yang kuat, menunjukkan bahwa panggilan-Nya berdasarkan kasih karunia, bukan kelayakan manusia.
Inti Pesan Amos:
Keadilan: Seruan untuk keadilan di semua aspek kehidupan (antar bangsa, di dalam bangsa, dan antara kesalehan dengan keadilan).
Pertobatan: Peringatan keras agar Israel bertobat dari penindasan dan ritual kosong.
Penghakiman & Harapan: Ancaman hukuman bagi ketidakadilan, tetapi juga janji pemulihan di akhir zaman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar