Selasa, 23 Desember 2025

AMOS

Allah memilih Amos, seorang peternak domba dan petani sederhana dari Tekoa, karena Allah ingin menunjukkan kedaulatan-Nya memilih orang biasa untuk menyampaikan pesan-Nya tentang keadilan sosial, penolakan terhadap penindasan kaum miskin, dan pentingnya ibadah yang tulus, bukan sekadar ritual, kepada Israel yang sedang terjerumus dalam keserakahan dan ketidakadilan, memberikan mereka kesempatan terakhir sebelum penghakiman. 

Amos dipilih bukan karena keahliannya, melainkan karena Allah ingin mempermalukan orang yang dianggap bijak dan kuat di dunia, serta menunjukkan bahwa Allah peduli pada keadilan universal. Alasan Allah Memilih Amos: Kedaulatan Ilahi: Allah memilih orang yang tidak terduga (petani) untuk menunjukkan bahwa Dia dapat menggunakan siapa saja, tidak terbatas pada "nabi" profesional, untuk menyampaikan pesan-Nya. Menekankan Keadilan: Amos dikenal sebagai nabi keadilan sosial. Pesannya menyoroti penindasan orang miskin, eksploitasi, dan ketidakadilan dalam masyarakat Israel yang kaya secara ekonomi namun miskin secara moral. Menghadapi Kemunafikan Ibadah: Israel melakukan ritual keagamaan tetapi mengabaikan perintah Allah untuk memperlakukan sesama dengan adil. Amos menegur bahwa ibadah tanpa keadilan adalah palsu. Pesan Mendesak: Amos diberi tugas menyampaikan penghakiman Allah yang akan datang sebagai peringatan terakhir agar Israel kembali kepada-Nya sebelum terlambat. Bukan Kualifikasi Manusia: Pemilihan Amos menegaskan prinsip teologis bahwa Allah memilih yang lemah dan bodoh di mata dunia untuk mempermalukan yang kuat, menunjukkan bahwa panggilan-Nya berdasarkan kasih karunia, bukan kelayakan manusia. Inti Pesan Amos: Keadilan: Seruan untuk keadilan di semua aspek kehidupan (antar bangsa, di dalam bangsa, dan antara kesalehan dengan keadilan). Pertobatan: Peringatan keras agar Israel bertobat dari penindasan dan ritual kosong. Penghakiman & Harapan: Ancaman hukuman bagi ketidakadilan, tetapi juga janji pemulihan di akhir zaman.

Tidak ada komentar: