LUMAJANG, Penerbitmajas.com - Pemerintah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, secara resmi memperpanjang status tanggap darurat bencana erupsi Gunung Semeru. Perpanjangan ini berlaku selama tujuh hari ke depan, terhitung mulai 26 November hingga 2 Desember 2025. Keputusan ini diambil menyusul masa tanggap darurat sebelumnya yang ditetapkan dari 19 hingga 25 November 2025.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, mengonfirmasi keputusan tersebut, menyatakan bahwa Surat Keputusan (SK) perpanjangan telah ditandatanganinya pada Rabu malam (26/11/2025).
Menurut Bupati Indah, perpanjangan masa tanggap darurat ini merupakan langkah krusial mengingat dampak bencana erupsi masih dirasakan oleh masyarakat luas. Ia menegaskan, ini adalah bentuk komitmen teguh pemerintah daerah untuk melindungi masyarakat dari risiko bencana yang masih mengintai.
Fokus Utama Penanganan dan Keselamatan
Selain memastikan layanan darurat dan bantuan terus berjalan, Pemkab Lumajang juga fokus pada langkah mitigasi struktural. Salah satu upaya penting adalah melakukan penyudetan pada aliran Sungai Regoyo. Tindakan ini bertujuan untuk mencegah luapan banjir lahar memasuki area permukiman warga saat terjadi intensitas hujan tinggi.
Bupati Indah menekankan pentingnya sinergi antara aparat daerah, relawan, dan masyarakat agar penanganan pascabencana berjalan lancar dan tepat sasaran.
Saat ini, sebagian besar warga yang terdampak telah berada di zona aman. Meskipun beberapa memilih tinggal di lokasi pengungsian yang disediakan, mayoritas warga memilih mengamankan diri di rumah sanak saudara mereka.
Indah Amperawati mendesak seluruh masyarakat untuk tetap waspada, mendahulukan keselamatan diri, dan mematuhi arahan petugas di lapangan.
"Keselamatan warga adalah prioritas utama kami. Mari kita hadapi situasi ini dengan tenang, disiplin, dan saling mendukung," tutupnya, seraya menjamin seluruh fasilitas kesehatan, evakuasi, dan pemulihan infrastruktur darurat akan terus tersedia bagi warga yang membutuhkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar