Bojonegoro, Penerbitmajas.com - Di tengah hamparan sawah yang tenang, jauh dari hiruk pikuk pemukiman, sebuah situs di Desa Wotan Ngare, Kecamatan Kalitidu, kian memantapkan posisinya sebagai destinasi spiritual di Bojonegoro. Petilasan Angling Dharma, nama tempat itu, telah menjadi magnet bagi para peziarah yang mencari ketenangan batin dan "ngalap berkah".
Seorang ahli budaya menjelaskan bahwa terlepas dari perdebatan historisnya, cerita ini memiliki bobot budaya yang tak ternilai.
"Kisah Angling Dharma mungkin fiktif, namun pengaruhnya sangat besar terhadap tradisi masyarakat, terutama dalam hal nilai kesetiaan dan dharma," ungkapnya. Ia menekankan bahwa substansi cerita inilah yang terus hidup dan relevan, melampaui batas-batas antara fakta dan fiksi.
Fenomena ini diamini oleh warga setempat. Perwakilan pengelola lokal menuturkan bahwa tren kunjungan terus menunjukkan peningkatan, khususnya pada momentum perayaan tertentu.
“Kami melihat ada potensi besar untuk pengembangan wisata religi di sini, tinggal berusaha untuk menjaga kelestarian,” ujarnya. Peningkatan ini menjadi sinyal positif bagi ekonomi lokal sekaligus tantangan dalam hal preservasi situs.
Petilasan ini pun tidak berdiri sendiri dalam peta spiritual Bojonegoro. Kabupaten ini juga menjadi rumah bagi makam tokoh sohor lain, seperti Makam Wali Kidangan dan Makam Buyut Dalem, yang turut memperkaya khazanah perjalanan ziarah di wilayah tersebut.
Menyadari potensi ini, pemerintah daerah Bojonegoro kini bekerja sama dengan komunitas lokal untuk mulai berbenah. Perbaikan akses dan fasilitas penunjang di sekitar kawasan bersejarah tersebut menjadi prioritas.
Berdasar peliputan Penerbitmajas.com di tempat pada Kamis, 13 November 2026 pengelola lokal tersebut menambahkan harapannya, “Kami berharap, dengan pengelolaan yang baik, situs-situs bersejarah seperti ini bisa terus terjaga dan memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekitar.”
Pada akhirnya, denyut wisata religi di Bojonegoro bukan sekadar ziarah; ia adalah cerminan kekayaan sejarah dan budaya yang terus hidup, diwariskan, dan memberi makna bagi masyarakat. (LBB)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar