Senin, 03 September 2018

Mutiara Cinta

Seperti mutiara, kekuatan dan kekerasan berasal dari sesuatu yang lunak. Perumpamaan ini tidak berlebihan. Karena, mutiara adalah suatu benda keras yang diproduksi di dalam jaringan lunak (khususnya mantel) moluska hidup. Sama seperti cangkangnya, mutiara terdiri dari kalsium karbonat dalam bentuk kristal yang telah disimpan dalam lapisan-lapisan konsentris. Jadilah mutiara merupakan "permata" organik, berasal dari mahluk hidup yaitu kerang mutiara. Merupakan keajaiban Sang Pencipta, habitat dan biota mutiara dengan proses alamiah menjadikan mutiara benda batu permata konkresi berkilau. Proses tejadinya diawali dengan masuknya benda asing pada tubuh kerang, beda asing tersebut dapat berupa: pasir, biota mikro, plankton, nucleus, atau (potongan mantel kerang). Terjadilah suatu respon kesakitan dari kerangnya, menyebabkan sekresi mengeluarkan "cairan kristal" bernama "Conchiolin" protein berserat yang membentuk bagian dalam cangkang tiram/kerang. Lapisan ini melapisi bagian mantel dan mengikat nacre bagian dalam tiram secara bersama, nacre adalah lapisan internal cangkang tiram, proses ini merupakan bakal calon mutiara. Setelah bertahun-tahun proses sekresi dan pelapisan membentuk dan terjadinya butir mutiara laut yang beraneka ragam bentuknya. dari banyak jumlah famili moluscca, hanya kerang mutiara jenis pinctada maxima-lah yang mampu menghasilkan mutiara laut selatan (the queen of pearl-ratunya mutiara). Daerah penghasil mutiara terbesar di Indonesia adalah Pulau Lombok. Mutiara laut dihargai lebih tinggi dari mutiara air tawar. Lebih tinggi mana dengan mutiara cinta? Tentu jauh lebih mahal mutiara cinta karena cinta (dengan segala prosesnya) tidak terbatas nilainya.

Judul Buku: Mutiara cinta: kumpulan puisi

Penulis: Linda Eko Winasih

ISBN: 978-602-6346-56-8

Tidak ada komentar: