Oleh: Yonathan Rahardjo
Terima kasih kepada YPPA Lahai Roi Surabaya yang telah memberi saya jadual memfasilitasi Pemahaman Alkitab Kamis malam 28 Mei 2026. Kesempatan langka sebagai tanda bukti identitas Lahai Roi sebagai persekutuan interdenominasi.
Bukan kebetulan bila tugas saya ini berdasar nas Lukas 24:44-49, sebuah peristiwa dan perintah penting Tuhan Yesus untuk kita simak dan camkan bahwa semua kitab di Perjanjian Lama baik itu Taurat, Zabur (Mazmur), kitab para nabi dan raja haruslah berpusat pada Tuhan Yesus sendiri.
Bukan hanya kitab itu memuat tentang peristiwa penderitaan-Nya sebagai Mesias. Tetapi sangat ekstrim, dan ini bakal memudahkan kita memahami semua kitab dalam Alkitab (bahasa Jawanya Kitab Suci), baik semua kitab dalam Perjanjian Lama maupun semua kitab dalam Perjanjian Baru.
Mengapa memudahkan pemahaman kita dalam belajar kitab suci, karena selama ini terbukti kita selalu mendua dalam belajar Alkitab dan kebingungan menentukan perintah mana dari Perjanjian Lama yang masih berlaku dan mana yang sudah tidak berlaku (digenapi Tuhan Yesus berdasar Kitab Matius 5:17).
Yang kedua, kita sering baca Perjanjian Lama dan langsung mengaplikasikannya tanpa mengorelasikannya dengan Tuhan Yesus. Sikap tidak salah karena Tuhan Yesus satu pribadi dari Tritunggal. Tidak membahas Tuhan Yesus di sini, tetap tidak meninggalkan Allah. Tetapi ayat dalam Lukas 24:44-49 ini jelas memberi terang bagi kemenduaan kita.
Lukas 24:44 (TB)
Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur."
Pertanyaannya: Di situ tertulis "Semua yang tertulis tentang Aku (Yesus)". Apakah berarti ada yang tidak tertulis tentang Yesus?
Jawabannya: Secara hurufiah tekstual, banyak yang tertulis tidak tentang Yesus. Sedangkan secara kontekstual esensial: Semua huruf dan kata dan kalimat dan ayat dalam Perjanjian Lama adalah tentang Yesus Kristus.
Maka menjadi mudah kita memahami. Apa pun yang kita baca tentang apa pun di Perjanjian Lama, jangan ditafsir dan diaplikasikan tanpa mengaitkannya dengan Tuhan Yesus dan ajaran Tuhan Yesus. Sementara kita tahu ajaran dan perintah Tuhan Yesus yang disampaikan secara langsung ditulis oleh empat Injil (Kitab Matius, Markus, Lukas, Yohanes).
Maka praktisnya, jangan pernah menafsir tentang 10 hukum Allah, termasuk hari Sabat, tentang makanan haram-halal, tentang perpuluhan, dan semua tentang yang lain... apalagi tentang rencana keselamatan yang hanya satu-satunya lewat Tuhan Yesus Kristus tanpa bertanya pada Tuhan Yesus yang jawaban dan perintah-Nya (Sabda-Nya, Firman-Nya) secara gamblang ada dalam empat Injil itu.
Melebar ke 23 kitab sesudah Injil di Perjanjian Baru. Perlakukan secara sama. Jangan membahas Kitab Para Rasul, dan surat-surat Rasul-rasul itu tanpa merujuknya pada Firman Tuhan Yesus dalam keempat Injil itu.
Mungkin Anda bertanya, bukankah Tuhan Yesus sendiri sudah mendelegasikan kepada pribadi ketiga Allah Tritunggal untuk melanjutkan karya Tuhan Yesus sendiri? Ingat, Roh Kudus dalam Yohanes 14:26 punya tugas sesuai Firman Tuhan Yesus ini:
"tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu."
Jelas, jangan pernah menafsirkan dan menerapkan apa pun di Kitab Suci (PL, PB) tanpa bertanya pada ajaran Tuhan Yesus sendiri. Dan ajaran Tuhan Yesus secara Firman langsung dari mulut/bibir-Nya sendiri adalah ada dalam keempat Injil.
Selama 3 tahun menyertai Tuhan Yesus, para murid tidak paham apa maksud semua pengajaran/Firman Tuhan Yesus saat melayani bersama mereka. Hingga mereka tercerai berai saat penyaliban Tuhan Yesus hingga Kematian-Nya.
Tetapi setelah kebangkitan Tuhan Yesus, selama 40 hari para murid dididik secara intensif, sangat intensif dalam kelas khusus hingga mereka paham maksud ajaran dan pelayanan Tuhan Yesus selama bersama mereka.
Para murid baru dilepas untuk amanat agung setelah Tuhan Yesus menganggap pembekalan-Nya untuk para murid dianggap sudah komplet, dan mereka baru bergerak melayani dunia dan segala makhluk sesudah 40 hari setelah kebangkitan-Nya saat Ia naik ke Surga, dan 10 hari kemudian mencurahkan Roh Kudus kepada mereka (50 hari setelah Kebangkitan).
Lukas 24:44-49 adalah amanat agung versi Lukas, sementara yang lebih terkenal adalah amanat agung versi Matius 28:19-20. Markus dan Yohanes punya versi amanat agung sendiri. Dengan dasar uraian di atas, kita paham, semua ajaran kita jangan berdasar tafsir sendiri tentang apa pun di Perjanjian Lama, Perjanjian Baru, apalagi melepaskannya dari kasih anugerah Tuhan Yesus, apalagi keseharian kita sekarang yang tidak mengenal magesterium gereja dan tradisi suci yang membuat ajaran Tuhan Yesus dalam keempat Injil tidak menjadi Sola Scriptura.
Didedikasikan untuk YPPA Lahai Roi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar