Yohanes 16
Berikut adalah narasi mengalir dari Yohanes 16, pasal yang menyingkapkan peran Roh Kudus dalam membimbing murid-murid menuju kebenaran setelah Yesus pergi, disusun agar Anda dapat merenungkannya dengan tenang.
Yesus Sang Pengingat akan PenganiayaanAyat 1-4: Yesus secara terbuka memperingatkan para murid tentang penderitaan yang akan datang, agar iman mereka tidak goyah saat dikucilkan atau dianiaya. Dunia akan bertindak seolah-olah mereka melayani Allah dengan menolak para pengikut Kristus, padahal sesungguhnya mereka tidak mengenal Bapa maupun Anak. Yesus menyampaikan hal ini lebih awal agar ketika saatnya tiba, murid-murid-Nya mengingat bahwa Ia telah menubuatkan semuanya dengan penuh kasih.
Yesus Sang Pengirim Roh Kudus yang Menginsafkan
Ayat 5-15: Yesus menjelaskan bahwa kepergian-Nya adalah demi kebaikan murid-murid, agar Penolong itu datang. Roh Kudus akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran, dan penghakiman. Lebih dari itu, Roh Kebenaran akan memimpin para murid ke dalam seluruh kebenaran, menyatakan apa yang akan datang, dan memuliakan Yesus dengan mengambil milik-Nya dan memberitakannya kepada mereka. Segala milik Bapa adalah milik Yesus, dan Roh-Nyalah yang menjembatani kebenaran tersebut ke dalam hati kita.
Yesus Sang Pembawa Sukacita yang Kekal
Ayat 16-24: Yesus berbicara tentang waktu yang singkat di mana murid-murid tidak akan melihat-Nya lagi, disusul dengan waktu ketika mereka akan melihat-Nya kembali. Meskipun dunia akan bersukacita dalam kesusahan para murid, Yesus menjanjikan bahwa dukacita mereka akan diubah menjadi sukacita yang tidak dapat dirampas oleh siapa pun. Ia mengajak murid-murid untuk berani meminta dalam nama-Nya, agar sukacita mereka menjadi penuh karena hubungan mereka dengan Bapa yang telah dipulihkan.
Yesus Sang Penakluk Dunia yang Memberi Damai
Ayat 25-33: Yesus mengakui bahwa Ia berbicara dalam kiasan, namun akan tiba saatnya Ia berbicara terus terang tentang Bapa. Meski murid-murid akan tercerai-berai dan meninggalkan-Nya, Yesus menegaskan bahwa Ia tidak sendirian karena Bapa menyertai-Nya. Di dalam dunia, penderitaan memang tak terelakkan, namun Yesus memberikan satu kalimat penutup yang agung bagi setiap pengikut-Nya: "Kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar