Seringkali orang langsung teringat pada Petrus saat mendengar nama Simon, padahal dalam daftar dua belas murid Yesus, ada satu lagi sosok bernama Simon.
Ia adalah Simon orang Zelot.
Berikut adalah beberapa fakta singkat mengenai Simon yang satu ini untuk membedakannya dengan Simon Petrus:
1. Julukan "Si Zelot"
Dalam Alkitab (Matius 10:4 dan Markus 3:18), ia disebut sebagai Simon orang Kanani. Kata "Kanani" berasal dari bahasa Aram qan’ana yang berarti "bersemangat" atau "zilot". Dalam Lukas 6:15, ia secara eksplisit disebut sebagai Simon yang disebut orang Zelot.
2. Latar Belakang Politik
Gelar "Zelot" menunjukkan bahwa sebelum mengikut Yesus, Simon kemungkinan besar merupakan bagian dari kelompok revolusioner Yahudi. Kelompok Zelot dikenal sangat nasionalis dan punya semangat membara untuk membebaskan Israel dari penjajahan Romawi, bahkan terkadang melalui jalur kekerasan.
3. Kontradiksi yang Menarik
Menariknya, Yesus menempatkan Simon si Zelot (mantan pemberontak anti-pemerintah) dalam satu kelompok dengan Matius (mantan pemungut cukai yang bekerja untuk pemerintah Romawi). Ini menunjukkan betapa inklusifnya lingkaran inti Yesus, di mana dua orang dengan latar belakang politik yang bertolak belakang bisa bersatu demi satu tujuan spiritual.
4. Perannya di Alkitab
Simon orang Zelot termasuk murid yang "pendiam" dalam catatan Alkitab. Namanya muncul dalam daftar rasul dan ia hadir di ruang atas saat penantian turunnya Roh Kudus (Kisah Para Rasul 1:13), namun tidak ada kutipan dialog spesifik darinya yang dicatat dalam Injil.
Tradisi gereja menyebutkan bahwa ia kemudian memberitakan Injil ke wilayah Mesir atau Persia. Karena namanya yang sama dengan Petrus, ia sering kali terlupakan, padahal transformasi hidupnya dari seorang aktivis politik menjadi rasul perdamaian sangatlah luar biasa.
Apakah Anda sedang mempelajari silsilah para rasul lainnya, atau mungkin ingin tahu lebih dalam tentang kelompok Zelot pada zaman itu?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar