Selasa, 17 Maret 2026

Lukas 10

 Mari kita susun Lukas pasal 10 sebagai narasi aktif yang memperlihatkan Yesus yang memperluas jangkauan misi-Nya, memberikan sukacita surgawi, dan mendefinisikan kasih yang sejati.

Yesus Mengutus Tujuh Puluh Murid untuk Menuai Tuaian Allah

Lukas 10:1-12. Yesus menunjuk tujuh puluh murid lain dan mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota yang hendak dikunjungi-Nya. Ia menegaskan bahwa tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit; karena itu Ia memerintahkan mereka pergi seperti anak domba ke tengah-tengah serigala tanpa membawa pundi-pundi atau kasut. Yesus menginstruksikan mereka untuk membawa damai sejahtera ke setiap rumah dan menyembuhkan orang sakit sambil memberitakan bahwa Kerajaan Allah sudah dekat.

Yesus Mengecam Kota-Kota yang Menolak Kabar Keselamatan

Lukas 10:13-16. Yesus menyatakan celaka atas Khorazim, Betsaida, dan Kapernaum karena mereka tidak bertobat meskipun telah melihat banyak mujizat besar. Ia menegaskan bahwa penolakan terhadap utusan-Nya berarti penolakan terhadap diri-Nya sendiri, dan siapa pun yang menolak Yesus sesungguhnya sedang menolak Bapa yang mengutus-Nya. Peringatan ini menunjukkan bahwa kehadiran Yesus menuntut respons hati yang serius dari setiap orang yang mendengar suara-Nya.

Yesus Bersukacita atas Takluknya Kuasa Gelap dan Kedaulatan Bapa

Lukas 10:17-24. Ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan melaporkan bahwa setan-setan pun takluk kepada mereka demi nama Yesus. Yesus menanggapi bahwa Ia melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit, namun Ia mengingatkan murid-murid-Nya agar tidak bersukacita karena kuasa itu, melainkan karena nama mereka terdaftar di surga. Saat itu juga, Yesus bergembira dalam Roh Kudus dan memuji Bapa karena menyatakan rahasia Kerajaan-Nya kepada orang kecil, serta menyatakan bahwa hanya Anaklah yang mengenal Bapa dan kepada siapa Anak berkenan menyatakannya.

Yesus Mengajarkan Kasih Melalui Perumpamaan Orang Samaria yang Murah Hati

Lukas 10:25-37. Seorang ahli Taurat berdiri mencobai Yesus dengan pertanyaan tentang hidup kekal, yang dijawab Yesus dengan perintah untuk mengasihi Allah dan sesama manusia. Ketika orang itu bertanya siapa sesamanya, Yesus menceritakan tentang seorang Samaria yang tergerak oleh belas kasihan menolong korban perampokan yang diabaikan oleh imam dan orang Lewi. Yesus menegaskan bahwa sesama manusia adalah siapa saja yang menunjukkan belas kasihan, dan Ia memerintahkan ahli Taurat itu untuk pergi dan berbuat demikian juga.

Yesus Memuji Maria yang Memilih Bagian Terbaik untuk Mendengarkan-Nya

Lukas 10:38-42. Yesus masuk ke kampung Betania dan diterima di rumah Marta, sementara Maria, saudara Marta, duduk di dekat kaki Yesus untuk mendengarkan perkataan-Nya. Marta menjadi sibuk melayani dan mengeluh kepada Yesus agar menyuruh Maria membantunya. Yesus menjawab dengan lembut bahwa Marta kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, padahal hanya satu yang perlu; Ia memuji Maria karena telah memilih bagian yang terbaik yang tidak akan diambil daripadanya.

Apakah Anda ingin saya meneruskan penceritaan aktif ini ke Lukas pasal 11, di mana Yesus mengajarkan doa Bapa Kami dan menghadapi tuduhan tentang Beelzebul?


Tidak ada komentar: