Sabtu lalu ada bahasan keselamatan sekali selamanya, ditolak oleh penulis pelajaran Alkitab di diskusi. Seorang anggota gereja dengan metenteng bilang keselamatan harus dipertahankan karena dapat hilang. Pembahasan polemik klise di grup ini dan di WAG UK3. Daripada waktu habis berhadapan dengan sesama awam, aku tekankan lebih baik terus mengulang secara berulang-ulang bahwa Yesus adalah Tuhan Allah sendiri. Banyak Kristen mudah mualaf karena dasar di sini keropos. Maka misiku saat ini adalah itu.
Misiku? Sok T elo. Ya, untuk memudahkan penyebutan oleh manusia saja. Semua panggilan pelayanan dari Tuhan Yesus sendiri. Setiap orang punya panggilan pelayanan masing-masing. Tidak baik mencemooh orang lain yang sama-sama melayani Tuhan sesuai panggilan masing-masing.
Seperti saat ini, ada Minggu sembahyang via zoom. Wah ini aku kemarin tertawakan kok seperti makan sehari-hari. 2 Minggu lalu baru saja Minggu sembahyang via zoom yang lain. Sebelumnya juga. Tapi tawaku akhirnya kuralat dengan pernyataan tadi, tidak baik mencemooh orang lain yang melayani Tuhan sesuai panggilan masing-masing itu.
Dialognya klise seperti biasa tak ada ujungnya. Ini perbedaan doktrin seperti pada jemaat awal di Yerusalem yang muncul perbedaan antar para rasul. Dengan baik ditengahi oleh Yakobus saudara Yesus sebagai pemimpin utama jemaat mula-mula bahwa iman sejati kepada Yesus harus dinyatakan melalui perbuatan kasih nyata. Namun justru karena penekanan pada perbuatan ini kitab Yakobus nyaris juga dibuang oleh Martin Luther lantaran berlawanan dengan Sola Fide-nya. Nyatanya sampai sekarang Kitab Yakobus masih dipakai, jadi berarti ada solusinya.
Adanya persentase peran manusia dalam pekerjaan keselamatan merupakan tanda bukti iman partisipatif. Dimiliki oleh Katolik. Kalvinis sejati 100 Allah. Arminian sejati 100 persen manusia, sedangkan Allah hanya penjual keselamatan dan manusia pembelinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar