Kamis, 12 Februari 2026

MYM VS PA

  Perdebatan antara Pendeta MYM (Muriwali Yanto Matalu) dan Romo Patris Allegro, Pr, adalah konflik teologis dan apologetika yang terjadi sepanjang tahun 2025, yang berfokus pada perbedaan doktrin antara Protestan dan Katolik. 



Berikut adalah rangkuman poin-poin utama dari perdebatan tersebut berdasarkan hasil pencarian:

1. Konteks Perdebatan (Polemik Teologis)

Topik Utama: Perdebatan berkisar pada doktrin Mariologi (penghormatan Maria), dogma Gereja Katolik, peran orang kudus (Saints), dan tradisi gereja.

Pemicu: Pendeta MYM menyoroti dogma Maria Immaculate sebagai doktrin tanpa dasar Alkitab yang kuat dan menyebut orang kudus sebagai "mitos". Romo Patris merespons dengan membela doktrin Katolik dan mengkritik logika apologetika Protestan. 

2. Pendekatan dan Gaya Argumen

Pendeta MYM: Menggunakan pendekatan Sola Scriptura (hanya Alkitab) dan dalam beberapa kesempatan, menurut laporan, menggunakan retorika keras dengan menyebut lawan debat "tidak punya otak". Argumennya dianggap oleh Romo Patris sebagai kegilaan yang absurd dan menyalahartikan ajaran Katolik.

Romo Patris Allegro: Sebagai imam Katolik di Keuskupan Agung Kupang, ia merespons melalui kajian teologis dan apologetika, menyoroti bahwa Protestan salah memahami tingkatan ajaran Katolik (dogma, doktrin, devosi). Ia menekankan bahwa protes Protestan sering kali tidak memiliki dasar historis yang kuat dan hanya bersifat sensasional. 

3. Isu Hukum dan Kontroversi

Laporan Kepolisian: Perdebatan ini memanas hingga muncul laporan ke Polda NTT oleh pihak terkait, yang diwarnai oleh intervensi ormas, di mana Romo Patris sempat dilaporkan namun juga mendapat dukungan untuk mencabut laporan tersebut.

Tuduhan Intoleransi: Romo Patris dituduh oleh pihak tertentu bersikap brutal terhadap Protestan, yang ditanggapinya sebagai upaya pembelaan ajaran iman (apologetika). 

4. Kesimpulan Perdebatan

Perdebatan ini merupakan cerminan perbedaan mendasar antara cara pandang Protestan (yang cenderung menolak tradisi/devosi tertentu) dan Katolik (yang memegang tradisi suci). Romo Patris secara konsisten membela bahwa ajaran Katolik berakar pada Alkitab dan tradisi bapak gereja, sementara MYM menekankan pendekatan yang lebih alkitabiah (versi Protestan

Tidak ada komentar: