Kamis, 12 Februari 2026

Adventist

 Istilah "kesesatan" biasanya bersifat subjektif dan bergantung pada sudut pandang teologis masing-masing denominasi. Apa yang dianggap "sesat" oleh satu gereja, dianggap sebagai "kebenaran Alkitabiah" oleh Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK).

Namun, jika kita berbicara dari perspektif teologi Kristen arus utama (Katolik, Protestan, Ortodoks), ada beberapa poin ajaran Advent yang sering dianggap kontroversial atau menyimpang. Berikut adalah poin-poin utamanya:

1. Kedudukan Ellen G. White

Kritik paling umum adalah peran Ellen G. White yang dianggap sebagai nabi.

 * Pandangan Advent: Mereka percaya ia memiliki "karunia nubuat" untuk menuntun gereja di akhir zaman.

 * Pandangan Arus Utama: Banyak gereja keberatan jika tulisan seseorang dianggap memiliki otoritas yang hampir setara dengan Alkitab (Sola Scriptura). Hal ini sering dianggap menambahkan sesuatu di luar Kitab Suci.

2. Doktrin Bait Suci Surgawi & Penghakiman Investigatif

Ini adalah doktrin unik Advent yang muncul setelah "Kekecewaan Besar" tahun 1844.

 * Ajarannya: Advent percaya bahwa sejak 1844, Yesus memasuki fase kedua pelayanan-Nya di Bait Suci Surgawi untuk memeriksa catatan hidup manusia (siapa yang layak diselamatkan).

 * Kritik: Gereja lain menganggap ini mereduksi karya penebusan Kristus di kayu salib. Arus utama percaya penebusan sudah selesai (Tetelestai) di Kalvari, bukan masih berlanjut dalam proses investigasi.

3. Kewajiban Menyucikan Hari Sabat (Sabtu)

 * Ajarannya: Advent mengajarkan bahwa memelihara hari ketujuh (Sabtu) adalah tanda kesetiaan kepada Allah dan hukum-Nya.

 * Kritik: Banyak teolog Kristen menganggap ini sebagai legalisme (mengandalkan hukum taurat). Mereka percaya bahwa bagi orang Kristen, istirahat sabat telah digenapi dalam Kristus atau berpindah ke hari Minggu (Hari Tuhan) sebagai peringatan kebangkitan.

4. Keadaan Orang Mati (Soul Sleep)

 * Ajarannya: Advent percaya bahwa ketika seseorang mati, mereka dalam keadaan "tidur" tidak sadarkan diri hingga hari kebangkitan. Mereka tidak langsung ke surga atau neraka.

 * Kritik: Pandangan ini berbeda dengan mayoritas Kristen yang percaya adanya kesadaran jiwa segera setelah kematian (seperti kisah penjahat di salib atau perumpamaan Lazarus).

5. Pemusnahan Kekal (Annihilationism)

 * Ajarannya: Advent menolak doktrin siksaan kekal di neraka. Mereka percaya orang fasik akhirnya akan dimusnahkan sama sekali (menjadi debu) dan berhenti eksis.

 * Kritik: Dianggap bertentangan dengan interpretasi tradisional mengenai "api kekal" dan penderitaan abadi bagi mereka yang menolak Tuhan.

Kesimpulan

Secara resmi, The World Reformed Fellowship dan banyak organisasi Kristen lainnya mengategorikan Advent sebagai gereja Kristen yang sah (bukan sekte/kultus) karena mereka memegang teguh doktrin Trinitas dan keselamatan melalui iman kepada Kristus. Namun, poin-poin di atas tetap menjadi jurang pemisah yang besar secara doktrinal.

> Catatan: Memahami perbedaan ini membantu kita berdiskusi dengan lebih objektif tanpa harus menyerang secara personal.

Apakah Anda ingin saya menggali lebih dalam mengenai sejarah munculnya doktrin 1844 tersebut?

Doktrin tahun 1844 adalah fondasi unik bagi Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK). Doktrin ini tidak muncul begitu saja, melainkan lahir dari sebuah peristiwa traumatis dalam sejarah kekristenan di Amerika yang dikenal sebagai "Kekecewaan Besar" (The Great Disappointment).
Berikut adalah kronologi dan sejarah munculnya doktrin tersebut:
1. Gerakan Millerite dan Ramalan Kiamat
Pada awal 1840-an, seorang pengkhotbah Baptis bernama William Miller melakukan studi mendalam terhadap Daniel 8:14: "Sampai dua ribu tiga ratus petang dan pagi, lalu tempat kudus itu akan dipulihkan keadaannya."
 * Perhitungan Miller: Menggunakan prinsip "satu hari sama dengan satu tahun" (dari Bilangan 14:34), Miller menyimpulkan bahwa 2.300 hari tersebut adalah 2.300 tahun.
 * Titik Start: Ia memulai hitungan dari tahun 457 SM (perintah membangun kembali Yerusalem).
 * Kesimpulan: Miller meramalkan bahwa Yesus Kristus akan datang kembali ke bumi untuk menyucikan "Bait Suci" (yang ia tafsirkan sebagai Bumi) pada 22 Oktober 1844.
2. Kekecewaan Besar (22 Oktober 1844)
Ribuan pengikut Miller (disebut kaum Millerite) menjual harta benda mereka, meninggalkan pekerjaan, dan berkumpul untuk menantikan kedatangan Yesus. Namun, ketika fajar menyingsing pada 23 Oktober 1844 dan Yesus tidak datang, terjadilah kebingungan dan keputusasaan yang luar biasa. Peristiwa inilah yang disebut Kekecewaan Besar.
3. Lahirnya Penafsiran Baru (Bait Suci Surgawi)
Di tengah keputusasaan tersebut, beberapa pengikut Miller tidak mau melepaskan iman mereka. Mereka percaya bahwa perhitungan waktunya sudah benar (1844), namun peristiwanya yang salah tafsir.
 * Hiram Edson: Sehari setelah kekecewaan itu, Hiram Edson mengaku mendapat penglihatan bahwa Bait Suci yang dimaksud dalam Daniel 8:14 bukanlah Bumi, melainkan Bait Suci di Surga.
 * Perubahan Makna: Mereka menyimpulkan bahwa pada 1844, Yesus bukan datang ke Bumi, melainkan berpindah dari "Bilik Suci" ke "Bilik Maha Suci" di Bait Suci Surgawi untuk memulai pekerjaan terakhir-Nya sebelum datang ke bumi.
4. Doktrin Penghakiman Investigatif
Penafsiran baru ini kemudian dikembangkan lebih lanjut menjadi doktrin Penghakiman Investigatif:
 * Menurut ajaran ini, sejak 22 Oktober 1844, Yesus sedang memeriksa catatan hidup semua orang (yang hidup maupun mati) untuk menentukan siapa yang layak masuk dalam kerajaan-Nya.
 * Setelah proses investigasi ini selesai, barulah Yesus akan datang kembali secara fisik ke Bumi.
5. Peran Ellen G. White
Ellen G. White, yang saat itu masih muda, mengaku menerima penglihatan-penglihatan yang mengonfirmasi penafsiran Bait Suci Surgawi ini. Dukungannya melalui tulisan-tulisannya memberikan legitimasi spiritual bagi kelompok kecil yang kemudian secara resmi membentuk Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh pada tahun 1863.
Mengapa Doktrin Ini Dianggap "Sesat" oleh Arus Utama?
Gereja-gereja Kristen lain (Katolik, Protestan, dll.) mengkritik doktrin 1844 ini karena beberapa alasan:
 * Menolak Finalitas Salib: Arus utama percaya bahwa pengampunan dan penghakiman atas dosa sudah diselesaikan secara tuntas oleh Yesus di kayu salib. Konsep bahwa Yesus masih harus "memeriksa catatan" sejak 1844 dianggap meragukan kesempurnaan karya penebusan Kristus.
 * Menyelamatkan Muka: Banyak kritikus melihat doktrin ini hanya sebagai cara kaum Millerite untuk menutupi kesalahan ramalan kiamat yang gagal total.
 * Tidak Ada Dasar Alkitabiah yang Kuat: Menurut teolog non-Advent, tidak ada bukti dalam Alkitab bahwa Yesus baru masuk ke "Bilik Maha Suci" pada tahun 1844; surat Ibrani justru mengindikasikan Yesus sudah masuk ke hadirat Allah yang paling kudus segera setelah kenaikan-Nya.
Inilah mengapa doktrin 1844 menjadi ciri khas sekaligus titik paling kontroversial yang memisahkan Advent dari denominasi Kristen lainnya.

Tidak ada komentar: