Kisah Yesus dan pemungut cukai adalah salah satu tema paling kuat dalam Injil yang menggambarkan misi utama Yesus: penerimaan, kasih sayang, dan transformasi.
Pada masa itu, pemungut cukai (seperti Matius atau Zakheus) sangat dibenci oleh masyarakat Yahudi. Mereka dianggap sebagai pengkhianat karena bekerja untuk penjajah Romawi dan sering kali melakukan korupsi dengan memeras rakyat demi keuntungan pribadi.
Berikut adalah beberapa interaksi kunci Yesus dengan pemungut cukai:
1. Pemanggilan Lewi (Matius)
Yesus memanggil Lewi saat ia sedang duduk di rumah cukai. Hal yang mengejutkan bukan hanya pemanggilan tersebut, tetapi apa yang terjadi setelahnya.
* Tindakan: Yesus makan bersama dengan para pemungut cukai dan orang berdosa di rumah Lewi.
* Respon Kritik: Ketika orang Farisi bertanya mengapa Ia makan bersama "sampah masyarakat," Yesus menjawab dengan kalimat ikonik:
> "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa, supaya mereka bertobat." (Lukas 5:31-32)
>
2. Kisah Zakheus
Zakheus adalah seorang kepala pemungut cukai yang kaya di Yerikho. Karena badannya pendek, ia memanjat pohon ara untuk melihat Yesus.
* Inisiatif Yesus: Yesus justru berhenti di bawah pohon itu dan meminta untuk menumpang di rumah Zakheus.
* Transformasi: Sentuhan kasih Yesus membuat Zakheus bertobat seketika. Ia berjanji memberikan setengah hartanya kepada orang miskin dan mengembalikan empat kali lipat kepada mereka yang telah ia peras.
* Pesan Utama: Yesus menyatakan bahwa "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini."
3. Perumpamaan tentang Orang Farisi dan Pemungut Cukai
Yesus menceritakan perumpamaan ini untuk menegur mereka yang merasa dirinya paling suci.
* Dua Doa: Orang Farisi berdoa dengan sombong sambil merendahkan orang lain, sementara pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, memukul diri, dan berkata: "Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini."
* Hasilnya: Yesus menegaskan bahwa pemungut cukai itulah yang pulang dengan dibenarkan oleh Allah karena kerendahhatiannya.
Mengapa Hubungan Ini Begitu Penting?
* Meruntuhkan Sekat Sosial: Yesus menunjukkan bahwa tidak ada orang yang terlalu "kotor" atau terlalu jauh untuk dijangkau oleh kasih Tuhan.
* Pertobatan Sejati: Hubungan ini membuktikan bahwa penerimaan tanpa syarat dari Yesus sering kali menjadi pemicu perubahan hidup yang radikal (seperti yang dialami Zakheus).
* Kritik terhadap Legalisme: Yesus menggeser fokus dari sekadar menaati aturan agama secara lahiriah menjadi memiliki hati yang hancur dan butuh Tuhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar