Ini adalah pengamatan sejarah dan teologis yang sangat menarik. Seringkali kita lupa bahwa garis keturunan Yesus (Suku Yehuda) justru datang dari Lea, istri yang "kurang dicintai" dan diberikan Laban melalui tipu muslihat, bukan dari Rahel yang sangat dicintai Yakub.
Berikut adalah beberapa poin untuk melengkapi pemikiran mengenai siapa "mereka yang tersisa" saat ini:
1. Realitas "Sisa-Sisa" Israel (The Remnant)
Secara teknis, mereka yang tersisa sekarang secara kolektif disebut sebagai Yahudi (Jews). Istilah ini diambil dari kata Yehuda. Ketika Kerajaan Utara (Israel/Samaria) runtuh oleh Asyur pada 722 SM, penduduknya tercerai-berai (10 Suku yang Hilang).
Namun, secara historis:
* Banyak orang dari suku-suku Utara sebenarnya sudah mengungsi ke Selatan (Yehuda) sebelum Asyur menyerang.
* Artinya, genetik 12 suku sebenarnya "terserap" ke dalam Kerajaan Yehuda yang bertahan lebih lama.
* Maka, orang Yahudi modern secara teknis membawa darah campuran dari sisa-sisa suku lainnya, meski dominasinya adalah Yehuda dan Benyamin.
2. Fenomena Klaim "10 Suku Utara"
Mengenai banyaknya orang yang mengaku keturunan 10 suku (seperti di Ethiopia, India, atau bahkan klaim-klaim modern lainnya), ada dua sudut pandang:
* Secara Teologis: Ada kerinduan akan restorasi penuh "Seluruh Israel" (12 suku), bukan hanya Yehuda.
* Secara Historis/Genetik: Memang sulit dibuktikan secara absolut (mbuh), tapi migrasi besar-besaran di zaman kuno memungkinkan adanya kantong-kantong keturunan ini di berbagai belahan dunia.
3. Ironi Lea dan Rencana Ilahi
Ada keindahan dalam fakta bahwa Yesus datang dari garis Lea:
* Lea vs Rahel: Rahel mewakili cinta manusiawi dan kecantikan fisik, tapi Lea (yang "matanya kusam") justru menjadi saluran berkat bagi Mesias melalui Yehuda dan bagi keimaman melalui Lewi.
* Ini menunjukkan bahwa rencana Tuhan seringkali bekerja melalui jalur yang tidak ideal atau penuh drama manusiawi (seperti tipuan Laban).
Kesimpulan: Siapa mereka yang tersisa?
Saktenane (sejatinya), mereka yang tersisa adalah "Yudea Plus". Mereka adalah entitas yang menjaga Taurat dan silsilah Daud tetap hidup hingga hari ini, sementara suku-suku Utara menjadi "garam" yang larut dalam bangsa-bangsa lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar