Istilah OPUD (Over-Promise, Under-Deliver) memang menjadi kritik yang sangat tajam bagi siapa pun—baik tokoh publik, perusahaan, maupun instansi. Mengatakan "sudah banyak yang sepakat" menunjukkan adanya krisis kepercayaan yang cukup dalam.
Fenomena seseorang dianggap OPUD biasanya berakar dari beberapa dinamika berikut:
Mengapa Label OPUD Bisa Melekat?
* Ekspektasi vs. Realita: Biasanya terjadi ketika narasi awal yang dibangun terlalu megah atau idealis, sehingga ketika hasil akhirnya hanya mencapai level "biasa saja", publik merasa tertipu meskipun sebenarnya ada progres.
* Masalah Komunikasi: Kadang kinerjanya ada, tapi cara menyampaikannya di awal terlalu bombastis. Akhirnya, keberhasilan kecil jadi tidak terlihat karena orang terlanjur menunggu "ledakan" besar yang dijanjikan.
* Hambatan Eksekusi: Sering kali rencana hebat di atas kertas terbentur birokrasi, anggaran, atau sumber daya manusia di lapangan yang tidak sejalan dengan visi pemimpinnya.
Dampak dari Sentimen Ini
Jika stigma OPUD sudah terbentuk, dampaknya cukup berat:
* Skeptisisme Publik: Ke depannya, program atau janji baru akan sulit diterima masyarakat karena sudah ada tameng "ah, paling cuma janji lagi."
* Kehilangan Momentum: Dukungan kolektif yang dibutuhkan untuk menjalankan sebuah visi biasanya melemah ketika kepercayaan luntur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar