Sosok aslinya tidak pernah terungkap secara pasti, menjadikannya misteri sastra awal Orde Baru.
Kontroversi "Langit Makin Mendung": Cerpen ini mengisahkan Nabi Muhammad dan Jibril yang bosan di surga dan turun ke bumi untuk melihat kondisi umatnya di Indonesia, yang digambarkan terpengaruh ideologi Nasakom (Nasionalisme, Agama, Komunisme).
Kritik Sosial: Meskipun dianggap menghina, cerita ini sebenarnya merupakan bentuk satire atau sinisme terhadap situasi politik dan sosial-keagamaan yang kacau di awal Orde Baru.
Dampak Kasus: Penerbitan cerpen tersebut memicu rusuh sosial dan pembakaran rumah ibadah di sekitar Surabaya, sehingga pemerintah mengambil tindakan tegas untuk melarang edisi majalah yang memuatnya.
Nama "Ki Panji Kusmin" sering dikaitkan dengan perdebatan mengenai batas-batas kebebasan berekspresi dalam karya sastra di Indonesia pada era tersebu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar