Sabtu, 10 Januari 2026

KASIH MULA-MULA

"Mengingat kasih mula-mula firman Tuhan" merujuk pada seruan Alkitab, khususnya Wahyu 2:1-7, agar orang percaya kembali ke semangat kasih murni yang pertama kali mereka rasakan kepada Kristus, yaitu kasih yang hangat, spontan, dan rela berkorban, seperti suasana "jatuh cinta" kepada Tuhan, yang ditemukan dalam firman-Nya dan dilakukan melalui pertobatan serta pekerjaan mula-mula.


 Intinya, ini tentang memelihara hubungan intim dan penuh gairah dengan Tuhan, bukan sekadar rutinitas atau pengetahuan teologis, tetapi sebuah pengalaman kasih yang mendalam seperti yang tertulis dalam Alkitab. Makna Kasih Mula-Mula Kasih yang menggebu dan spontan: Seperti saat pertama kali jatuh cinta, penuh gairah dan tidak dibuat-buat. Kasih yang murni: Tidak campur aduk dengan motivasi lain, murni karena Tuhan. Kasih yang rela berkorban: Tidak mencari keuntungan diri sendiri, siap memberikan apa saja demi Dia. Kasih yang terwujud dalam perbuatan: Melaksanakan perintah-Nya, mengasihi sesama seperti diri sendiri (Matius 22:39), dan memiliki hati yang taat. Cara Mengingat dan Memelihara Kasih Mula-Mula (Firman Tuhan) Mengingat di mana kita jatuh: Sadari ketika kasih itu mulai memudar atau berubah menjadi rutinitas. Membaca dan merenungkan Alkitab: Alkitab adalah surat kasih Tuhan, di dalamnya kita menemukan kembali kasih-Nya (1 Yohanes 4:19). Pertobatan: Bersepakat dengan Tuhan tentang dosa dan perubahan sikap, dari hati yang dingin menjadi hangat lagi. Lakukan pekerjaan mula-mula: Lakukan apa yang menjadi buah dari kasih mula-mula tersebut. "Perjalanan Kenangan": Kenang pertolongan Tuhan di masa lalu untuk membangkitkan rasa syukur dan kagum. Peringatan dari Firman Tuhan Yesus menegur jemaat Efesus karena meninggalkan kasih mula-mula mereka, meskipun mereka pekerja keras dan tekun melawan ajaran sesat (Wahyu 2:4). Kehilangan kasih mula-mula adalah kejatuhan yang paling dalam, karena ini berarti pilihan sadar untuk menjauh, bukan kecelakaan

Tidak ada komentar: