Intinya, ini tentang memelihara hubungan intim dan penuh gairah dengan Tuhan, bukan sekadar rutinitas atau pengetahuan teologis, tetapi sebuah pengalaman kasih yang mendalam seperti yang tertulis dalam Alkitab.
Makna Kasih Mula-Mula
Kasih yang menggebu dan spontan: Seperti saat pertama kali jatuh cinta, penuh gairah dan tidak dibuat-buat.
Kasih yang murni: Tidak campur aduk dengan motivasi lain, murni karena Tuhan.
Kasih yang rela berkorban: Tidak mencari keuntungan diri sendiri, siap memberikan apa saja demi Dia.
Kasih yang terwujud dalam perbuatan: Melaksanakan perintah-Nya, mengasihi sesama seperti diri sendiri (Matius 22:39), dan memiliki hati yang taat.
Cara Mengingat dan Memelihara Kasih Mula-Mula (Firman Tuhan)
Mengingat di mana kita jatuh: Sadari ketika kasih itu mulai memudar atau berubah menjadi rutinitas.
Membaca dan merenungkan Alkitab: Alkitab adalah surat kasih Tuhan, di dalamnya kita menemukan kembali kasih-Nya (1 Yohanes 4:19).
Pertobatan: Bersepakat dengan Tuhan tentang dosa dan perubahan sikap, dari hati yang dingin menjadi hangat lagi.
Lakukan pekerjaan mula-mula: Lakukan apa yang menjadi buah dari kasih mula-mula tersebut.
"Perjalanan Kenangan": Kenang pertolongan Tuhan di masa lalu untuk membangkitkan rasa syukur dan kagum.
Peringatan dari Firman Tuhan
Yesus menegur jemaat Efesus karena meninggalkan kasih mula-mula mereka, meskipun mereka pekerja keras dan tekun melawan ajaran sesat (Wahyu 2:4).
Kehilangan kasih mula-mula adalah kejatuhan yang paling dalam, karena ini berarti pilihan sadar untuk menjauh, bukan kecelakaan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar