Berikut adalah pengembangan diskusi tersebut dengan menambahkan dasar-dasar ayat Alkitab yang relevan untuk memperkuat argumen secara alkitabiah:
Jawaban Apologetika Kristen Berdasarkan Alkitab
1. Kritik Mengenai Kontradiksi Internal
Jawaban Iman: Alkitab diilhami oleh Allah namun ditulis oleh manusia dengan sudut pandang yang berbeda untuk tujuan yang spesifik, namun tetap membawa pesan yang satu.
* Prinsip Harmonisasi: Alkitab mengajarkan bahwa kebenaran tetap konsisten di bawah bimbingan Roh Kudus.
> "Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran." (2 Timotius 3:16)
>
* Keberagaman Kesaksian: Alkitab mengakui pentingnya banyak saksi untuk meneguhkan satu perkara. Perbedaan detail menunjukkan independensi saksi.
> "Atas keterangan dua atau tiga orang saksi perkara itu tidak sangsi." (Ulangan 19:15)
>
2. Kritik Mengenai Sains (Penciptaan vs Evolusi)
Jawaban Iman: Alkitab menekankan bahwa Allah adalah sumber keteraturan dan pencipta segala hukum alam, bukan hanya sekadar menjelaskan mekanisme teknis.
* Interpretasi Waktu (Yom): Alkitab menunjukkan bahwa konsep waktu bagi Allah berbeda dengan perspektif manusia.
> "Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari." (2 Petrus 3:8)
>
* Desain yang Cerdas (Fine-Tuning): Alam semesta menyatakan kecerdasan Penciptanya melalui keteraturan.
> "Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya." (Mazmur 19:2)
>
3. Kritik Mengenai Moralitas (Kekerasan di PL)
Jawaban Iman: Kekerasan dalam PL sering kali merupakan penghakiman atas dosa yang sudah mencapai batasnya, dan etika Alkitab bersifat progresif menuju kasih yang sempurna dalam Kristus.
* Keadilan Tuhan atas Dosa: Tuhan bersabar, namun tetap adil dalam menghukum kejahatan bangsa-bangsa.
> "Tetapi keturunan yang keempat akan kembali ke sini, sebab sebelum itu kedurjaan orang Amori itu belum genap." (Kejadian 15:16)
>
* Puncak Etika dalam Kasih: Yesus memberikan standar baru yang menyempurnakan dan mengarahkan kembali pemahaman kita tentang relasi dengan sesama.
> "Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu." (Matius 5:43-44)
>
4. Kritik Mengenai Keandalan Sejarah
Jawaban Iman: Alkitab ditulis berdasarkan peristiwa nyata dan saksi mata yang melihat langsung, bukan berdasarkan dongeng atau mitos.
* Bukan Mitos: Para penulis menegaskan bahwa mereka melaporkan fakta sejarah.
> "Sebab kami tidak mengikuti dongeng-dongeng isapan jempol manusia, ketika kami memberitahukan kepadamu kuasa dan kedatangan Tuhan kita, Yesus Kristus sebagai raja, tetapi kami adalah saksi mata dari kebesaran-Nya." (2 Petrus 1:16)
>
* Ketelitian Penulisan: Penulis seperti Lukas menekankan riset yang cermat terhadap peristiwa yang terjadi.
> "Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan teliti dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu..." (Lukas 1:3)
>
Kesimpulan
Secara alkitabiah, iman Kristen tidak diminta untuk menjadi buta. Sebaliknya, orang percaya dipanggil untuk siap memberikan pertanggungjawaban yang logis atas iman mereka.
> "Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat." (1 Petrus 3:15)
>
Apakah Anda ingin saya mendalami lebih lanjut mengenai salah satu poin di atas, misalnya mengenai perbedaan silsilah Yesus secara lebih mendetail?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar