TEGUCIGALPA, Penerbitmajas.com - Pemilihan Presiden Honduras yang akan datang pada hari Minggu menampilkan persaingan ketat, dengan sebagian besar jajak pendapat menunjukkan hasil yang imbang secara statistik di antara tiga dari lima kontestan utama: Rixi Moncada (partai berkuasa), Nasry Asfura (mantan Walikota Tegucigalpa dari Partai Nasional), dan Salvador Nasralla (tokoh TV dari Partai Liberal).
Berikut adalah ringkasan profil dari dua kandidat teratas:
Rixi Moncada: Guru dan Loyalis Kiri
Rixi Moncada, seorang guru dan pengacara berusia 60 tahun, mencalonkan diri sebagai presiden mewakili Partai Kebebasan dan Pendirian Kembali (LIBRE), partai yang telah memerintah Honduras sejak 2022.
Latar Belakang dan Pendidikan: Lahir pada 13 Februari 1965, di Talanga, 52 km (32 mil) utara Tegucigalpa. Ia pindah ke ibu kota untuk menempuh pendidikan dan lulus pada usia 17 tahun.
Karier Publik: Moncada memiliki rekam jejak luas di sektor publik. Ia pernah menjabat sebagai hakim, magistrat, penasihat Kejaksaan Agung, dan profesor. Sejak 2006, ia memimpin berbagai kementerian penting, termasuk Tenaga Kerja dan Jaminan Sosial, Keuangan, dan Pertahanan.
Perjalanan Politik: Karier politiknya dimulai sebagai penasihat di Kongres. Pada tahun 2006, Presiden Manuel Zelaya (kiri) menunjuknya sebagai Menteri Tenaga Kerja. Moncada tetap menjadi pendukung setia Zelaya setelah kudeta pada pertengahan 2009 dan menjadi salah satu pendiri kelompok yang menuntut kembalinya Zelaya, yang kemudian berkembang menjadi Partai LIBRE pada 2012.
Kontroversi: Pada tahun 2009, ia sempat menghadapi tuduhan korupsi terkait dugaan kelebihan harga dalam sewa gedung untuk perusahaan listrik negara ENEE, yang dipimpinnya saat itu. Kasus tersebut dibatalkan pada 2010. Ia juga dikritik karena tuduhan nepotisme terkait penempatan kerabat di posisi pemerintahan, tuduhan yang ia sangkal, menyatakan mereka adalah "pekerja keras dengan gaji minimum."
Visi Utama: Moncada mengusulkan "demokratisasi ekonomi" melalui perluasan kredit, penguatan produksi nasional, dan pembangunan model ekonomi yang menciptakan "peluang nyata bagi semua orang." Ia juga berjanji melakukan perubahan konstitusi untuk mendukung reformasi peradilan, dengan mengatakan: "Perjuangan kami melawan korupsi adalah head-on dan tanpa rasa takut. Untuk mereformasi sistem peradilan, hanya ada satu cara: memiliki mayoritas di Kongres."
Nasry Asfura: Pengusaha dan Pembangun Infrastruktur
Nasry Asfura, seorang politisi dan pengusaha berusia 67 tahun, mencalonkan diri untuk kursi kepresidenan untuk kedua kalinya berturut-turut. Ia adalah tokoh utama Partai Nasional yang konservatif, partai yang presiden terakhirnya, Juan Orlando Hernández, kini menjalani hukuman di Amerika Serikat atas tuduhan perdagangan narkoba.
Latar Belakang: Lahir di Tegucigalpa pada 8 Juni 1958, Asfura berasal dari keluarga keturunan Palestina. Ia pernah belajar teknik sipil tetapi tidak menyelesaikan gelarnya.
Awal Karier Publik: Ia memasuki kehidupan publik pada tahun 1990-an selama masa pemerintahan Nora Gúnera (mantan first lady dan Walikota wanita pertama Tegucigalpa). Ia dikenal sebagai pejabat yang efisien namun bersahaja (low-profile), bertugas di berbagai administrasi kota, dan pernah menjabat sebagai anggota kongres serta menteri investasi sosial.
Masa Jabatan Walikota: Dalam pemilihan umum 2013, Asfura terpilih sebagai Walikota Distrik Pusat (Tegucigalpa dan Comayagüela) dan memenangkan pemilihan kembali pada 2017. Masa jabatannya ditandai dengan fokus besar pada pembangunan proyek infrastruktur jalan.
Julukan: Berkat fokusnya pada pembangunan dan pelayanan publik, ia mendapatkan julukan populer "Papi, at your service" ("Papi, siap melayanimu").
Tidak ada komentar:
Posting Komentar