Selasa, 17 Maret 2026

Lukas 7

 Mari kita susun Lukas pasal 7 sebagai narasi aktif yang menonjolkan otoritas Yesus atas penyakit, kematian, dan dosa, serta pengakuan akan siapa diri-Nya.

Yesus Mengagumi Iman Perwira Kapernaum yang Luar Biasa

Lukas 7:1-10. Yesus masuk ke Kapernaum dan menerima permintaan dari seorang perwira Romawi melalui tua-tua Yahudi untuk menyembuhkan hambanya yang sakit keras. Perwira itu mengirim pesan bahwa ia tidak layak menerima Yesus di rumahnya dan percaya bahwa sepatah kata saja dari Yesus cukup untuk menyembuhkan hambanya. Yesus heran mendengar hal itu dan berkata kepada orang banyak bahwa Ia tidak pernah menemukan iman sebesar itu, bahkan di antara orang Israel sekalipun, dan pada saat itu juga sang hamba menjadi sehat.

Yesus Membangkitkan Anak Muda di Nain dengan Kuasa Hidup

Lukas 7:11-17. Yesus berjalan ke kota Nain dan bertemu dengan iring-iringan orang mati yang sedang diusung ke luar gerbang kota, yaitu anak laki-laki tunggal dari seorang janda. Tergerak oleh belas kasihan, Yesus menghampiri tandu itu, menyentuhnya, dan memerintahkan orang muda itu untuk bangkit. Seketika itu juga orang mati itu bangun dan mulai berbicara, lalu Yesus menyerahkannya kepada ibunya, sehingga ketakutan yang kudus meliputi semua orang yang memuliakan Allah karena kebangkitan nabi besar di tengah mereka.

Yesus Memberi Kesaksian Tentang Yohanes Pembaptis dan Misi-Nya

Lukas 7:18-35. Murid-murid Yohanes Pembaptis datang bertanya apakah Yesus adalah Dia yang akan datang ataukah mereka harus menantikan orang lain. Yesus menjawab dengan menyembuhkan banyak orang sakit di depan mata mereka dan menyuruh mereka melaporkan bahwa orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, dan kabar baik diberitakan kepada orang miskin. Setelah mereka pergi, Yesus memuji Yohanes sebagai nabi yang lebih dari sekadar nabi, namun Ia menyesali orang-orang sezaman itu yang tetap bebal dan tidak mau menerima baik Yohanes maupun Anak Manusia.

Yesus Mengampuni Perempuan Berdosa yang Mengurapi Kaki-Nya

Lukas 7:36-50. Seorang Farisi bernama Simon mengundang Yesus makan, lalu datanglah seorang perempuan berdosa yang membasahi kaki Yesus dengan air mata, menyekanya dengan rambut, dan meminyakinya dengan urapan yang mahal. Yesus menjawab keberatan Simon dengan perumpamaan tentang dua orang yang dihapuskan hutangnya, menjelaskan bahwa perempuan ini mengasihi banyak karena ia telah diampuni banyak. Yesus menegaskan kepada perempuan itu bahwa imannya telah menyelamatkannya dan dosanya telah diampuni, yang membuat tamu-tamu lain terheran-heran akan kuasa-Nya mengampuni dosa.

Apakah Anda ingin saya meneruskan penceritaan aktif ini ke Lukas pasal 8, di mana Yesus meredakan angin ribut dan membangkitkan anak Yairus?


Tidak ada komentar: