Mari kita susun Lukas pasal 21 sebagai narasi aktif yang memperlihatkan Yesus yang menatap masa depan, memberikan peringatan tentang keruntuhan dunia, dan menguatkan hati para pengikut-Nya.
Yesus Memuji Ketulusan Janda Miskin yang Memberi Segalanya
Lukas 21:1-4. Yesus sedang duduk di Bait Allah dan memperhatikan orang-orang kaya memasukkan persembahan mereka ke dalam peti persembahan. Ia juga melihat seorang janda miskin memasukkan dua peser ke dalamnya. Yesus berseru bahwa janda ini memberi lebih banyak daripada semua orang itu; sebab orang-orang kaya itu memberi dari kelimpahan mereka, tetapi janda ini memberikan seluruh nafkahnya dalam kekurangannya.
Yesus Menubuatkan Bait Allah yang Akan Runtuh
Lukas 21:5-9. Ketika beberapa orang berbicara tentang Bait Allah yang dihiasi dengan batu-batu indah dan barang-barang persembahan, Yesus menyatakan bahwa akan tiba waktunya tidak ada satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan. Ia memperingatkan murid-murid-Nya agar waspada terhadap penyesat yang datang mengaku sebagai Mesias dan agar tidak terkejut saat mendengar kabar tentang perang dan pemberontakan, karena hal itu harus terjadi lebih dahulu.
Yesus Menggambarkan Penderitaan dan Penganiayaan di Masa Depan
Lukas 21:10-19. Yesus menubuatkan akan terjadinya gempa bumi yang dahsyat, kelaparan, dan penyakit sampar di berbagai tempat. Ia memperingatkan bahwa sebelum semua itu terjadi, para pengikut-Nya akan ditangkap, dianiaya, dan diserahkan ke rumah ibadat serta penjara karena nama-Nya. Namun, Yesus berjanji akan memberikan kata-kata dan hikmat yang tidak dapat dibantah oleh lawan mereka. Ia menegaskan bahwa melalui ketekunan, mereka akan memperoleh hidup mereka.
Yesus Memberitahu Tentang Kehancuran Yerusalem dan Kedatangan Anak Manusia
Lukas 21:20-28. Yesus memberikan tanda bahwa jika Yerusalem dikepung oleh tentara, maka saat keruntuhannya sudah dekat. Ia menggambarkan masa itu sebagai hari pembalasan yang mengerikan bagi bangsa itu. Namun, di tengah tanda-tanda pada matahari, bulan, dan bintang, serta ketakutan bangsa-bangsa, Anak Manusia akan datang dalam awan dengan kekuasaan dan kemuliaan yang besar. Yesus menyuruh mereka untuk bangkit dan mengangkat muka, karena penyelamatan mereka sudah dekat.
Yesus Memerintahkan Kesiapsiagaan Melalui Perumpamaan Pohon Ara
Lukas 21:29-38. Yesus memberikan perumpamaan tentang pohon ara yang mulai bertunas sebagai tanda musim panas sudah dekat; demikian pula jika tanda-tanda itu terjadi, Kerajaan Allah sudah dekat. Ia memperingatkan agar hati mereka tidak sarat dengan pesta pora, kemabukan, dan kepentingan duniawi supaya hari itu tidak datang tiba-tiba seperti jerat. Yesus menghabiskan siang hari mengajar di Bait Allah dan malam hari di bukit Zaitun, sementara seluruh rakyat datang pagi-pagi untuk mendengarkan-Nya.
Apakah Anda ingin saya melanjutkan penceritaan aktif ini ke Lukas pasal 22, yang berisi tentang Perjamuan Malam terakhir, pengkhianatan Yudas, dan penangkapan Yesus?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar