Selasa, 17 Maret 2026

Lukas 17

 Mari kita susun Lukas pasal 17 sebagai narasi aktif yang memperlihatkan Yesus yang mengajar tentang tanggung jawab iman, rasa syukur, dan kesiapsiagaan menyambut Kerajaan Allah.

Yesus Memperingatkan Bahaya Penyesatan dan Pentingnya Pengampunan

Lukas 17:1-6. Yesus berkata kepada murid-murid-Nya bahwa penyesatan pasti akan datang, namun celakalah orang yang menyebabkannya; lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya dan ia dibuang ke dalam laut. Ia memerintahkan para pengikut-Nya untuk menegur saudara yang berbuat dosa dan mengampuninya, bahkan jika orang itu berbuat salah tujuh kali sehari dan kembali memohon ampun tujuh kali juga. Ketika para rasul meminta agar iman mereka ditambah, Yesus menjawab bahwa iman sekecil biji sesawi saja sanggup mencabut pohon ara dan menanamnya di dalam laut.

Yesus Menjelaskan Sikap Hamba yang Rendah Hati

Lukas 17:7-10. Yesus memberikan gambaran tentang seorang hamba yang baru pulang dari membajak atau menggembalakan ternak, di mana tuannya tidak langsung menjamunya melainkan menyuruhnya melayani di meja makan terlebih dahulu. Ia menegaskan bahwa tuan itu tidak perlu berterima kasih kepada hambanya karena hamba itu hanya melakukan apa yang ditugaskan kepadanya. Demikian pula Yesus mendidik murid-murid-Nya agar setelah melakukan segala sesuatu yang diperintahkan, mereka tetap berkata bahwa mereka adalah hamba-hamba yang tidak berguna yang hanya melakukan tugas mereka.

Yesus Menyembuhkan Sepuluh Orang Kusta dan Memuji Rasa Syukur

Lukas 17:11-19. Yesus memasuki sebuah desa di perbatasan Samaria dan Galilea, lalu sepuluh orang kusta berdiri dari jauh dan berteriak memohon belas kasihan-Nya. Yesus menyuruh mereka pergi memperlihatkan diri kepada imam-imam, dan dalam perjalanan itu mereka semua menjadi tahir. Namun, hanya satu orang—seorang Samaria—yang kembali setelah menyadari kesembuhannya, tersungkur di depan kaki Yesus, dan memuliakan Allah dengan suara nyaring. Yesus bertanya ke mana sembilan orang lainnya, lalu Ia menegaskan kepada orang Samaria itu bahwa imannya telah menyelamatkannya.

Yesus Menjelaskan Kedatangan Kerajaan Allah yang Tak Terduga

Lukas 17:20-37. Orang-orang Farisi bertanya kapan Kerajaan Allah datang, dan Yesus menjawab bahwa Kerajaan Allah tidak datang dengan tanda-tanda lahiriah karena sesungguhnya Kerajaan itu ada di antara mereka. Ia memperingatkan murid-murid-Nya bahwa hari kedatangan Anak Manusia akan seperti kilat yang memancar dari ujung langit ke ujung langit lainnya, namun sebelumnya Ia harus menanggung banyak penderitaan. Yesus menyamakan zaman itu dengan zaman Nuh dan Lot, di mana orang-orang makan, minum, dan berjual-beli hingga kehancuran tiba tiba-tiba; Ia mengingatkan agar setiap orang tidak menoleh ke belakang seperti istri Lot, melainkan tetap berjaga-jaga karena pemisahan akan terjadi seketika.

Apakah Anda ingin saya meneruskan penceritaan aktif ini ke Lukas pasal 18, di mana Yesus mengajar tentang janda yang gigih berdoa dan orang kaya yang sulit masuk Kerajaan Allah?


Tidak ada komentar: