Mari kita masuk ke Lukas pasal 15, sebuah narasi yang memperlihatkan hati Yesus yang meluap dengan kasih dan sukacita saat menemukan kembali mereka yang terhilang.
Yesus Menyambut Pemungut Cukai dan Orang Berdosa
Lukas 15:1-7. Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa datang berkerumun untuk mendengarkan Yesus, namun orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bersungut-sungut karena Yesus menerima mereka dan makan bersama mereka. Yesus menjawab mereka dengan perumpamaan tentang seorang gembala yang meninggalkan sembilan puluh sembilan ekor domba di padang gurun demi mencari satu domba yang sesat sampai ia menemukannya. Ia menegaskan bahwa akan ada sukacita yang lebih besar di surga karena satu orang berdosa yang bertobat daripada karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.
Yesus Mengibaratkan Sukacita Surga Melalui Dirham yang Hilang
Lukas 15:8-10. Yesus memberikan gambaran lain tentang seorang perempuan yang mempunyai sepuluh dirham dan kehilangan satu di antaranya. Perempuan itu menyalakan pelita, menyapu rumah, dan mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya, lalu ia memanggil sahabat-sahabatnya untuk bersukacita bersama. Yesus menekankan bahwa demikianlah malaikat-malaikat Allah bersukacita karena satu orang berdosa yang bertobat, menunjukkan betapa berharganya setiap jiwa di mata Tuhan.
Yesus Menceritakan Kasih Bapa pada Anak yang Hilang
Lukas 15:11-24. Yesus menceritakan tentang seorang anak bungsu yang meminta bagian warisannya lalu memboroskannya di negeri yang jauh sampai ia melarat dan menjaga babi. Dalam kehancurannya, ia sadar dan memutuskan pulang untuk memohon menjadi upahan ayahnya, namun sang ayah justru berlari memeluk dan menciumnya saat ia masih jauh. Yesus memperlihatkan hati Bapa yang memberikan jubah terbaik dan mengadakan pesta besar karena anaknya yang telah mati itu hidup kembali, yang telah hilang itu didapat kembali.
Yesus Menegur Sikap Anak Sulung yang Merasa Benar
Lukas 15:25-32. Yesus melanjutkan kisah itu dengan reaksi anak sulung yang marah dan tidak mau masuk ke dalam pesta karena merasa dirinya selalu setia melayani namun tidak pernah diberi pesta. Sang ayah keluar dan membujuknya, mengingatkan bahwa segala milik ayah adalah miliknya juga, tetapi mereka harus bersukacita atas kembalinya sang adik. Melalui bagian ini, Yesus menegur orang Farisi agar tidak sombong dengan kesalehan mereka dan belajar memiliki hati yang rindu merangkul saudara yang bertobat.
Apakah Anda ingin saya meneruskan penceritaan aktif ini ke Lukas pasal 16, di mana Yesus mengajar tentang bendahara yang tidak jujur dan orang kaya dengan Lazarus?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar