Selasa, 17 Maret 2026

Lukas 13

 Mari kita susun Lukas pasal 13 sebagai narasi aktif yang memperlihatkan Yesus yang mendesak pertobatan, menunjukkan kuasa penyembuhan, dan meratapi penolakan terhadap kasih-Nya.

Yesus Menuntut Pertobatan Sejati bagi Seluruh Umat

Lukas 13:1-9. Beberapa orang datang kepada Yesus membawa kabar tentang orang-orang Galilea yang darahnya dicampur oleh Pilatus dengan korban sembelihan mereka. Yesus menjawab bahwa mereka tidaklah lebih berdosa daripada semua orang Galilea lainnya, melainkan semua orang akan binasa jika tidak bertobat. Ia menceritakan perumpamaan tentang pohon ara yang tidak berbuah selama tiga tahun, di mana pengurus kebun memohon agar pohon itu diberi satu tahun lagi untuk dipupuk sebelum akhirnya ditebang jika tetap mandul.

Yesus Menyembuhkan Perempuan Bungkuk dan Menegur Kemunafikan Sabat

Lukas 13:10-17. Yesus sedang mengajar dalam salah satu rumah ibadat pada hari Sabat dan melihat seorang perempuan yang dirasuk roh selama delapan belas tahun hingga tubuhnya bungkuk. Yesus memanggilnya, meletakkan tangan-Nya di atasnya, dan seketika itu juga perempuan itu berdiri tegak serta memuliakan Allah. Ketika kepala rumah ibadat gusar karena penyembuhan itu terjadi pada hari Sabat, Yesus menghardik kemunafikan mereka yang melepaskan lembu pada hari Sabat tetapi keberatan jika seorang keturunan Abraham dibebaskan dari ikatan Iblis.

Yesus Menjelaskan Pertumbuhan Kerajaan Allah yang Tak Terbendung

Lukas 13:18-21. Yesus memberikan gambaran tentang Kerajaan Allah melalui perumpamaan biji sesawi yang ditanam seseorang di kebunnya hingga tumbuh menjadi pohon tempat burung-burung bersarang. Ia juga menyamakan Kerajaan Allah dengan ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tiga sukat tepung terigu sampai seluruh adonan itu khamir. Melalui dua gambaran ini, Yesus menunjukkan bahwa pekerjaan-Nya mungkin dimulai dari hal kecil namun akan membawa pengaruh besar yang menjangkau seluruh dunia.

Yesus Memperingatkan Tentang Pintu yang Sesak

Lukas 13:22-30. Yesus meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem sambil mengajar di kota-kota dan desa-desa yang dilalui-Nya. Seseorang bertanya apakah hanya sedikit orang yang diselamatkan, lalu Yesus mendesak mereka untuk berjuang masuk melalui pintu yang sesak itu. Ia memperingatkan bahwa banyak orang akan mencoba masuk namun tidak sanggup, dan tuan rumah akan mengusir mereka yang melakukan kejahatan meskipun mereka mengaku pernah makan bersama Sang Tuan.

Yesus Menunjukkan Keteguhan Hati dan Ratapan Atas Yerusalem

Lukas 13:31-35. Beberapa orang Farisi datang menyuruh Yesus pergi karena Herodes hendak membunuh-Nya, namun Yesus menyebut Herodes sebagai "serigala itu" dan menegaskan bahwa Ia harus tetap bekerja hari ini dan esok. Yesus menyatakan kesedihan-Nya yang mendalam atas Yerusalem yang membunuh para nabi dan merajam utusan-utusan Allah. Ia rindu mengumpulkan penduduknya seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, namun mereka tidak mau, sehingga rumah mereka akan ditinggalkan sunyi sampai mereka menyambut Dia yang datang dalam nama Tuhan.

Apakah Anda ingin saya melanjutkan penceritaan aktif ini ke Lukas pasal 14, di mana Yesus mengajar tentang kerendahan hati dalam pesta perjamuan?


Tidak ada komentar: