Selasa, 24 Maret 2026

Buku Ber-ISBN

 Jawabannya adalah bisa, namun ada beberapa syarat dan ketentuan penting yang harus dipenuhi agar sebuah modul kuliah layak mendapatkan ISBN dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas).

Secara umum, Perpusnas kini lebih selektif dalam memberikan ISBN untuk materi pendidikan guna menghindari penyalahgunaan kode tersebut pada dokumen yang sebenarnya bersifat internal.

Berikut adalah kriteria agar modul kuliah Anda bisa mendapatkan ISBN:

Syarat Utama Modul Ber-ISBN

1. Struktur Materi yang Lengkap

Modul tidak boleh hanya berisi kumpulan slide presentasi atau rangkuman singkat. Modul harus memiliki unsur instruksional yang lengkap, meliputi:

 * Tujuan Instruksional (Capaian Pembelajaran).

 * Uraian materi yang mendalam.

 * Latihan soal atau tugas.

 * Rangkuman dan kunci jawaban (opsional namun disarankan).

 * Daftar pustaka.

2. Memiliki Unsur Kelengkapan Buku

Layaknya buku pada umumnya, modul tersebut harus memiliki:

 * Halaman Judul (Cover).

 * Halaman Persembahan/Redaksi.

 * Kata Pengantar dan Daftar Isi.

 * Profil Penulis.

3. Diterbitkan oleh Penerbit Resmi

ISBN tidak diajukan oleh individu, melainkan oleh institusi penerbit yang terdaftar di Perpusnas. Anda bisa menggunakan:

 * Penerbit Kampus (Press): Misalnya UI Press, UGM Press, atau unit penerbitan di fakultas/universitas Anda.

 * Penerbit Swasta: Bekerja sama dengan penerbit buku pendidikan luar kampus.

Perbedaan Modul Internal vs. Modul ISBN

Tidak semua modul "perlu" atau "boleh" diberi ISBN. Perhatikan perbandingannya di bawah ini:

| Karakteristik | Modul Internal (Tanpa ISBN) | Modul Ber-ISBN |

|---|---|---|

| Target Pembaca | Hanya mahasiswa di kelas tertentu. | Masyarakat umum atau akademisi luas. |

| Sifat Materi | Sangat spesifik pada kurikulum prodi tertentu. | Materi bersifat umum dan bisa dipelajari siapa saja. |

| Distribusi | Fotokopi terbatas atau unggah di LMS. | Dijual secara komersial atau masuk deposit nasional. |

| Angka Kredit (KUM) | Nilainya lebih kecil untuk kenaikan pangkat. | Nilainya lebih tinggi (masuk kategori Buku Ajar/Teks). |

Mengapa Sekarang Lebih Sulit?

Sejak tahun 2022, Perpusnas memperketat regulasi karena adanya teguran dari badan ISBN internasional mengenai "ledakan" jumlah ISBN di Indonesia yang didominasi oleh buku-buku konsumsi internal (seperti modul praktikum yang sangat tipis atau laporan kegiatan).

Oleh karena itu, jika modul Anda dianggap terlalu spesifik (misalnya: "Modul Praktikum Kimia Dasar Lab X Universitas Y"), kemungkinan besar pengajuan ISBN akan ditolak. Solusinya adalah mengubah judul dan kontennya menjadi lebih umum, seperti "Dasar-Dasar Praktikum Kimia Analitik".

> Catatan Penting: Jika modul tersebut ber-ISBN, maka penulis berkewajiban menyerahkan salinan cetak/digitalnya ke Perpusnas sesuai UU No. 13 Tahun 2018 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam.

Apakah Anda sedang menyiapkan draf modul dan ingin tahu apakah struktur isinya sudah sesuai standar untuk pengajuan ISBN? Saya bisa membantu meninjau kerangka (outline) modul Anda.


Tidak ada komentar: