Minggu, 22 Februari 2026

Sejarah Gereja

 Sejarah gereja Kristen "bukan Katolik" (umumnya disebut sebagai Protestanisme) tidak muncul begitu saja, melainkan berakar dari sebuah gerakan besar di abad ke-16 yang ingin mengembalikan gereja ke ajaran Alkitab.

Berikut adalah urutan sejarah singkat bagaimana perpecahan ini terjadi:

1. Akar Masalah: Mengapa Terjadi Perpecahan?

Pada abad pertengahan, Gereja Katolik Roma adalah satu-satunya otoritas gereja di Eropa Barat. Namun, seiring berjalannya waktu, muncul ketidakpuasan terhadap beberapa praktik gereja saat itu, seperti:

 * Penjualan Indulgensi: Surat pengampunan dosa yang dijual untuk dana pembangunan Basilika Santo Petrus.

 * Otoritas: Muncul pertanyaan apakah tradisi gereja atau Alkitab yang memiliki otoritas tertinggi.

 * Bahasa: Alkitab saat itu hanya tersedia dalam bahasa Latin (Vulgata), yang tidak dipahami oleh rakyat jelata.

2. Pemicu Utama: Reformasi Protestan (1517)

Sosok paling sentral adalah Martin Luther, seorang biarawan Jerman. Pada 31 Oktober 1517, ia memaku 95 Tesis di pintu Gereja Kastil Wittenberg. Niat awalnya bukan mendirikan agama baru, melainkan mereformasi Katolik dari dalam.

Namun, konflik ini membesar dan mengakibatkan Luther dikucilkan (eks-komunikasi). Para pengikutnya mulai menyebut diri mereka "Protestan" (dari kata protest).

3. Lahirnya Berbagai Denominasi

Setelah gerakan Luther, muncul tokoh-tokoh lain yang memiliki pandangan sedikit berbeda, yang kemudian membentuk cabang-cabang besar gereja non-katolik:

| Aliran (Denominasi) | Tokoh Utama | Ciri Khas/Asal |

|---|---|---|

| Lutheran | Martin Luther | Berfokus pada keselamatan melalui iman saja (Sola Fide). |

| Reformed (Calvinis) | Yohanes Calvin | Menekankan kedaulatan Tuhan; cikal bakal gereja GKI atau HKBP di Indonesia. |

| Anglikan | Raja Henry VIII | Muncul di Inggris karena perselisihan politik dan agama dengan Paus. |

| Anabaptis | - | Menekankan bahwa baptisan hanya untuk orang dewasa yang sudah sadar. |

4. Perkembangan ke Indonesia

Gereja-gereja non-Katolik masuk ke Indonesia seiring dengan kedatangan bangsa Eropa (terutama Belanda melalui VOC).

 * Indische Kerk: Gereja negara yang dibentuk Belanda, yang nantinya melahirkan gereja-gereja besar seperti GPIB, GPM, dan GMIM.

 * Misi Penginjilan (Zending): Lembaga-lembaga dari Jerman dan Belanda yang menyebarkan injil ke daerah pedalaman (seperti Nommensen di Tanah Batak).

> Catatan Penting: Meskipun berbeda secara organisasi dan beberapa ritual dengan Katolik, gereja-gereja ini tetap menyembah Tuhan yang sama dan menggunakan Alkitab sebagai dasar iman mereka.

Perbedaan Utama Secara Singkat

Secara umum, yang membedakan gereja Kristen Protestan dari Katolik adalah:

 * Kepemimpinan: Protestan tidak dipimpin oleh seorang Paus.

 * Alkitab: Protestan hanya mengakui 66 buku dalam Alkitab (tanpa kitab Deuterokanonika).

 * Sakramen: Umumnya Protestan hanya menjalankan 2 sakramen (Baptisan dan Perjamuan Kudus), sementara Katolik ada 7.

Apakah Anda ingin saya menjelaskan lebih detail mengenai perbedaan ajaran antara satu denominasi dengan yang lainnya?

Pernyataan Anda menyentuh perdebatan sejarah dan teologis yang sangat mendalam mengenai definisi "Gereja Pertama". Sudut pandang mengenai hal ini biasanya terbagi menjadi dua perspektif utama:
1. Perspektif Sejarah Umum (Gereja Mula-mula)
Jika yang dimaksud dengan "Gereja Pertama" adalah komunitas orang percaya yang dibentuk langsung setelah peristiwa Pentakosta (seperti yang dicatat dalam kitab Kisah Para Rasul), maka secara historis gereja tersebut belum memiliki nama "Katolik", "Ortodoks", atau "Protestan".
 * Pusat Awal: Gereja pertama berpusat di Yerusalem, dipimpin oleh rasul-rasul seperti Petrus dan Yakobus.
 * Istilah "Kristen": Nama "Kristen" pertama kali digunakan di Antiokhia (Suriah), bukan di Roma.
 * Struktur: Gereja awal berbentuk kumpulan komunitas kecil yang beribadah di rumah-rumah (Gereja Rumah) dan belum memiliki hirarki terpusat seperti yang kita lihat sekarang.
2. Perspektif Katolik Roma
Gereja Katolik Roma berargumen bahwa mereka adalah kelanjutan langsung dari Gereja Pertama tersebut melalui Suksesi Apostolik (garis keturunan yang tidak terputus dari para rasul).
 * Mereka merujuk pada ayat Matius 16:18, di mana Yesus berkata kepada Petrus, "Di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku."
 * Bagi umat Katolik, Petrus dianggap sebagai Paus pertama, sehingga mereka memandang diri mereka sebagai institusi asli yang didirikan Kristus.
3. Perspektif Ortodoks Timur
Gereja Ortodoks juga mengklaim sebagai Gereja Pertama yang asli. Mereka berpendapat bahwa Gereja Katolik Roma memisahkan diri dari mereka pada peristiwa Skisma Akbar tahun 1054. Sebelum tahun tersebut, hanya ada satu Gereja yang Esa (Gereja Katolik yang Am/Universal), namun pusatnya bukan hanya di Roma, melainkan juga di Konstantinopel, Antiokhia, Aleksandria, dan Yerusalem.
4. Perspektif Protestan
Banyak denominasi Protestan berpendapat bahwa "Gereja Pertama" bukanlah sebuah institusi atau organisasi tertentu, melainkan seluruh kumpulan orang percaya (Gereja yang tidak kelihatan).
 * Mereka percaya bahwa gereja yang didirikan para rasul sempat mengalami penyimpangan ajaran selama berabad-abad.
 * Tujuan Reformasi Protestan (abad ke-16) adalah untuk "kembali" ke ajaran Gereja Mula-mula yang murni seperti dalam Alkitab, tanpa tambahan tradisi manusia.
Kesimpulan
Secara teknis-historis:
 * Gereja Pertama adalah jemaat di Yerusalem yang bersifat Yahudi-Kristen.
 * Istilah "Katolik" (berarti "Universal") baru mulai digunakan secara tertulis oleh Ignatius dari Antiokhia sekitar tahun 107 M untuk menggambarkan seluruh kumpulan orang Kristen.
 * Perpecahan menjadi institusi-institusi yang berbeda (Katolik Roma, Ortodoks, Protestan) adalah hasil dari proses sejarah, perbedaan politik, dan perdebatan teologis selama ribuan tahun.
Jadi, Anda benar dalam arti bahwa gereja mula-mula di Yerusalem tidak disebut "Gereja Katolik Roma" seperti organisasinya saat ini, tetapi Gereja Katolik memandang diri mereka sebagai kelanjutan sah dari akar tersebut.

Saya mengerti mengapa Anda merasa demikian. Pernyataan bahwa satu institusi adalah "satu-satunya yang asli" atau "yang pertama" memang sering menjadi titik perdebatan sengit dalam sejarah agama.
Jika kita melihat dari kacamata sejarah objektif dan teologi non-Katolik, ada beberapa alasan kuat mengapa banyak orang (terutama dari kalangan Protestan, Ortodoks, atau sejarawan sekuler) menganggap klaim Gereja Katolik Roma memiliki celah:
1. Pergeseran dari Yerusalem ke Roma
Gereja pertama yang tercatat dalam Alkitab (Kisah Para Rasul) berpusat di Yerusalem, bukan Roma. Pemimpinnya pun bukan hanya Petrus, melainkan juga Yakobus dan Yohanes.
 * Kritik: Klaim bahwa Roma adalah pusat tunggal otoritas dianggap sebagai perkembangan politik belakangan, terutama setelah Kekaisaran Romawi menjadikan Kristen sebagai agama negara.
2. Konsep "Batu Karang" (Matius 16:18)
Ini adalah ayat yang paling sering diperdebatkan. Katolik mengklaim "Batu Karang" adalah Petrus sebagai pribadi (Paus pertama).
 * Pandangan Lain: Banyak teolog berpendapat bahwa "Batu Karang" yang dimaksud Yesus adalah pengakuan iman Petrus bahwa "Yesus adalah Mesias", atau bahkan Yesus Sendiri-lah batu karangnya. Jadi, dasarnya adalah iman, bukan jabatan atau orang.
3. Munculnya Tradisi yang Tidak Ada di Alkitab
Bagi penganut prinsip Sola Scriptura (Hanya Alkitab), banyak klaim Katolik dianggap "ngawur" karena tidak memiliki dasar tertulis dalam Kitab Suci, seperti:
 * Infallibilitas Paus: Ajaran bahwa Paus tidak bisa salah dalam hal iman dan moral.
 * Api Penyucian (Purgatory): Konsep yang dianggap tidak ada dalam teks asli Alkitab.
 * Doa kepada Orang Kudus: Yang dianggap oleh Protestan sebagai penyimpangan dari pengantaraan tunggal melalui Kristus.
4. Skisma Besar 1054
Sebelum tahun 1054, Gereja itu satu (Universal/Katolik). Namun, terjadi perpecahan antara Barat (Roma) dan Timur (Ortodoks).
 * Argumen Ortodoks: Justru Roma-lah yang "memisahkan diri" dengan menambahkan kata-kata ke dalam pengakuan iman (Filioque) dan mengklaim kekuasaan tunggal Paus di atas patriark-patriark lainnya.
Kesimpulan Sederhana
Jika Anda melihat Gereja sebagai institusi organisasi, memang klaim "yang pertama" itu sangat diperdebatkan karena sejarah menunjukkan adanya evolusi struktur organisasi yang panjang.
Namun, jika Anda melihat Gereja sebagai kumpulan orang percaya, maka banyak yang berpendapat bahwa "Gereja yang asli" adalah siapa saja yang mengikuti ajaran Yesus sesuai Alkitab, tanpa memandang label organisasinya.
Apakah Anda ingin kita membedah lebih dalam tentang sejarah bagaimana gereja-gereja di Indonesia (seperti HKBP, GKI, atau Pentakosta) memisahkan diri dari tradisi lama tersebut?


Tidak ada komentar: