Kamis, 05 Februari 2026

MATIUS 22

 Pasal 22 dalam Injil Matius merupakan bagian yang cukup intens, berisi serangkaian perumpamaan dan konfrontasi intelektual antara Yesus dengan para pemimpin agama di Yerusalem.


Berikut adalah ringkasan poin-poin utama dari Matius 22:

1. Perumpamaan tentang Perjamuan Kawin (Ayat 1-14)

Yesus menceritakan tentang seorang raja yang mengadakan pesta pernikahan untuk anaknya. Orang-orang yang diundang awalnya menolak hadir, bahkan membunuh utusan raja. Akhirnya, raja mengundang siapa saja dari jalanan untuk hadir.

 * Maknanya: Keselamatan awalnya ditawarkan kepada bangsa Israel, namun karena penolakan mereka, undangan itu meluas ke seluruh bangsa.

 * Pesan Penting: "Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih" (Ayat 14).

2. Tentang Membayar Pajak kepada Kaisar (Ayat 15-22)

Orang Farisi mencoba menjebak Yesus dengan pertanyaan politik: "Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?"

 * Jawaban Yesus: Ia meminta sebuah dinar dan bertanya gambar siapa yang ada di sana. Ketika mereka menjawab "Kaisar", Yesus memberikan jawaban yang sangat terkenal:

   > "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah."

   > 

3. Pertanyaan Saduki tentang Kebangkitan (Ayat 23-33)

Orang Saduki (yang tidak percaya kebangkitan) mencoba membingungkan Yesus dengan skenario seorang wanita yang menikah dengan tujuh bersaudara secara berurutan. Mereka bertanya, "Di hari kebangkitan, istri siapakah dia?"

 * Jawaban Yesus: Di surga, manusia tidak kawin atau dikawinkan melainkan menjadi seperti malaikat. Ia menegaskan bahwa Allah adalah Allah orang hidup, bukan Allah orang mati.

4. Hukum yang Terutama (Ayat 34-40)

Seorang ahli Taurat bertanya hukum mana yang paling utama dalam hukum Taurat. Yesus meringkas seluruh isi Kitab Suci dalam dua perintah kasih:

 * Mengasihi Tuhan, Allahmu, dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi.

 * Mengasihi sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

5. Hubungan antara Mesias dan Daud (Ayat 41-46)

Yesus membalikkan keadaan dengan bertanya kepada orang Farisi tentang identitas Mesias. Jika Mesias adalah anak Daud, mengapa Daud menyebut-Nya "Tuan" (Tuhan) dalam Mazmur 110?

 * Hal ini menunjukkan bahwa Mesias bukan sekadar keturunan manusia biasa, melainkan bersifat ilahi.

Pasal ini menunjukkan hikmat Yesus yang luar biasa dalam menghadapi kritik, sekaligus mempertegas prioritas hidup beriman: Kasih dan ketaatan yang tulus.

Apakah Anda ingin saya mendalami lebih lanjut mengenai salah satu perumpamaan atau perdebatan di atas?


Chapter 22 of Matthew's Gospel is quite intense, containing a series of parables and an intellectual confrontation between Jesus and the religious leaders in Jerusalem.

Here is a summary of the main points from Matthew 22:1. The Parable of the Wedding Feast (Verses 1-14)

Jesus tells the story of a king who held a wedding feast for his son. Those invited initially refused to attend and even killed the king's envoy. Eventually, the king invited anyone from the street to attend.

Meaning: Salvation was initially offered to the Israelites, but because of their refusal, the invitation was extended to the entire nation.

Key Message: "For many are called, but few are chosen" (Verse 14).

2. On Paying Taxes to Caesar (Verses 15-22)

The Pharisees tried to trap Jesus with a political question: "Is it lawful to pay taxes to Caesar or not?"

Jesus' Answer: He asked for a denarius and asked whose image was on it. When they answered, "Caesar," Jesus gave a famous answer:

"Give therefore to Caesar the things that are Caesar's, and to God the things that are God's."


3. The Sadducees' Question about the Resurrection (Verses 23-33)

The Sadducees (who did not believe in the resurrection) tried to confuse Jesus with the scenario of a woman marrying seven brothers in succession. They asked, "Whose wife will she be in the resurrection?"

Jesus' answer: In heaven, people neither marry nor are given in marriage but are like angels. He emphasized that God is the God of the living, not the God of the dead.

4. The Greatest Commandment (Verses 34-40)

A lawyer asked which commandment was the greatest in the Law. Jesus summarized the entire Scriptures in two commandments of love:


Love the Lord your God with all your heart, soul, and mind.



Love your neighbor as yourself.

5. The Relationship between the Messiah and David (Verses 41-46)

Jesus turned the tables by questioning the Pharisees about the Messiah's identity. If the Messiah was David's son, why did David call Him "Lord" (Lord) in Psalm 110?

This indicates that the Messiah was not merely a human descendant, but was divine.

This chapter demonstrates Jesus' extraordinary wisdom in dealing with criticism, while also emphasizing the priorities of a life of faith: love and sincere obedience.


Tidak ada komentar: