Selasa, 03 Februari 2026

Matius 20

 Matius 20 adalah pasal yang cukup mendalam dalam Perjanjian Baru, berisi perumpamaan yang menantang logika ekonomi manusia (tentang kemurahan hati Allah) serta pengajaran tentang kepemimpinan yang melayani.

Berikut adalah ringkasan poin-poin utamanya:

1. Perumpamaan Tentang Orang-orang Upahan di Kebun Anggur (Ayat 1-16)

Ini adalah salah satu perumpamaan Yesus yang paling terkenal sekaligus provokatif. Pemilik kebun anggur menyewa pekerja pada jam yang berbeda-beda: pagi hari, jam 9, jam 12, jam 3 sore, bahkan jam 5 sore.

 * Kejutan di Akhir: Saat pembayaran, semua pekerja menerima upah yang sama (satu dinar), terlepas dari berapa lama mereka bekerja.

 * Pesan Utama: Allah berdaulat atas kasih karunia-Nya. Keselamatan dan berkat bukan berdasarkan "senioritas" atau hasil kerja keras manusia semata, melainkan atas kebaikan hati Tuhan.

 * Ayat Kunci: "Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir." (Ayat 16).

2. Pemberitahuan Ketiga Tentang Kematian Yesus (Ayat 17-19)

Yesus membawa kedua belas murid-Nya ke tempat yang sunyi untuk memberitahu mereka secara spesifik apa yang akan terjadi di Yerusalem: Dia akan diserahkan, dihukum mati, diolok-olok, disesah, disalibkan, dan bangkit pada hari ketiga. Ini menunjukkan bahwa Yesus sadar sepenuhnya akan misi pengorbanan-Nya.

3. Permintaan Ibu Yakobus dan Yohanes (Ayat 20-28)

Ibu dari Zebedeus meminta agar kedua anaknya duduk di sebelah kanan dan kiri Yesus dalam Kerajaan-Nya. Hal ini memicu kemarahan murid-murid lain dan menjadi momen bagi Yesus untuk mengajarkan paradoks kepemimpinan Kristen:

 * Bukan Otoritas, Tapi Pelayanan: Di dunia, pemimpin memerintah dengan tangan besi. Namun di Kerajaan Allah, siapa yang ingin menjadi besar harus menjadi pelayan, dan siapa yang ingin menjadi terkemuka harus menjadi hamba.

 * Teladan Kristus: "Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang." (Ayat 28).

4. Yesus Menyembuhkan Dua Orang Buta (Ayat 29-34)

Saat keluar dari Yerikho, dua orang buta berseru kepada Yesus, "Kasihanilah kami, Tuhan, Anak Daud!" Meskipun orang banyak menyuruh mereka diam, Yesus berhenti dan bertanya apa yang mereka inginkan. Setelah mata mereka dicelikkan, mereka segera mengikut Dia. Ini adalah bukti nyata dari belas kasihan Yesus yang bertindak atas iman seseorang.

> Catatan Singkat: Pasal ini secara keseluruhan meruntuhkan konsep "siapa yang paling layak." Baik itu pekerja kebun anggur yang baru datang di menit terakhir, maupun orang buta di pinggir jalan, semuanya menerima kemurahan hati Tuhan yang sama.

Apakah Anda ingin saya mendalami salah satu bagian tertentu, misalnya makna mendalam dari upah satu dinar tersebut?


Tidak ada komentar: