Dalam penulisan bahasa Indonesia yang baku sesuai KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), penulisan yang tepat adalah ilahi.
Berikut adalah rinciannya:
1. Penulisan yang Baku
* Ilahi (Benar/Baku): Menggunakan satu huruf "l".
* Illahi (Tidak Baku): Bentuk ini sering muncul karena pengaruh transliterasi bebas atau pelafalan, namun tidak sesuai standar bahasa Indonesia.
2. Penggunaan Huruf Kapital
Penulisan huruf pertama sangat bergantung pada konteks kalimatnya:
* Kapital (Ilahi): Digunakan jika merujuk pada Tuhan atau sebagai kata ganti Tuhan.
* Contoh: "Segala puji bagi Sang Ilahi."
* Huruf Kecil (ilahi): Digunakan jika fungsinya sebagai kata sifat yang berarti bersifat ketuhanan.
* Contoh: "Ia sedang mencari petunjuk ilahi."
> Catatan Singkat:
> Kata ini diserap dari bahasa Arab ilāh yang berarti Tuhan. Dalam proses penyerapan ke bahasa Indonesia, konsonan ganda biasanya disederhanakan menjadi satu huruf saja.
>
Apakah Anda sedang menyusun teks keagamaan atau puisi dan butuh bantuan untuk memeriksa pilihan kata lainnya?
Dalam bahasa Indonesia yang baku, penulisan yang benar adalah Allah.
Meskipun dalam kaidah penyerapan bahasa asing (khususnya Arab) konsonan ganda sering kali disederhanakan menjadi satu huruf, kata Allah merupakan pengecualian khusus karena merupakan nama diri (proper noun) untuk Tuhan.
Berikut penjelasan lengkapnya:
1. Penulisan Baku (KBBI)
* Allah (Baku): Digunakan secara resmi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia untuk merujuk kepada nama Tuhan.
* Alah (Tidak Baku/Makna Lain): Dalam KBBI, kata "alah" memiliki arti yang jauh berbeda, yaitu kalah atau gagal.
2. Aturan Penggunaan
Karena "Allah" adalah nama diri, maka penulisannya wajib menggunakan huruf kapital di awal kata.
* Contoh Benar: "Hamba berserah diri kepada Allah."
* Contoh Salah: "hamba berserah diri kepada alah." (Selain salah eja, huruf kecil membuatnya tidak sopan dalam kaidah bahasa).
Perbandingan Singkat
| Bentuk | Status | Makna |
|---|---|---|
| Allah | Baku | Nama Tuhan |
| Alah | Tidak Baku | Kalah / Mengalah / Gagal |
> Wawasan Tambahan:
> Kata "Alah" dengan satu 'l' dalam bahasa Indonesia biasanya ditemukan pada peribahasa, seperti "Alah bisa karena biasa" (sesuatu yang sulit akan terasa mudah jika sudah terbiasa). Jadi, jangan sampai tertukar ya!
>
Apakah Anda ingin saya membantu mengecek penulisan istilah keagamaan lainnya agar sesuai dengan standar KBBI?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar