Perumpamaan tentang "Yesus adalah Pokok Anggur yang Benar" tidak tertulis di dalam Kitab Matius, melainkan di Kitab Yohanes, tepatnya di Yohanes 15:1-8.
Ini adalah kekeliruan yang umum terjadi karena Matius juga banyak memuat perumpamaan tentang kebun anggur. Mari kita lihat perbedaan fokusnya agar lebih jelas:
1. Yesus sebagai Pokok Anggur (Yohanes 15)
Dalam bagian ini, Yesus menggunakan metafora hubungan organik antara tanaman dan cabangnya:
* Yesus adalah Pokok Anggur: Sumber kehidupan dan nutrisi.
* Bapa adalah Pengusahanya: Yang merawat dan memangkas.
* Kita adalah Rantingnya: Kita harus "tinggal" di dalam Dia untuk bisa berbuah.
* Pesan Utama: Tanpa melekat pada Yesus, kita tidak dapat berbuat apa-apa.
2. Perumpamaan Kebun Anggur di Kitab Matius
Jika Anda sedang membaca Matius, kemungkinan Anda teringat pada salah satu dari perumpamaan berikut:
* Matius 20 (Pekerja di Kebun Anggur): Tentang kemurahan hati Allah dalam memberikan upah yang sama kepada semua orang, baik yang datang awal maupun akhir.
* Matius 21 (Perumpamaan Penggarap Kebun Anggur): Tentang para penggarap jahat yang menolak utusan pemilik kebun (melambangkan penolakan terhadap nabi-nabi dan Yesus).
Mengapa Perbedaan Ini Penting?
Di Kitab Matius, kebun anggur sering kali melambangkan Kerajaan Allah atau bangsa Israel secara kolektif. Namun di Kitab Yohanes, fokusnya lebih pribadi dan intim: hubungan antara individu (ranting) dengan Yesus (pokok).
> "Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku." (Yohanes 15:4)
>
Apakah Anda ingin saya merangkumkan makna mendalam dari Yohanes 15 tentang bagaimana cara "tinggal di dalam Kristus", atau Anda lebih tertarik membedah salah satu perumpamaan kebun anggur yang ada di Matius?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar