Kalimat tersebut adalah sebuah paribasan atau pepatah dalam bahasa Jawa yang mengandung pesan moral mendalam tentang keserakahan dan kesabaran.
Berikut adalah penjelasan detailnya:
Arti Kata demi Kata
* Milik: Menginginkan atau merasa memiliki.
* Barang kang melok: Barang yang terlihat berkilau, mewah, atau indah (seringkali milik orang lain).
* Kesusu: Terburu-buru.
* Malak: Meminta dengan paksa atau ingin cepat menguasai.
* Kaselak: Keburu/terlanjur.
* Muluk: Makan dengan menyuap nasi (dalam porsi besar) atau bisa berarti tinggi/muluk-muluk.
Makna Filosofis
Secara utuh, ungkapan ini menggambarkan seseorang yang tergiur oleh kemewahan atau harta benda yang terlihat indah, lalu ia ingin segera memilikinya dengan cara yang tidak sabar atau rakus.
Akibatnya, karena terlalu terburu-buru ingin mendapatkan sesuatu yang besar atau mewah tersebut, ia justru celaka atau tidak mendapatkan apa-apa (seperti orang yang tersedak karena makan terlalu cepat dan terlalu banyak).
Pesan Moral
* Jangan Mudah Silau: Jangan mudah tergoda oleh harta atau kesuksesan orang lain yang terlihat indah dari luar.
* Sabar dan Proporsional: Segala sesuatu harus diusahakan dengan cara yang benar dan tahapan yang pas. Sifat "ngoyo" atau serakah biasanya berujung pada kegagalan.
* Waspada terhadap Nafsu: Keinginan yang tidak terkendali seringkali membuat kita kehilangan logika dan berakibat fatal.
Singkatnya, pepatah ini adalah peringatan agar kita tidak serakah dan tidak terburu-buru mengejar kemewahan agar tidak celaka di kemudian hari.
Apakah Anda sedang mempelajari filosofi Jawa atau ingin mencari padanan pepatah ini dalam bahasa Indonesia?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar