Kisah Rasul Paulus dipatuk ular adalah salah satu peristiwa mukjizat yang dicatat dalam Alkitab, tepatnya di Kisah Para Rasul 28:1-6. Peristiwa ini terjadi di Pulau Malta setelah kapal yang membawa Paulus ke Roma karam.
Berikut adalah ringkasan kejadiannya:
1. Kronologi Kejadian
Setelah selamat dari kapal karam, Paulus dan rombongannya disambut dengan ramah oleh penduduk lokal. Karena cuaca dingin dan hujan, mereka menyalakan api unggun.
- Tindakan Paulus: Saat Paulus sedang mengumpulkan seberkas ranting kayu untuk api tersebut, seekor ular beludak (ular berbisa) keluar karena panasnya api dan menggigit (memagut) tangannya.
- Reaksi Penduduk: Orang-orang Malta yang melihat ular itu tergantung di tangan Paulus langsung berpikir bahwa ia adalah seorang pembunuh. Mereka percaya bahwa meskipun ia selamat dari laut, "Dewi Keadilan" tidak membiarkannya hidup.
2. Mukjizat yang Terjadi
Paulus tidak panik. Ia hanya mengibaskan ular itu ke dalam api dan sama sekali tidak merasa sakit atau menderita luka.
- Penduduk setempat menunggu dengan sangka bahwa tangan Paulus akan bengkak atau ia akan mati rebah seketika.
- Setelah menunggu lama dan melihat tidak terjadi apa-apa, pandangan mereka berubah total; mereka justru menganggap Paulus sebagai seorang dewa.
3. Makna Peristiwa Ini
Peristiwa ini sering dianggap sebagai penggenapan janji Yesus dalam Markus 16:18, bahwa murid-murid-Nya akan memegang ular dan tidak akan mendapat celaka. Secara teologis, ini menunjukkan penyertaan Tuhan bagi Paulus agar ia bisa menyelesaikan misinya sampai ke Roma.
Menariknya, setelah kejadian ini, Paulus juga menyembuhkan ayah dari Publius (gubernur pulau itu) dan banyak orang sakit lainnya di Malta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar