Jumat, 30 Januari 2026

PERJAMUAN KUDUS

 Teks mengenai penetapan Perjamuan Kudus ini dicatat dalam tiga Injil Sinoptik (Matius, Markus, Lukas) dan juga oleh Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Korintus.

Berikut adalah ayat-ayat utamanya:

1. Injil Matius 26:26-28

> "Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata: 'Ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku.' Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: 'Minumlah kamu sekalian dari cawan ini. Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.'"

2. Injil Markus 14:22-24

> "Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: 'Ambillah, inilah tubuh-Ku.' Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka, dan mereka semuanya minum dari cawan itu. Dan Ia berkata kepada mereka: 'Inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang.'"

3. Injil Lukas 22:19-20

> "Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kata-Nya: 'Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku.' Demikian juga dibuat-Nya dengan cawan sesudah makan; Ia berkata: 'Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu.'"

4. 1 Korintus 11:23-25 (Kesaksian Paulus)

> "Sebab apa yang telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: 'Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!' Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: 'Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; setiap kali kamu meminumnya, perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!'"

Catatan Tambahan (Injil Yohanes)

Menariknya, Injil Yohanes tidak mencatat peristiwa "Inilah tubuh-Ku" saat perjamuan terakhir. Namun, Yohanes mencatat khotbah Yesus tentang "Roti Hidup" di pasal 6, yang sering digunakan sebagai dasar teologis perjamuan tersebut:

 * Yohanes 6:55-56: "Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia."


Betul sekali. Dalam studi hermeneutika (ilmu tafsir), frasa "Inilah tubuh-Ku" dan "Inilah darah-Ku" dari Perjamuan Malam Terakhir merupakan salah satu teks yang paling banyak diperdebatkan dalam sejarah teologi.
Tergantung pada "kacamata" hermeneutika yang digunakan, maknanya bisa berubah drastis. Berikut adalah uraian singkat mengenai beberapa sudut pandang utamanya:
1. Hermeneutika Literalis (Realisme)
Pandangan ini memahami kata-kata Yesus secara harfiah.
 * Transubstansiasi (Katolik): Percaya bahwa substansi roti dan anggur benar-benar berubah menjadi tubuh dan darah Kristus secara hakiki, meskipun tampilannya (aksidensinya) tetap roti dan anggur.
 * Konsubstansiasi (Lutheran): Percaya bahwa tubuh dan darah Kristus hadir "di dalam, bersama, dan di bawah" elemen roti dan anggur. Secara fisik, roti tetap roti, tapi Kristus hadir secara nyata.
2. Hermeneutika Metaforis/Simbolis
Pandangan ini melihat bahasa Yesus sebagai metafora atau gaya bahasa semit, mirip saat Ia berkata "Akulah pintu" atau "Akulah pokok anggur."
 * Memorialisme (Zwingli/Protestan Umum): Roti dan anggur hanyalah simbol untuk mengenang pengorbanan Yesus. Kata "adalah" di sini ditafsirkan sebagai "melambangkan" atau "mempresentasikan."
3. Konteks Budaya dan Linguistik
Secara hermeneutis, kita juga harus melihat latar belakang Yahudi:
 * Perjamuan Paskah (Passover): Yesus mengucapkan ini dalam konteks makan malam Paskah Yahudi. Dalam tradisi ini, ingatan (anamnesis) bukan sekadar mengenang masa lalu, tapi menghadirkan kembali makna peristiwa tersebut di masa kini.
 * Bahasa Aram: Kemungkinan besar Yesus berbicara dalam bahasa Aram. Dalam bahasa tersebut, seringkali tidak ada kata kerja penghubung "adalah." Kalimatnya mungkin terdengar lebih langsung: "Ini tubuh-Ku."
Perbandingan Singkat
| Pandangan | Makna "Adalah" | Kehadiran Kristus |
|---|---|---|
| Katolik | Perubahan Hakiki | Fisik & Substansial |
| Lutheran | Penyatuan Misterius | Nyata (Real Presence) |
| Reformed (Calvin) | Hubungan Rohani | Rohani (melalui Iman) |
| Zwingli | Melambangkan | Simbolis/Kenangan |
Hermeneutika membantu kita memahami bahwa satu kalimat pendek bisa memiliki kedalaman makna yang sangat luas tergantung pada tradisi dan metode tafsir yang kita pegang.

Tidak ada komentar: