Istilah ini berasal dari bahasa Yunani hermeneuein ("menafsirkan") dan terkait dengan dewa Hermes, pembawa pesan.
Konsep Utama Hermeneutika:
Penafsiran Teks: Awalnya berfokus pada teks-teks keagamaan (Kitab Suci), namun berkembang ke filsafat, hukum, sastra, dan ilmu sosial.
Memahami Makna, Bukan Hanya Kata-kata: Tujuannya adalah memahami pesan yang lebih dalam, yang seringkali tidak jelas atau tersirat dalam teks.
Konteks itu Penting: Mengakui bahwa pemahaman dipengaruhi oleh waktu, tempat, budaya, dan latar belakang penafsir (subjek) serta penulis (objek).
Pluralitas Pemahaman: Menyatakan bahwa pemahaman manusia bersifat plural (beragam) karena konteks hidup yang berbeda.
Gerakan Filosofis: Merupakan aliran filsafat yang menantang pemikiran tunggal, menekankan pada proses pemahaman yang terbuka dan partisipatif, bukan hanya manipulasi data.
Penerapan dalam Berbagai Bidang:
Ilmu Hukum: Memahami teks hukum yang kompleks dan ambigu, seringkali sebagai lawan dari positivisme yang kaku.
Ilmu Humaniora: Landasan metodologis untuk memahami fenomena manusia yang lebih luas.
Pendidikan: Membantu siswa memahami teks melalui pra-pemahaman dan diskusI.
Teknologi: Relevan dalam memahami data dan kecerdasan buatan (AI).
Secara singkat, hermeneutika adalah cara berpikir kritis untuk menangkap makna sejati dari komunikasi manusia, mengakui bahwa pemahaman adalah proses yang dinamis dan kontekstua
Tidak ada komentar:
Posting Komentar